Secret

Jumat, 26 Juni 2015

Pacaran Beda Agama

Halo semua......kali ini kita membahas mengenai pacaran beda agama. kenapa beda agama? lalu bagaimana proses selanjutnya ke depannya? lalu bagaimna nanti mereka menjalani hukum yang berbeda di waktu yang berbeda?

Semuanya akan dibahas satu per satu....

Membahas mengenai agama di Indonesia yang terdiri dari 6 agama:
-Islam
-Katolik
-Kristen
-Hindu
-Budha
-Kong Hu Cu

     Pertama seperti pembahasan sebelumnya mengenai cinta dan kasih sayang, bahwa tidak ada yang berbeda dari menjalani sebuah kasih sayang. cinta tidak memilih siapapun tetapi harus tahu bahwa cinta tidak saling memiliki, tetapi cinta itu terikat selamanya. bedakan antara memiliki dan terikat.

     Memiliki adalah ingin satu hal menjadi miliknya yang tidak tahu kapan akan dilepaskan atau dimiliki selamanya, sedangkan Terikat adalah dipilih untuk menjadi satu karena suatu hal dan mampu membagi segala hal didalamnya untuk pasangannya.

Pertanyaan......kenapa berbeda? kenapa harus diikat dan bukan dimiliki....

     Dalam berpacaran, hal utama dalam makna pacaran adalah bagaimana mereka tahu bahwa pacaran bersifat memperakrab hubungan antar pasangan, tetapi juga bisa selesai dalam berhubungan. makna dari pacaran memang bertujuan untuk mempererat dan bukan mengikat. status pacaran berbeda dengan pernikahan yang terikat sampai mati dan berani menangggung semua resiko diri sendiri dan pasangannya. menikah berarti harus mengakui resiko dari pasangannya dan tidak meninggalkannya jika punya kekurangan (itulah kenapa yang cerai gak mau menerima kekurangan dan malah sibuk sama urusan diri sendiri). sedangkan dalam tahap pacaran masih ada yang dirahasiakan dan masih tak mau mengakui kesalahan pasangannya.

Beberapa orang tertarik belakangan saat tahu pasangannya beragama berbeda dengannya. seseorang menyukai pasangan itu karena:

1. wajah yang tampan dan cantik (alami dan natural, siapa yang gak mau punya pasangan dengan wajah mempesona begini).

2. bentuk badan yang seksi ramping, atletis six pack dan proporsional (mengingat lelaki sangat gemas melihat bentuk tubuh yang begitu ramping dan seksi pada diri perempuan dan bentuk badan yang six pack berotot pada lelaki, siapa perempuan yang tak tahan ingin sandaran di badannya dan memegang perutnya)

3. selain wajah dan bentuk tubuh, lelaki dan perempuan menyukai sikap perhatian, humoris dan selalu membuat pasangannya tersenyum terlepas dari wajahnya yang biasa saja (tidak tampan atau cantik) dan bentuk tubuhnya, baik itu lelaki maupun perempuan.

4. kenyamanan. baik itu lelaki maupun perempuan ingin merasakan kenyamanan dari pasangannya. tak peduli apakah jelek atau tidak, apakah miskin atau kaya, yang jelas membuatnya nyaman dan selalu hadir untuknya.


     Banyak dari mereka yang merasakan dari keempat itu tetapi dari segi imannya berbeda. misalnya yang lelaki beragama Islam dan perempuan beragama Kristen. tetapi jika mereka merasakan dari keempat yang disebutkan tadi, bahkan lebih dari 2 tahun bisa dijalani bahkan hanya untuk lama panjangnya pacaran. bagaimana dengan nantinya mereka menikah? hukumnya adalah kebingungan. dalam kepercayaan agama lain-lain, berpindah ke lain agama sama-sama meninggalkan dan tidak percaya pada Tuhan yang mereka anut hingga harus mengganti dengan Tuhan yang baru. hal inilah yang membuat hukum agama dalam pernikahan beda agama menjadi konfrontasi itu sendiri hingga menimbulkan konflik bagi masa depan pasangan yang menikah beda agama tersebut.

     Memang banyak yang menyarankan kalau pacaran sampai nikah lebih baik beda agama saja daripada menimbulkan konflik rumah tangga itu sendiri karena iman yang berbeda. kalaupun ada yang mengatakan "ada juga yang nikah beda agama dan rukun aja". pertanyaan saya sampai berapa lama? ada juga kasus artis dan aktor ternama yang beda agama selama 17 tahun baru menerapkan sistem perceraian hanya karena perbedaan iman dan prinsip. bukankah itu aneh namannya? lalu, jika sampai mau menikah nanti, bagaimana anaknya? agama mana yang dianutnya? pikirkanlah sampai ke depan. cinta memang tidak pandang bulu dan tak ada yang menghalangi dan memisahkan kecuali maut. tapi, kalau prinsip keyakinan? memang Tuhan cuma 1 dan tidak tega memisahkan insan 2 hati yang bersatu untuk membentuk rumah tangga, tetapi, jika imannya berbeda dengan Tuhan yang berbeda? mungkin manusia itu sendiri yang akan bermasalah dengan prinsip hidupnya. misalkan......yang perempuan harus mengeluh jika lelakinya harus mengadakan ibadah berjamaah (di saat sedang dalam waktu bersama di hari tertentu) dan si lelaki yang juga harus menunggu perempuan yang melaksanakan ibadah di hari tertentu.

Solusinya?

dalam penanganan kasus seperti ini solusinya cuma ada beberapa hal:

1. menghargai perbedaan agama yang dianut oleh masing pasangan walau sedang dalam keadaan bosan. itu memang sebagai hal yang wajib dilakukan oleh maisng-masing orang yang menganut agamanya masing-masing. jadi, usahakan menghormati mereka yang berbeda agama

2. salah satu ada yang mengalah dan ikut menjadi satu agama dengan pasangannya. memang kondisi ini sangat mustahil dan beberapa ada yang sudah mengambil resiko dalam keputusan yang dilakukannya. tetapi, dasarnya cinta mau bagaimana lagi, bahkan demi pasangannyapun rela melakukan apapun.

3. melepaskan pasanganmu. dalam hal ini, memang menerima kekurangan sifat masing-masing pasangan itu hal biasa dan mudah dilakukan terlebih jika memiliki sisi keburukan. akan tetapi, bagaimana dengan menerima agama lain dalam hidupnya? misal satu hari tertentu ada pengajian dan satu hari tertentu ada ibadat doa dan kebetulan terjadi di hari yang sama? mana yang diutamakan? mana yang haru mengalah? dan mana yang lebih kuat?

     Semua juga takut akan Tuhan, semua juga punya hukum agama dan menjalankan secara yang sudah diajarkan dari Kitab dan RasulNya. tetapi, jika perbedaan itu menjadi dasar hal yang memisahkan cinta, ya apa boleh buat. ingat, cinta itu tidak memiliki tetapi terikat. memang akan lebih baik jika alam satu iman demi hubungan yang lebih baik lagi. hal ini dilakukan demi sama-sama mendekatkan diri. jika beda agama dengan saling menghormati satu sama lain. bukankah ada satu titik tertentu akan jenuh karena beda keyakinan?

Itu saja ulasan mengenai Pacaran Beda Agama......sampai ketemu di ulasan berikutnya....BYEEEEEE....

Tidak ada komentar: