Secret

Kamis, 03 Agustus 2017

PROBLEM SOLVING RELATIONSHIP & FRIENDSHIP

     Dalam persahabatan, pasti akan timbul yang namanya perpecahan dan perdebatan. Tidak peduli masalah kecil ataupun besar. Hidup dengan perbedaan akan membuat dipandang dari berbagai sisi. Satu, menerima perbedaan dan menganggapnya biasa, atau kedua, perbedaan yang tidak mau dipandang dan akan semakin memusuhi perbedaan tersebut.  Apalagi saat perbedaan itu membuat pecah kedua belah pihak dimana pihak tersebut dahulu saling mencintai dan menyayangi apalagi saling percaya satu sama lain. Lalu apa tindakan untuk memecahkan masalah tersebut? Hm…tampaknya sangat sulit. Aku hanya berharap masalah ini cepat selesai dan tidak terjadi lagi. Cara untuk memperbaikinya adalah, berani untuk bertanggung jawab dengan apa yang sudah dilakukan.

     Perbedaan bisa terjadi karena banyak hal. Terlebih lagi perbedaan itu karena sulitnya menerima hal baru. Hal yang tidak sesuai dengan diri pribadi masing-masing dan lebih banyak membetulkan kalau diri sendiri adalah kebenaran dibandingkan melihat kekurangan diri sendiri kalau diri sendiri bahkan jauh lebih bodoh untuk menilai kekurangan diri sendiri.
Perbedaan itu antara lain adalah:
·         Iri hati
·         Melebihkan diri sendiri
·         Melihat kekurangan orang lain
·         Tidak bertanggung jawab
·         Menceritakan kekurangan orang lain
·         Menceritakan aib orang lain
·         Menceritakan masalah pribadi dengan orang lain
·         Menghancurkan harga diri orang lain
·         Menusuk dari belakang
·         Bermuka dua
·         Bersilat lidah

Lebih parahnya lagi, apabila kesalahan tersebut tidak mau dipermasalahkan atau merasa bahwa kesalahan yang diperbuat tidak pernah dibuat. Sebagai contoh:

Suatu hari ada kedekatan seseorang dengan orang lain. Karena terlalu baik, orang ini menceritakan permasalahannya karena sudah merasa terbantu. Kemudian TANPA SADAR menceritakan permasalahan yang dihadapi dengan orang yang dia permasalahkan ke orang yang baik ini. Kemudian orang ini menceritakan semua masalahnyake banyak orang sehingga menjadi viral. Kemudian sampai ke telinga orang yang punya masalah ini. Kemudian orang ini berusaha untuk mencari kebanarannya, tetapi yang didapat hanyalah orang ini MERASA TIDAK PERNAH CERITA MASALAH APAPUN. Hmmm bagaimana mungkin? Tidak sadar, atau merasa TIDAK MERASA BERSALAH? Pilihannya adalah tidak merasa bersalah itu. Karena saat menceritakan masalah itu, masalah itu tersebar ke telinga para orang lain. Hmmmbagaimana dengan kepercayaan yang dibuat? Tentu saja sampai kapanpun kepercayaan itu tidak akan pernah terjalin kembali. Karena apa? Sekali dimaafkan tidak masalah, tetapi percaya lagi? Tentu saja tidak akan pernah terjadi lagi. Hanya akan timbul rasa kehancuran seumur hidupnya dan menyimpan rasa jijik karena sudah tak percaya lagi.

Kata-kata yang paling mudah diucapkan orang yang merasa dirinya benar adalah:
-       Gak tuh, gak pernah
-       Masa? Gak yah
-       Gak, aku gak pernah
-       Kamu tuh kali yang begitu
-       Bukannya kamu?
-       Kamu tuh yang salah
-       Kamu tuh banyak salahnya kok

     Mudah untuk menceritakan kesalahan orang lain…..tapi bagaimana untuk melihat kelebihan orang lain? Kelebihan diri sendiri itu sangat mudah, telebih bagi orang yang melihat diri sendiri sebagai penuh pengalaman. Mau contohnya? Hmmm seperti ini contohnya:
ü  Gw tuh udah bantu banyak
ü  Jelas-jelas gw yang usaha
ü  Itu semua berkat gw
ü  Kalau bukan karena gw, gak akan berhasil
ü  Aku tuh bantu yah, gak mungkin gak bantu
ü  Aku yang menyumbang banyak hal itu

Itu tadi contoh untuk melebihkan diri sendiri, bagaimana dengan melihat kelebihan orang lain? Waw….secara general hanya ada 3 yang sering diucapkan MANUSIA:
1.    BAIK
2.    RAMAH
3.    SUPEL
4.    APALAGI YAH????

     Sepertinya itu kesan LUAR YANG DILIHAT ORANG BANYAK. Terlebih menilai orang dari 1 sisi padahal bisa dilihat 2 sisi, dan lagi ketahuanlah kalau bilang 2 sisi padahal menilai dari 1 sisi. Hmmm kata-katanya rumit ris. Maaf, tapi itu kebanyakan yang dikatakan banyak orang. Untuk mengatasi hal itu semua adalah:

a.    Luangkan waktu berdua dengan yang bermasalah.

     Dengan apa ris? Dengan cerita kesalahan satu sama lain? Tentu gak, karena dengan begitu, salah satu pihak akan merasa jijik selamanya dan tidak akan pernah percaya lagi bahkan sampai kapanpun. Ibarat kata, piring yang bening dan mulus, tetapi saat dipecahkan, akan timbul kepingan dan retakan yang penuh dengan kepingan kecil. Lalu, bagaimana cara menyatukannya kembali? Menyatukan kembali mudah, tapi ada garis keretakan yang tidak bisa hilang. Nah, itulah kepercayaan. Sampai kapanpun tidak akan pernah memaafkan akan hal tersebut dan membekas di hatinya. Lalu kalau kayak githu gimana ris? Tentu saja luangkan waktu berdua dengan memberinya secangkir minuman atau mentraktirnya makanan. Ingat, dengan berusaha perhitungan akan uang, akan semakin membuat keretakan itu terjadi. Ikhlas, dan niatkan hati dengan mengorbankan diri untuk kebahagiaan orang lain. Jika dilakukan hal itu saja, maka akan terjadi pemulihan dari hati retak yang sudah retak. Pertemuan ini bersifat rutin yah, dan bukan melihat dari kesalahannya tapi dari kebahagiaan untuk kebersamaan.

b.    Intuisi bukan asumsi dan sok feeling.

     Menggunakan intuisi jauh lebih baik, karena intuisi menggunakan hati dan perasaan yang menjadi saru. Asumsi adalah kesimpulan dari urutan perkataan yang diterima tanpa diolah atau dipikirkan terlebih dahulu. Sedangkan feeling? Hm, saya lebih percaya feeling yang pakai perasaaan dibandingkan feeling berdasarkan kesimpulan dari asumsi. Karena FEELING YANG BERASAL DARI HATI, BUKAN BERDASARKAN EGO BAHWA APA YANG DIRASA ITU BENAR. Mengapa githu ris? Karena amat sangat bodoh menggunakan feeling berdasarkan kebenaran diri sendiri. intuisi adalah melihat dan merasakan, BUKAN MEMBETULKAN DIRI BAHWA ITU BENAR. Asumsi dan feeling tidak beda jauh kok. Karena sama-sama bodoh melihat dari ego diri sendiri, bukan dari hati yang merasa dirinya juga ikut salah. Jadi, olah kata bukan berasal dari maksud pribadi, tetapi dari apa yang telah diucapkan untuk diolah dan diselesaikan dengan baik, bukan menyerang pribadi kalau diri sendiri itu baik.

c.    Intropeksi dan bukan koreksi

     Mengapa demikian? Intropeksi kesalahan adalah hal yang utama dalam mengembalikan semuanya. Caranya dengan mengalahkan diri pada ego. Tapi ris bagaimana dengan yang emang sisinya keras kepala dan batu? Ya itu adalah sifatnya. Jika terus mempertahankan diri untuk sama agar bisa melawan, tidak akan pernah selesai dan akan selalu hancur seperti pecahan piring sebelumnya. Dengan berusaha untuk menceritakan kesalahan diri dan kekurangan diri, orang akan iba. Dengan diam tetapi masih peduli, jauh lebih baik untuk memperbaiki pecahan piring yang hancur daripada harus menjauhinya. Koreksi kesalahan hanya akan membuat masing pribadi tidak akan mau menerima kesalahan, terlebih orang yang sudah dihancurkan dengan mudahnya dan membuat pilihan dengan emosi dan ego sesaat.

d.    Berani bertanggung jawab

     Pernahkah mengungkapkan semua kesalahan depan orang banyak? Tentu tidak, karena kalau disuruh ya mana tahu atau mana mau mengakuinya. Jika menceritakan kepada orang yang salah dan ternyata sudah dikonfirmasi dan selesaikan dengan baik, ada baiknya menceritakan kembali ke banyak orang kalau diri sendiri sudah selesai dan tidak pernah terjadi permasalahan tersebut. Ingat, aib yang keluar, akan membuat diri malu diri sendiri, apalagi mengakui kalau tidak pernah menceritakan aib pribadi dengan orang lain, itu sih malah buat semakin malu untuk diri sendiri. Semakin mengakui, semakin bertanggung jawab, akan semakin bagus dinilai orang lain.


Yap, demikianlah bagaiaman cara kita untuk memperbaiki hubungan dengan sahabat. Ini juga bisa dipakai untuk perbaiki hubungan dengan pasangan lho. Itu jauh lebih baik. Sekian deh untuk curhatan hari ini. Jangan lupa kalau mau komen tinggal hubungi saya aja yah. Nantikan tulisan-tulisan menarik lainnya dari saya.

Tidak ada komentar: