Secret

Senin, 15 Juni 2015

CARA KOMUNIKASI ANTAR KAUM MUDA

     Dalam berkomunikasi yang baik perlu diperhatikan satu hal khususnya buat kaum muda. Baik itu remaja maupun yang bekerja dan belum menikah. Hal ini dilakukan untuk bisa membina kaum muda untuk bisa berkomunikasi dan bicara lebih baik dalam membina hubungan dengan sesamanya.
Kategori dalam kaum muda ini terbagi menjadi beberapa bagian:
Golongan muda atau generasi kecil maupun yang baru beregenerasi.
Golongan tua yang kerap tidak mau eksis karena bekerja, malas
 Golongan minder yang tidak mau bersosialisasi
Golongan narsis yang ingin tampil sendiri
Golongan sensitif yang merasa dirinya lebih benar

     Baik, kira-kira apa yang ada di benak kalian dalam membangun komunikasi yang baik seperti ini? Yap, rangkaian ini akan dijelaskan satu per satu sebagai awal modul kalian dalam membina diri dengan sesamanya.

GOLONGAN MUDA ATAU REGENERASI
     Nah golongan ini adalah kaum muda yang masih SMA/SMK/Sederajat. Kaum ini adalah kaum paling labil dimana kaum ini adalah kaum yang paling labil dalam pengembangan emosi dan mudah sekali bergejolak emosinya bahkan tidak bisa terkontrol. Generasi ini adalah kaum yang lebih mementingkan rasa “santai” “ntar aja deh” dan belum bisa diberikan tanggung jawab penuh secara keseluruhan untuk bidang ini. Walaupun dalam generasi OSIS dan MPK di sekolahpun, banyak kesalahan yang terjadi pada organisasi ini hingga lebih banyak guru yang kerap ambil bagian dalam tanggung jawab ini.
Kesalahan utama untuk kaum yang berpengalaman adalah, memberikan tanggung jawab penuh pada yang muda tanpa memberikan jaminan dalam tanggung jawab dan tugas yang ada. Hingga deadline waktu yang diberikan menjadi hal yang kacau atau terbilang sia-sia.
     Untuk penanganan kasus ini diberikan kondisi bagi kaum yang lebih tua atau berpengalaman untuk ikut kerap menyatu menjadi teman bagi kaum muda, sehingga mereka kerap terpengaruh untuk bisa bertanggung jawab dalam pengembangan bakat mereka.usahakan kalian menjadi sosok yang BARU GAUL dengan teman-teman kaum ini.
Contoh: halo, kalian ngapain nih? Eh kalian ada yang bisa main alat musik atau bisa teater gak?
Contoh 2: kalian kalau gak ada yang ngerti tanya aja gpp, kalian udah diberi tugas yah, kalau bisa diberi waktu semingu, bisa apa gak? Kita mau kalian itu bisa aktif dan ikut andil dalam tugas yang diberikan, tp kita juga mau kalian bisa selesai tepat waktu dengan baik, kan enak hasilnya bisa sama-sama untung dan gak ada miss komunikasi antar kita lagi.

GOLONGAN KAUM TUA ATAU YANG SUDAH BEKERJA
     Golongan ini adalah golongan yang bukan kuliah, rata-rata sudah bekerja dan tinggal menunggu pernikahan. Kaum ini memang kerap sensitif dengan hal yang dikaitkan dengan umur, kenapa? Dalam hal ini dikaitkan dengan kakak kelas yang tidak naik kelas atau mereka yang setara dengan mahasiswa yang belum lulus-lulus. Hal ini membuat mereka menjadi malas atau ogah-ogahan dalam ikut kegiatan kaum muda. Hal ini juga dibiasakan dengan mencari kesibukan lain agar tidak ikut dalam kegiatan kaum muda. Tetapi, tidak semua ogah dan malas dalam ikut acara ini. Beberapa ada yang mau hadir saja dalam rapat tetapi dalam kegiatannya tidak mengikuti, sehingga mereka hanya sebagai jasa penyalur pengalaman kerja dan juga sebagai tempat sharing dalam berbagi pengalaman dalam hal pribadi hati ke hati.
Kesalahan dalam golongan ini adalah, mengkaitkan umur dengan kegiatan. Dimana yang umur tua diberikan tugas lebih atau sebagai bahan lawakan yang tidak lucu “belum menikah” “ udah tua masih ikut kegiatan” “ ngapain ikut campur sama yang muda”
     Dalam kasus ini butuh tata bahasa yang sangat hati-hati dalam berkomunikasi, karena mereka akan malas dan kerap tak mau lagi ikut dalam kegiatan ini. Hal ini akan membuat semakin sedikitnya mereka yang mau ikut kembali dalam kegiatan kaum muda dan lebih mengutamakan alasan “sibuk” padahal ia ada di rumah dan tidak kemana-mana. Kecuali jika mereka memang punya usaha atau jasa di rumah sendiri.ingat.
     Dalam penanganan kasus ini adalah jangan memperhatikan umur tetapi lebih ke arah pelaksanaan tugas yang diberikan atau sekedar mengikuti jalannya acara dari kaum muda yang mengundang. Ingat, keterlibatan mereka juga penting dalam berbagi sharing dan mengikuti jalan yang sudah di “planning” jauh hari oleh kaum muda.
Contoh: hai kak? Kak, boleh minta tolong? Bisa gak kakak bantuin acara kita sebagai pembagi sharing dalam masalah yang dihadapi kami kak? Kami mohon kehadiran kakak sangat penting sekali. Kakak bisa kan bantu kami?
Contoh 2:
A: pagi kak?
B: iya, kenapa?
A: gini kak kita mau minta tolong kakak bantuin kita dalam acara yang kami selenggarakan, kita kekurangan orang banget kak, dan lagi, kita nutuh saran dan sharing dari kakak
B: saya sibuk, maaf yah
A: kakak ada di rumah? Kita butuh banget sharing sama kakak, sekalian main githu, silahturahmi
B: oh, begitu, hm baiklah, saya mau bantu deh, tapi saya Cuma bisa datang sharing dan gak bisa lama2.....
A: gpp kok kak, kakak dateng aj udh bersyukur banget buat kita semua.

GOLONGAN MINDER
     Nah ini yang fatal, golongan adalah golongan yang tidak mau datang dengan alasan pribadi masing-masing, entah gak kenal, gak ada teman yang hadir, maupun merasa asing di sana. Nah hal ini yang mampu membuat banyaknya kaum muda yang menghilang bak ditelan bumi, bahkan banyak dari mereka yang mengganti kontak maupun banyak alasan dipakai agar mereka tidak terlibat atau hadir. Mereka juga kerap lebih banyak berdiam diri di rumah dan kerap habiskan waktu dimana berkumpul dengan yang membuatnya aman dan bebas dari keasingan diri.
     Golongan ini adalah golongan yang hanya mencari rasa aman dari dalam dirinya dan tidak mau membaur karena takut dikira asing dan gak jelas. Hal inilah yang harus direkontruksi pikirannya agar mereka menjadi sosok yang bisa membaur dengan siapapun. Tugas yang muda dan yang tua adalah menarik dia untuk bisa sedikit masuk dalam kegiatan yang dibuat agar dia kerap menunjukkan siapa dirinya. Keliatan jelek atau bagus, kita masih butuh orang itu untuk membantu kegiatan yang diselenggarakan. Meski orang tersebut marah-marah, ogahan dan malas, tetap seret dan ajak dia kalau perlu paksa. Meski dibilang sama orang lain “jangan dipaksa” tetapi ia ingin membuat kita berfikir “ kenapa kalian peduli pada saya?” ingat lho, itu penting dalam pembinaan karakter yang akan ditampilkan oleh si minder.
Contoh: hei, kamu kok jarang keliatan, gabung yuk sama aku, ikut acaranya, ayolah, ada aku kok, pasti enak, kalau memang kamu butuh teman, ke aku yah...atau mau cerita apa2 tinggal bilang ke aku aja gpp....

Contoh 2:
A: halo....
B: kenapa?
A: ada acara nih, mau ikut gak? Kita butuh kehadiran kamu banget
B: gak bisa ikut, sibuk
A: kalau githu mau ikut jalan2 gak? Yuk kita jalan
B: gak mau, sibuk
A: yaudah, tapi kalau butuh cerita, bilang ke aku yah
Selang sejam kemudian
A: lagi apa?
B: kenapa sih mau tahu?
A: aku cuma ingin kita berteman, dan siapa tahu kamu bisa gabung dan mau ikut
B: oh begitu, perhatian amat sampe begitu pedulinya
A: kita sesama teman dan satu organisasi, kenapa gak?
B: makasih........

GOLONGAN NARSIS
     Golongan ini adalah golongan yang mengutamakan diri adalah utama dan tidak peduli dia menjabat sebagai apa dan kebutuhannya apa. Yang jelas, saya di sini sudah senor, pengalaman atau sudah ahli. Golongan ini membawa dampak buruk bagi orang lain dan dirinya sendiri. Terkadang sangat bete dalam menghadapi orang semacam ini. Apalagi untuk mereka yang merasa risih dengan kehadiran mahluk asthral ini.
     Golongan ini menggunakan caranya untuk bisa bekerja dengan konsep dirinya, kemampuan dirinya, cepat, tangkas tanpa perlu perundingan dari SIAPAPUN. Golongan ini membuat orang lain merasa malas berhadapan dengannya. Gaya bicaranya merendahkan dan terkadang apa yang menjadi konsep orang lain adalah salah dan tidak masuk akal. Hanya dirinya yang merasa benar dan semua memandangnya sebagai bagian yang SEMPURNA.
     Dalam penanganan kasus ini hal utama yang tepat adalah dengan mulai tidak mendengarkan apa yang dibicarakan meski dalam konteks dia adalah orang yang paling dibutuhkan dan tidak boleh dijauhi. Orang ini memang harus “dicuekin” dalam hal bicara dengan konsep bahasanya yang tinggi. Terlebih dengan harus banyak extra kesabaran tingkat maharaja gusti prabu Siliwangi tepatnya......
Contoh: kamu punya konsep yang bagus, tapi, nanti harus tetap dibicarakan apapun hasilnya, karena, hal utama adalah kebersamaan dengan yang lain. Yang lain juga berhak tahu apa yang kamu bicarakan dan harus disetujui oleh banyak pihak termasuk teman kita yang lain.
Contoh 2:
A: haiii
B: eh langsung aja, gw punya konsep mengenai program ke depan, dimana program ke depan itu mampu memberikan motivasi dan pelajaran yang baik untuk kita, terlebih kita sebagai sesama kaum muda, harus maju berjuang untuk mengedepankan yang ada, jangan Cuma diskusi masalah keputusan karena harus bergerak cepat
A: iya, saya tahu, tapi nanti dibicarakan lagi yah, soalnya yang lain juga berhak tahu
B: gak perlu, kita harus cepat, kalau nanti tidak cepat, kita ketinggalan sama organisasi yang lain, masa sebagai..
A: *angkat telapak tangan* gw ngerti banget...tapi, nanti harus sesuai prosedur yang sudah ada, jika kamu punya, segera beritahu di rapat nanti dan konsep YANG JELAS DAN MUDAH DIMENGERTI.

GOLONGAN SENSITIF
     Adalah salah satu golongan terparah yang mengedepankan penghargaan dan imbalan serta luapan emosional dari yang pernah dia alami. Jasanya adalah orang yang paling harus dikenal yang pernah ada di masalanya. Golongan ini mementingkan dirinya, apa yang dia perbuat, imbalan yang harus ada. Penghargaan yang harus diberikan padanya dengan paksaan. Serta menjadi sosok yang harus lebih diagungkan daripada yang lain. Nah golongan ini juga terbagi dalam dua hal, salah satu yang disebutkan tadi, sedangkan yang satunya adalah, orang yang tidak pernah mau menerima suatu sindiran atau begitu emosional sampai disenggol sedikit saja, marahnya sampai berlapis2.....dan tentu saja, pakai dendam agar orang merasakan dirinya begitu ingin dihargai dan harus memakai bahasa yang hati-hati dalam bertutur kata.
     Yahhh bagaimanapun juga menyelesaikan masalah ini layaknya mengatasi wanita yang sedang PMS, anak kecil yang Tantrum (marah sampai memukul dan guling2an), pria yang diare dan remaja yang sedang putus cinta. Hampir sama dengan tes kontrasepsi, sekali dicoba, hasilnya kelihatan, seperti orang sensitif yang marah sedikit begitu di beri joke. Mengatasi hal seperti ini memerlukan orang yang mampu bersabar dan mendekatinya berulang kali layaknya anjing yang baru mengenal orang lain. Berkali-kali dicoba sampai akhirnya dia mau menurunkan Defense Mechanism (sebuah pertahanan yang dilakukan seseorang agar orang lain tidak perlu mengetahui jati diri atau bertanya soal dirinya dan pribadinya) hingga akhirnya dia mau mengungkapkan apa yang dia rasakan dan masalah yang dihadapinya.
Contoh: halo...mungkin kamu merasa terganggu yah, tapi, aku mau mencoba tahu kamu siapa, dimana kamu tinggal dan bakat atau hobi yang kamu muliki? Jika gak boleh yaudah gak apa, maaf ganggu yah
Contoh 2:
A: haii
B: ngapain?
A: boleh tahu gak dari wilayah mana?
B: kepo banget sih
A: kan aku mau tahu aja
B: buat?
A: ya sekedar silahturahmi aja, ingin mencoba mendekat dengan yang lain
B: penting?
A: banget sih hehehehehe
B: wilayah Lucianus Emeratuz
A: oh...yang deket perumahan cluster itu yah
B: puas? Apalagi?
A: maaf yah ganggu
B: oh
A: saya Cuma mau tahu dan mendata aja, kalau memang kamu nanti tidak ingin diganggu, gak apa kok. Sekali lagi, saya minta maaf yah, tapi, kalau emang kamu mau ikut kegiatan kami, atau butuh temen curhat kasih tahu aja yah...


Teknik konseling dalam membangun komunikasi dengan yang lain

* Biasakan senyum dan bertanya apa kabar sebagai basa basi meskipun basi beneran
Usahakan bertanya dengan konsep ingin tahu dan berurutan mulai dari “ada apa”, “kenapa” “mengapa begitu” dan “bagaimana”. Harus seperti itu tanyanya? Iya, itu adalah komunikasi langsung dimana kita berusaha mendapat jawaban walau dalam kondisi yang emosional sekalipun.

*Relakan dirimu untuk mengalah dengan bertanya duluan dan bukan utarakan gengsi. Males kalau kalian memang berhadapan dengan orang yang buat sakit hati, tapi intinya, legowo lebih nyaman dan ikhlas dibanding memendam.

*Baper......hei hei yang hobinya baper, mohon untuk tidak menyerap dalam ke dalam hati. Seperti pepatah mengatakan “masuk kuping kiri keluar kuping kanan” terlalu sentimen membuat kalian mudah terbawa perasaan dan sulit bertanya kepada teman karena kamu terlalu merasakan dalam-dalam.

*Gunakan bahasa yang sederhana dan enak untuk dimengerti orang lain dan tidak menggunakan bahasa gantung diri sendiri “githu deh” “seperti itu” hmmm ya bisa diusahakan” kalau ke teman yang dikenal dan sesama bekerja dengan baik tak masalah, tapi dengan yang lebih tua? Diharapkan untuk bersiap mendapatkan mantra cacian.

*Jangan berbalik bertanya kecuali dalam sesi kamu sedang dicurhati orang lain. Berbalik tanya yang dimaksud adalah, saat sedang dalam pembicaraan logika dan serius mengenai bidang tertentu malah bertanya balik seolah menjadi debat, ini yang menjadi awal perpecahan karena saling debat pertahankan pendapat satu sama lain.

*Jangan merasa paling berjasa dalam hal apapun “saya selama 2 tahun berjuang sendiri lho, teman-teman tahu hal itu” “saya orang yang bekerja sendiri dan sibuk banget lho,  gak ada waktu” . saya sih menyarankan agar anda untuk pergi dari muka bumi ini. Eksis dan narsis boleh, tapi, jangan sekali menunjukkan kalau kalian mau dapat penghargaan. Melayani kaum sesamamu lebih beharga dibanding kamu harus mendapatkan penghargaan. Ikut casting aja.
Usahakan mencari tahu masalah pribadi, kalau memang dia percaya sama kamu aja, oke, jaga rahasia tersebut dan cukup kamu yang tahu.

*Masalah sama mantan atau orang yang pernah disuka dalam organisasi tersebut? Owhhhh kenapa mesti harus mundur? Maju ke depan aja, yang lalu biar berlalu kan? Jadikan musuh atau yang masa lalu menjadi teman dalam hal berbagi untuk bisa saling memaafkan kesalahan yang diperbuat di masa lalu.

*Saya dan aku adalah bahasa sopan dalam bertanya ke seseorang yang lebih berpengalaman
Kita adalah kamu, dan 2 orang temanmu atau sekedar kelompok kecil. Kami adalah kelompok besar yang dipakai dalam rapat atau diskusi. Ingat, jangan sekali kali menggunakan kata saya dalam diskusi, kecuali pengalaman pribadi yang di sharing. Kalau dalam presentasi laporan, kata saya menjadi fatal, mengapa? Akan ada pertanyaan balik “yang lainnya kerja?”

*No english epribadehhhhhh......usahakan bicara ke temanmu menggunakan bahsa yang Indo ajalah. Sampean kan asli Indo toh? Meski bisa bahasa inggris, bukan berarti harus dicampurkan? Itu menjadi tolak ukur dalam kebingungan bertanya yang baik ke orang lain.

KENDALA
Apa saja kendala yang dialami oleh kaum muda dalam komunikasi?

1). Baper.....bahasa yang mengandung unsur merendahkan, menjadi sasaran empuk terutama kalian yang muda dalam menjalani kegiatan. Apalagi perasaan kalian mudah terluka kan saat dikatai seperti itu? Hal ini menjadi pembelajaran bersama agar kita bisa menghadapi orang yang aneh dan hobi merendahkan kita suatu saat nanti dan bagaimana kita mengatasinya.

2). Cara ngomong.....gimana tuh yah cara ngomong ke dia.....caranya? baca kembali cara komunikasi dan mengenal ia masuk dalam golongan yang mana. Mudah bagi kalian dalam memasuki topik apa yang enak dibicarain sama dia?

3). Kepo dan stalker...ingat, gak semua orang itu sempurna. Ada yang hobinya baik aja di dunia nyata, tapi di dunia maya selalu terlihat alay dan emosional, begitu sebaliknya, seperti berbeda jauh. Usahakan agar kalian tidak mencampurkan antara dunia maya dan nyata. Lebih bagusnya lagi, kalian mengenal dia secara LIVE atau langsung depan mata.

4). Generasi berbeda....tua dan yang muda, lalu ada genk khusus dimana 1 gak datang, semuanya gak datang. Ebih baik kumpulkan semuanya untuk bisa saling berbagi satu sama lain dan tidak ribut sendiri2. Karena ada yang masih ngobrol sendiri, atau bareng sama genknya, hingga yang asing dan baru dikenalnya malah tidak dianggap, entah belum kenal atau merasa tua dan muda. Kalau memang yang muda gak ngerti, gunakan bahasa yang lebih sederhana. Kalau butuh yang tua buat sharing, jangan diidentikkan dengan umur.

“Memulai bersama-sama dan menjadi sukses bersama dan diakhiri bersama-sama. Menjadi pemimpin beda dengan bos. Karena pemimpin tidak mau maju depan dan menyuruh anak buahnya ke depan, dan menjadi bos adalah hal utama dia di depan sendiri dan menyuruh apapun yang ada di belakangnya untuk berjuang sendiri dan sebagai suatu kesalahan. Pastinya setiap bagian akan mempunyai bagian atau tugas yang nantinya akan berbeda dengan bidangnya, iyapppp itu tandanya kalian dilatih untuk jadi profesional....sekarang masih dibawah standar, sekarang pemula, dan besok....kalian yang gantian berada di atas orang yang merendahkan kalian.”



Sampai di sini dulu untuk tulisan yang saya muat, saya pamit dulu, dahhh
Created by:
Kristoforus Aristo
08999324163

aristo_potter (Line ID)

Tidak ada komentar: