Secret

Senin, 25 Juli 2016

I SO LOVE YOU SO MUCH MY LITTLE BROTHER

Aku berfikir 2 kali untuk bisa melihatnya. Aku sangat menyayanginya melebihi apapun. Aku tahu, kelak ia akan remaja, kelak ia akan pergi jauh. Kelak ia akan punya dunianya sendiri. Aku Cuma berharap, jangan pernah memaafkan laki-laki sepertiku. Ini bukanlah tentang seorang pacar atau sebuah kisah memilukan, tapi soal dengan orang yang paling membuatku mengerti akan segala hal bahkan aku sulit untuk mengungkapkannya. Aku Cuma bisa kasih fotonya aja ntar yah…..
Aku mungkin bukan ayah angkat atau kakak yang baik untukmu, tapi, aku ingin agar kamu mengerti sampai kapanpun, aku begitu sangat menyayangi kamu. Mungkin ada saatnya kita nanti akan berpisah, tapi bukan berarti memusuhi adalah jalan keluarnya. Aku me
rasa, rasa sakit ini, aku terima dengan suka hati. Aku tak pernah peduli dengan orang lain yang mengejek, mengolok atau menjelekkan dari belakang. Aku hanya Cuma melihat semua orang gak pernah tahu aku aku. Sejelek apapun mereka, aku tak pernah mau peduli dan memaafkan karena bagi aku tak penting lagi. Orang lain hanyalah kerikil yang bisanya Cuma mengotori hidupnya untuk menjelekkan orang lain.

Tapi dengannya sangat beda. Aku semangat lagi, aku jauh dari penyakit yang aku derita ini. Aku merawat dan mengenalmu itu sudah lebih dari 10 tahun ini. Sama seperti aku mengenal sosok dia yang memberiku semangat. Tapi, denganmu, aku mendapatkan hak ku sebagai seorang ayah walau aku belum menikah. Aku mendapatkan banyak pelajaran cara merawat dengan baik dan benar. Dan paling penting, aku belajar cara untuk mendapatkan uang untuk kebutuhan kamu.

Tapi mungkin semua akan berubah. Bersikap memusuhiku karena kamu tak ingin aku jauh dari kamu. Aku kangen saat kita bisa tertawa dan bercanda lagi. Tapi kalimat yang buat aku menangis setiap hari adalah apa yang kamu lontarkan ke aku.

“kamu bukan kakakku lagi, orang yang sayang denganku tak akan pernah tinggalkan aku pergi jauh untuk selamanya”


Yah, aku tahu aku salah. Tapi setidaknya, jika memang gagal, bolehlah aku memelukmu untuk terakhir kalinya sebagai bentuk rasa penyesalanku dan bentuk penghormatan terakhir. Kita itu bersaudara, dan kita, tetap akan jadi saudara. Sayangnya, aku terlalu terikat denganmu, hingga aku lupa, bahwa kamu hanya dititipkan padaku saja.

Tidak ada komentar: