Dalam
persahabatan, pasti akan timbul yang namanya perpecahan dan perdebatan. Tidak
peduli masalah kecil ataupun besar. Hidup dengan perbedaan akan membuat
dipandang dari berbagai sisi. Satu, menerima perbedaan dan menganggapnya biasa,
atau kedua, perbedaan yang tidak mau dipandang dan akan semakin memusuhi
perbedaan tersebut. Apalagi saat
perbedaan itu membuat pecah kedua belah pihak dimana pihak tersebut dahulu
saling mencintai dan menyayangi apalagi saling percaya satu sama lain. Lalu apa
tindakan untuk memecahkan masalah tersebut? Hm…tampaknya sangat sulit. Aku
hanya berharap masalah ini cepat selesai dan tidak terjadi lagi. Cara untuk
memperbaikinya adalah, berani untuk bertanggung jawab dengan apa yang sudah
dilakukan.
Perbedaan
bisa terjadi karena banyak hal. Terlebih lagi perbedaan itu karena sulitnya
menerima hal baru. Hal yang tidak sesuai dengan diri pribadi masing-masing dan
lebih banyak membetulkan kalau diri sendiri adalah kebenaran dibandingkan
melihat kekurangan diri sendiri kalau diri sendiri bahkan jauh lebih bodoh
untuk menilai kekurangan diri sendiri.
Perbedaan
itu antara lain adalah:
·
Iri
hati
·
Melebihkan
diri sendiri
·
Melihat
kekurangan orang lain
·
Tidak
bertanggung jawab
·
Menceritakan
kekurangan orang lain
·
Menceritakan
aib orang lain
·
Menceritakan
masalah pribadi dengan orang lain
·
Menghancurkan
harga diri orang lain
·
Menusuk
dari belakang
·
Bermuka
dua
·
Bersilat
lidah
Lebih
parahnya lagi, apabila kesalahan tersebut tidak mau dipermasalahkan atau merasa
bahwa kesalahan yang diperbuat tidak pernah dibuat. Sebagai contoh:
Suatu hari ada kedekatan seseorang
dengan orang lain. Karena terlalu baik, orang ini menceritakan permasalahannya
karena sudah merasa terbantu. Kemudian TANPA SADAR menceritakan permasalahan
yang dihadapi dengan orang yang dia permasalahkan ke orang yang baik ini.
Kemudian orang ini menceritakan semua masalahnyake banyak orang sehingga
menjadi viral. Kemudian sampai ke telinga orang yang punya masalah ini.
Kemudian orang ini berusaha untuk mencari kebanarannya, tetapi yang didapat
hanyalah orang ini MERASA TIDAK PERNAH CERITA MASALAH APAPUN. Hmmm bagaimana
mungkin? Tidak sadar, atau merasa TIDAK MERASA BERSALAH? Pilihannya adalah
tidak merasa bersalah itu. Karena saat menceritakan masalah itu, masalah itu
tersebar ke telinga para orang lain. Hmmmbagaimana dengan kepercayaan yang
dibuat? Tentu saja sampai kapanpun kepercayaan itu tidak akan pernah terjalin
kembali. Karena apa? Sekali dimaafkan tidak masalah, tetapi percaya lagi? Tentu
saja tidak akan pernah terjadi lagi. Hanya akan timbul rasa kehancuran seumur
hidupnya dan menyimpan rasa jijik karena sudah tak percaya lagi.
Kata-kata
yang paling mudah diucapkan orang yang merasa dirinya benar adalah:
- Gak tuh, gak pernah
- Masa? Gak yah
- Gak, aku gak pernah
- Kamu tuh kali yang begitu
- Bukannya kamu?
- Kamu tuh yang salah
- Kamu tuh banyak salahnya kok
Mudah
untuk menceritakan kesalahan orang lain…..tapi bagaimana untuk melihat
kelebihan orang lain? Kelebihan diri sendiri itu sangat mudah, telebih bagi
orang yang melihat diri sendiri sebagai penuh pengalaman. Mau contohnya? Hmmm
seperti ini contohnya:
ü Gw tuh udah bantu banyak
ü Jelas-jelas gw yang usaha
ü Itu semua berkat gw
ü Kalau bukan karena gw, gak akan berhasil
ü Aku tuh bantu yah, gak mungkin gak bantu
ü Aku yang menyumbang banyak hal itu
Itu tadi
contoh untuk melebihkan diri sendiri, bagaimana dengan melihat kelebihan orang
lain? Waw….secara general hanya ada 3 yang sering diucapkan MANUSIA:
1. BAIK
2. RAMAH
3. SUPEL
4. APALAGI YAH????
Sepertinya
itu kesan LUAR YANG DILIHAT ORANG BANYAK. Terlebih menilai orang dari 1 sisi
padahal bisa dilihat 2 sisi, dan lagi ketahuanlah kalau bilang 2 sisi padahal
menilai dari 1 sisi. Hmmm kata-katanya rumit ris. Maaf, tapi itu kebanyakan
yang dikatakan banyak orang. Untuk mengatasi hal itu semua adalah:
a. Luangkan waktu berdua dengan yang
bermasalah.
Dengan apa ris? Dengan cerita kesalahan
satu sama lain? Tentu gak, karena dengan begitu, salah satu pihak akan merasa
jijik selamanya dan tidak akan pernah percaya lagi bahkan sampai kapanpun.
Ibarat kata, piring yang bening dan mulus, tetapi saat dipecahkan, akan timbul
kepingan dan retakan yang penuh dengan kepingan kecil. Lalu, bagaimana cara
menyatukannya kembali? Menyatukan kembali mudah, tapi ada garis keretakan yang
tidak bisa hilang. Nah, itulah kepercayaan. Sampai kapanpun tidak akan pernah
memaafkan akan hal tersebut dan membekas di hatinya. Lalu kalau kayak githu
gimana ris? Tentu saja luangkan waktu berdua dengan memberinya secangkir
minuman atau mentraktirnya makanan. Ingat, dengan berusaha perhitungan akan uang,
akan semakin membuat keretakan itu terjadi. Ikhlas, dan niatkan hati dengan
mengorbankan diri untuk kebahagiaan orang lain. Jika dilakukan hal itu saja,
maka akan terjadi pemulihan dari hati retak yang sudah retak. Pertemuan ini
bersifat rutin yah, dan bukan melihat dari kesalahannya tapi dari kebahagiaan
untuk kebersamaan.
b. Intuisi bukan asumsi dan sok feeling.
Menggunakan intuisi jauh lebih baik,
karena intuisi menggunakan hati dan perasaan yang menjadi saru. Asumsi adalah
kesimpulan dari urutan perkataan yang diterima tanpa diolah atau dipikirkan
terlebih dahulu. Sedangkan feeling? Hm, saya lebih percaya feeling yang pakai
perasaaan dibandingkan feeling berdasarkan kesimpulan dari asumsi. Karena
FEELING YANG BERASAL DARI HATI, BUKAN BERDASARKAN EGO BAHWA APA YANG DIRASA ITU
BENAR. Mengapa githu ris? Karena amat sangat bodoh menggunakan feeling
berdasarkan kebenaran diri sendiri. intuisi adalah melihat dan merasakan, BUKAN
MEMBETULKAN DIRI BAHWA ITU BENAR. Asumsi dan feeling tidak beda jauh kok.
Karena sama-sama bodoh melihat dari ego diri sendiri, bukan dari hati yang
merasa dirinya juga ikut salah. Jadi, olah kata bukan berasal dari maksud
pribadi, tetapi dari apa yang telah diucapkan untuk diolah dan diselesaikan
dengan baik, bukan menyerang pribadi kalau diri sendiri itu baik.
c. Intropeksi dan bukan koreksi
Mengapa demikian? Intropeksi kesalahan
adalah hal yang utama dalam mengembalikan semuanya. Caranya dengan mengalahkan
diri pada ego. Tapi ris bagaimana dengan yang emang sisinya keras kepala dan
batu? Ya itu adalah sifatnya. Jika terus mempertahankan diri untuk sama agar
bisa melawan, tidak akan pernah selesai dan akan selalu hancur seperti pecahan
piring sebelumnya. Dengan berusaha untuk menceritakan kesalahan diri dan
kekurangan diri, orang akan iba. Dengan diam tetapi masih peduli, jauh lebih
baik untuk memperbaiki pecahan piring yang hancur daripada harus menjauhinya.
Koreksi kesalahan hanya akan membuat masing pribadi tidak akan mau menerima
kesalahan, terlebih orang yang sudah dihancurkan dengan mudahnya dan membuat
pilihan dengan emosi dan ego sesaat.
d. Berani bertanggung jawab
Pernahkah mengungkapkan semua kesalahan depan orang banyak?
Tentu tidak, karena kalau disuruh ya mana tahu atau mana mau mengakuinya. Jika
menceritakan kepada orang yang salah dan ternyata sudah dikonfirmasi dan
selesaikan dengan baik, ada baiknya menceritakan kembali ke banyak orang kalau
diri sendiri sudah selesai dan tidak pernah terjadi permasalahan tersebut.
Ingat, aib yang keluar, akan membuat diri malu diri sendiri, apalagi mengakui
kalau tidak pernah menceritakan aib pribadi dengan orang lain, itu sih malah
buat semakin malu untuk diri sendiri. Semakin mengakui, semakin bertanggung
jawab, akan semakin bagus dinilai orang lain.
Yap,
demikianlah bagaiaman cara kita untuk memperbaiki hubungan dengan sahabat. Ini
juga bisa dipakai untuk perbaiki hubungan dengan pasangan lho. Itu jauh lebih
baik. Sekian deh untuk curhatan hari ini. Jangan lupa kalau mau komen tinggal
hubungi saya aja yah. Nantikan tulisan-tulisan menarik lainnya dari saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar