Secret

Kamis, 30 Maret 2017

Power of Mentally

     Pada waktu itu saya bertemu dengannya hanya untuk masalah urusan asuransi. Tapi nyatanya tidak. Apa yang aku rasakan saat itu adalah, ia penuh dengan kepalsuan. Hidupnya sama sekali dipenuhi mendung dan bukan menjadi diri sendiri. Entah apa yang terjadi padanya, aku harus melihat itu semua.

     Terkadang aku bingung saat orang harus melihatku dalam kondisi yang aneh. Melihatku dalam sesuatu yang sungguh amat berbeda pada umumnya. Kadang aku bingung apakah aku mendapat gift dari Tuhan, atau sekedar kutukan karena orang tua ku gagal? Aku pernah mencari jati diri hingga harus menyepi ke Yogya sendirian. Tapi, aku berhasil menemukannya. Bertemu dengan tetua Biksu yang luar biasa sepuh. Padahal saya adalah Nasrani, Katolik yang taat. Tapi sungguh bersyukur bisa bertemu dengan Tetua Biksu itu. Ia benar-benar membuat saya tahu akan artinya senyum:

“nak Aris, kau paham siapa dirimu? Semua memusuhi bukan karena kamu aneh atau mengerikan. Kamu, diberikan kemampuan untuk bisa melihat masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Itu kutukan? Menurutmu apa? Kutukan jika kamu menggunakannya untuk menghancurkan orang lain, dan pemberian jika kamu menggunakan untuk membantu orang lain. Mengapa kukatakan seperti itu? Saat kita diberikan kekuatan dari Sang Kuasa, disitulah kita diuji. Diuji untuk melihat apakah kita jahat atau menjadi baik. Menjadi baik, aka nada berkah dan pahalanya, jika jahat, kamu akan menerima karmanya. Apa yang buat orang lain menjauhi mu? Kau harusnya tahu, karena mereka punya AIB. Aib rahasia yang sungguh mengerikan, menjijikan, bahkan tidak pantas untuk didengar siapapun. Kau pun pasti tahu akan hal itu. Itulah mereka menjauhimu karena takut kamu akan bongkar semuanya. Tapi ingat, orang yang melepas masa lalu aibnya, ia adalah orang yang pantas kamu lindungi. Orang yang ingin melepas semua masa lalunya, itu adalah orang yang akan menjadi tanggung jawabmu. Kamu harus bisa membantu orang itu. Di dunia ini, hanya sedikit yang seperti itu. Mereka tertumpuk dalam kepalsuan dan akhirnya hidup membaur dengan para topeng. Mereka yang terbiasa palsu tetapi butuh pertolongan dalam hidupnya, tapi mencoba bertahan dengan topeng tersebut. Gunakan kemampuanmu, gunakan untuk mendobrak mereka ke dalam hatinya. Pulihkan mereka, buat mereka bisa bangkit lagi. Tapiiii……”

Tapi apa Biksu? Apakah ada hal ganjil?

“hidupmu, cahayamu memudar…..kau diliputi kelamnya dunia gelap. Kau harus bisa menyembuhkan keganjilan itu. Jika tidak, kau hanyalah sia2 menolong orang lain Nak Aris. Mereka yang sudah kau tolong, kelak mereka tak akan bisa menerima kepergianmu karena rasa kehilangan yang mendalam.”

Menurutku, itu tidak apa Biksu, bagiku, saat aku memudar, aku harus pergi ke Barat…menuju tanak kekal terjanji yang sudah dijanjikan Ilahi. Guru, kau tahu, harus bisa yang namanya bersyukur dan ikhlas menghadapi itu semua. Aku dapatkan dari mana? Dari Guru yang barusan mengajariku. Aku harus kembali, dan harus membantu orang yang guru maksud.

“nak, tapi seiring itu, kemampuanmu akan hilang karena keganjilan itu? Kau harus tetap semangat menjalani kehidupan. Tidak pantang menyerah dan selalu mencoba melawan”

Guru, waktuku sempit, aku harus bisa menjalani semangat ini dengan caraku, penyakitku ini, biarlah ia yang menyerang. Selagi aku punya semangat, aku tidak takut apapun.

     Setelah bertemu dengan Biksu itu, seminggu kemudian saya pulang dalam keadaan tenang batin. Seperti sebuah jawaban yang saya cari. Hanya bisa berkata, terima kasih Biksu yang amat membuat saya tahu artinya semangat dan senyum.

     Akhirnya, sebisa mungkin, aku harus bisa memberikan jalan keluar bagi mereka yang kesulitan. Tidak peduli tubuhku rusak atau hancur, yang penting, jangan sampai orang yang kita tolong, hatinya hancur karena gagal atau tidak mau menolongnya.


Aristo Pratama

Tidak ada komentar: