Aku berfikir 2 kali untuk bisa melihatnya. Aku sangat
menyayanginya melebihi apapun. Aku tahu, kelak ia akan remaja, kelak ia akan
pergi jauh. Kelak ia akan punya dunianya sendiri. Aku Cuma berharap, jangan
pernah memaafkan laki-laki sepertiku. Ini bukanlah tentang seorang pacar atau
sebuah kisah memilukan, tapi soal dengan orang yang paling membuatku mengerti
akan segala hal bahkan aku sulit untuk mengungkapkannya. Aku Cuma bisa kasih
fotonya aja ntar yah…..
Aku mungkin bukan ayah angkat atau kakak yang baik
untukmu, tapi, aku ingin agar kamu mengerti sampai kapanpun, aku begitu sangat
menyayangi kamu. Mungkin ada saatnya kita nanti akan berpisah, tapi bukan
berarti memusuhi adalah jalan keluarnya. Aku me
Tapi dengannya sangat beda. Aku semangat lagi, aku
jauh dari penyakit yang aku derita ini. Aku merawat dan mengenalmu itu sudah
lebih dari 10 tahun ini. Sama seperti aku mengenal sosok dia yang memberiku
semangat. Tapi, denganmu, aku mendapatkan hak ku sebagai seorang ayah walau aku
belum menikah. Aku mendapatkan banyak pelajaran cara merawat dengan baik dan
benar. Dan paling penting, aku belajar cara untuk mendapatkan uang untuk
kebutuhan kamu.
Tapi mungkin semua akan berubah. Bersikap memusuhiku
karena kamu tak ingin aku jauh dari kamu. Aku kangen saat kita bisa tertawa dan
bercanda lagi. Tapi kalimat yang buat aku menangis setiap hari adalah apa yang
kamu lontarkan ke aku.
“kamu
bukan kakakku lagi, orang yang sayang denganku tak akan pernah tinggalkan aku
pergi jauh untuk selamanya”
Yah, aku tahu aku salah. Tapi setidaknya, jika memang
gagal, bolehlah aku memelukmu untuk terakhir kalinya sebagai bentuk rasa
penyesalanku dan bentuk penghormatan terakhir. Kita itu bersaudara, dan kita,
tetap akan jadi saudara. Sayangnya, aku terlalu terikat denganmu, hingga aku
lupa, bahwa kamu hanya dititipkan padaku saja.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar