Dalam berkomunikasi yang baik perlu
diperhatikan satu hal khususnya buat kaum muda. Baik itu remaja maupun yang
bekerja dan belum menikah. Hal ini dilakukan untuk bisa membina kaum muda untuk
bisa berkomunikasi dan bicara lebih baik dalam membina hubungan dengan
sesamanya.
Kategori dalam kaum muda ini terbagi
menjadi beberapa bagian:
Golongan
muda atau generasi kecil maupun yang baru beregenerasi.
Golongan tua yang kerap tidak mau eksis karena bekerja, malas
Golongan minder yang tidak mau bersosialisasi
Golongan tua yang kerap tidak mau eksis karena bekerja, malas
Golongan minder yang tidak mau bersosialisasi
Golongan
narsis yang ingin tampil sendiri
Golongan
sensitif yang merasa dirinya lebih benar
Baik, kira-kira apa yang ada di benak kalian dalam membangun komunikasi
yang baik seperti ini? Yap, rangkaian ini akan dijelaskan satu per satu sebagai
awal modul kalian dalam membina diri dengan sesamanya.
GOLONGAN
MUDA ATAU REGENERASI
Nah golongan ini adalah kaum muda yang masih SMA/SMK/Sederajat. Kaum ini
adalah kaum paling labil dimana kaum ini adalah kaum yang paling labil dalam
pengembangan emosi dan mudah sekali bergejolak emosinya bahkan tidak bisa
terkontrol. Generasi ini adalah kaum yang lebih mementingkan rasa “santai” “ntar
aja deh” dan belum bisa diberikan tanggung jawab penuh secara keseluruhan untuk
bidang ini. Walaupun dalam generasi OSIS dan MPK di sekolahpun, banyak
kesalahan yang terjadi pada organisasi ini hingga lebih banyak guru yang kerap
ambil bagian dalam tanggung jawab ini.
Kesalahan utama untuk kaum yang
berpengalaman adalah, memberikan tanggung jawab penuh pada yang muda tanpa
memberikan jaminan dalam tanggung jawab dan tugas yang ada. Hingga deadline
waktu yang diberikan menjadi hal yang kacau atau terbilang sia-sia.
Untuk penanganan kasus ini diberikan kondisi bagi kaum yang lebih tua
atau berpengalaman untuk ikut kerap menyatu menjadi teman bagi kaum muda,
sehingga mereka kerap terpengaruh untuk bisa bertanggung jawab dalam
pengembangan bakat mereka.usahakan kalian menjadi sosok yang BARU GAUL dengan
teman-teman kaum ini.
Contoh:
halo, kalian ngapain nih? Eh kalian ada yang bisa main alat musik atau bisa
teater gak?
Contoh
2: kalian kalau gak ada yang ngerti tanya aja gpp, kalian udah diberi tugas
yah, kalau bisa diberi waktu semingu, bisa apa gak? Kita mau kalian itu bisa
aktif dan ikut andil dalam tugas yang diberikan, tp kita juga mau kalian bisa
selesai tepat waktu dengan baik, kan enak hasilnya bisa sama-sama untung dan
gak ada miss komunikasi antar kita lagi.
GOLONGAN
KAUM TUA ATAU YANG SUDAH BEKERJA
Golongan ini adalah golongan yang bukan kuliah, rata-rata sudah bekerja
dan tinggal menunggu pernikahan. Kaum ini memang kerap sensitif dengan hal yang
dikaitkan dengan umur, kenapa? Dalam hal ini dikaitkan dengan kakak kelas yang
tidak naik kelas atau mereka yang setara dengan mahasiswa yang belum
lulus-lulus. Hal ini membuat mereka menjadi malas atau ogah-ogahan dalam ikut
kegiatan kaum muda. Hal ini juga dibiasakan dengan mencari kesibukan lain agar
tidak ikut dalam kegiatan kaum muda. Tetapi, tidak semua ogah dan malas dalam
ikut acara ini. Beberapa ada yang mau hadir saja dalam rapat tetapi dalam
kegiatannya tidak mengikuti, sehingga mereka hanya sebagai jasa penyalur
pengalaman kerja dan juga sebagai tempat sharing dalam berbagi pengalaman dalam
hal pribadi hati ke hati.
Kesalahan dalam golongan ini adalah,
mengkaitkan umur dengan kegiatan. Dimana yang umur tua diberikan tugas lebih
atau sebagai bahan lawakan yang tidak lucu “belum menikah” “ udah tua masih
ikut kegiatan” “ ngapain ikut campur sama yang muda”
Dalam kasus ini butuh tata bahasa yang sangat hati-hati dalam
berkomunikasi, karena mereka akan malas dan kerap tak mau lagi ikut dalam
kegiatan ini. Hal ini akan membuat semakin sedikitnya mereka yang mau ikut
kembali dalam kegiatan kaum muda dan lebih mengutamakan alasan “sibuk” padahal
ia ada di rumah dan tidak kemana-mana. Kecuali jika mereka memang punya usaha
atau jasa di rumah sendiri.ingat.
Dalam penanganan kasus ini adalah jangan memperhatikan umur tetapi lebih
ke arah pelaksanaan tugas yang diberikan atau sekedar mengikuti jalannya acara
dari kaum muda yang mengundang. Ingat, keterlibatan mereka juga penting dalam
berbagi sharing dan mengikuti jalan yang sudah di “planning” jauh hari oleh
kaum muda.
Contoh:
hai kak? Kak, boleh minta tolong? Bisa gak kakak bantuin acara kita sebagai
pembagi sharing dalam masalah yang dihadapi kami kak? Kami mohon kehadiran
kakak sangat penting sekali. Kakak bisa kan bantu kami?
Contoh
2:
A:
pagi kak?
B:
iya, kenapa?
A:
gini kak kita mau minta tolong kakak bantuin kita dalam acara yang kami
selenggarakan, kita kekurangan orang banget kak, dan lagi, kita nutuh saran dan
sharing dari kakak
B:
saya sibuk, maaf yah
A:
kakak ada di rumah? Kita butuh banget sharing sama kakak, sekalian main githu,
silahturahmi
B:
oh, begitu, hm baiklah, saya mau bantu deh, tapi saya Cuma bisa datang sharing dan
gak bisa lama2.....
A:
gpp kok kak, kakak dateng aj udh bersyukur banget buat kita semua.
GOLONGAN
MINDER
Nah ini yang fatal, golongan adalah golongan yang tidak mau datang
dengan alasan pribadi masing-masing, entah gak kenal, gak ada teman yang hadir,
maupun merasa asing di sana. Nah hal ini yang mampu membuat banyaknya kaum muda
yang menghilang bak ditelan bumi, bahkan banyak dari mereka yang mengganti
kontak maupun banyak alasan dipakai agar mereka tidak terlibat atau hadir. Mereka
juga kerap lebih banyak berdiam diri di rumah dan kerap habiskan waktu dimana
berkumpul dengan yang membuatnya aman dan bebas dari keasingan diri.
Golongan ini adalah golongan yang hanya mencari rasa aman dari dalam
dirinya dan tidak mau membaur karena takut dikira asing dan gak jelas. Hal inilah
yang harus direkontruksi pikirannya agar mereka menjadi sosok yang bisa membaur
dengan siapapun. Tugas yang muda dan yang tua adalah menarik dia untuk bisa
sedikit masuk dalam kegiatan yang dibuat agar dia kerap menunjukkan siapa
dirinya. Keliatan jelek atau bagus, kita masih butuh orang itu untuk membantu
kegiatan yang diselenggarakan. Meski orang tersebut marah-marah, ogahan dan
malas, tetap seret dan ajak dia kalau perlu paksa. Meski dibilang sama orang
lain “jangan dipaksa” tetapi ia ingin membuat kita berfikir “ kenapa kalian
peduli pada saya?” ingat lho, itu penting dalam pembinaan karakter yang akan
ditampilkan oleh si minder.
Contoh:
hei, kamu kok jarang keliatan, gabung yuk sama aku, ikut acaranya, ayolah, ada
aku kok, pasti enak, kalau memang kamu butuh teman, ke aku yah...atau mau cerita
apa2 tinggal bilang ke aku aja gpp....
Contoh
2:
A:
halo....
B:
kenapa?
A:
ada acara nih, mau ikut gak? Kita butuh kehadiran kamu banget
B:
gak bisa ikut, sibuk
A:
kalau githu mau ikut jalan2 gak? Yuk kita jalan
B:
gak mau, sibuk
A:
yaudah, tapi kalau butuh cerita, bilang ke aku yah
Selang
sejam kemudian
A:
lagi apa?
B:
kenapa sih mau tahu?
A:
aku cuma ingin kita berteman, dan siapa tahu kamu bisa gabung dan mau ikut
B:
oh begitu, perhatian amat sampe begitu pedulinya
A:
kita sesama teman dan satu organisasi, kenapa gak?
B:
makasih........
GOLONGAN
NARSIS
Golongan ini adalah golongan yang mengutamakan diri adalah utama dan
tidak peduli dia menjabat sebagai apa dan kebutuhannya apa. Yang jelas, saya di
sini sudah senor, pengalaman atau sudah ahli. Golongan ini membawa dampak buruk
bagi orang lain dan dirinya sendiri. Terkadang sangat bete dalam menghadapi
orang semacam ini. Apalagi untuk mereka yang merasa risih dengan kehadiran
mahluk asthral ini.
Golongan ini menggunakan caranya untuk bisa bekerja dengan konsep
dirinya, kemampuan dirinya, cepat, tangkas tanpa perlu perundingan dari
SIAPAPUN. Golongan ini membuat orang lain merasa malas berhadapan dengannya. Gaya
bicaranya merendahkan dan terkadang apa yang menjadi konsep orang lain adalah
salah dan tidak masuk akal. Hanya dirinya yang merasa benar dan semua
memandangnya sebagai bagian yang SEMPURNA.
Dalam penanganan kasus ini hal utama yang tepat adalah dengan mulai
tidak mendengarkan apa yang dibicarakan meski dalam konteks dia adalah orang
yang paling dibutuhkan dan tidak boleh dijauhi. Orang ini memang harus “dicuekin”
dalam hal bicara dengan konsep bahasanya yang tinggi. Terlebih dengan harus
banyak extra kesabaran tingkat maharaja gusti prabu Siliwangi tepatnya......
Contoh:
kamu punya konsep yang bagus, tapi, nanti harus tetap dibicarakan apapun
hasilnya, karena, hal utama adalah kebersamaan dengan yang lain. Yang lain juga
berhak tahu apa yang kamu bicarakan dan harus disetujui oleh banyak pihak
termasuk teman kita yang lain.
Contoh
2:
A:
haiii
B:
eh langsung aja, gw punya konsep mengenai program ke depan, dimana program ke
depan itu mampu memberikan motivasi dan pelajaran yang baik untuk kita,
terlebih kita sebagai sesama kaum muda, harus maju berjuang untuk mengedepankan
yang ada, jangan Cuma diskusi masalah keputusan karena harus bergerak cepat
A:
iya, saya tahu, tapi nanti dibicarakan lagi yah, soalnya yang lain juga berhak
tahu
B:
gak perlu, kita harus cepat, kalau nanti tidak cepat, kita ketinggalan sama
organisasi yang lain, masa sebagai..
A:
*angkat telapak tangan* gw ngerti banget...tapi, nanti harus sesuai prosedur
yang sudah ada, jika kamu punya, segera beritahu di rapat nanti dan konsep YANG
JELAS DAN MUDAH DIMENGERTI.
GOLONGAN
SENSITIF
Adalah salah satu golongan terparah yang mengedepankan penghargaan dan
imbalan serta luapan emosional dari yang pernah dia alami. Jasanya adalah orang
yang paling harus dikenal yang pernah ada di masalanya. Golongan ini
mementingkan dirinya, apa yang dia perbuat, imbalan yang harus ada. Penghargaan
yang harus diberikan padanya dengan paksaan. Serta menjadi sosok yang harus lebih
diagungkan daripada yang lain. Nah golongan ini juga terbagi dalam dua hal,
salah satu yang disebutkan tadi, sedangkan yang satunya adalah, orang yang
tidak pernah mau menerima suatu sindiran atau begitu emosional sampai disenggol
sedikit saja, marahnya sampai berlapis2.....dan tentu saja, pakai dendam agar
orang merasakan dirinya begitu ingin dihargai dan harus memakai bahasa yang
hati-hati dalam bertutur kata.
Yahhh bagaimanapun juga menyelesaikan masalah ini layaknya mengatasi
wanita yang sedang PMS, anak kecil yang Tantrum (marah sampai memukul dan
guling2an), pria yang diare dan remaja yang sedang putus cinta. Hampir sama
dengan tes kontrasepsi, sekali dicoba, hasilnya kelihatan, seperti orang
sensitif yang marah sedikit begitu di beri joke. Mengatasi hal seperti ini
memerlukan orang yang mampu bersabar dan mendekatinya berulang kali layaknya
anjing yang baru mengenal orang lain. Berkali-kali dicoba sampai akhirnya dia
mau menurunkan Defense Mechanism
(sebuah pertahanan yang dilakukan seseorang agar orang lain tidak perlu
mengetahui jati diri atau bertanya soal dirinya dan pribadinya) hingga akhirnya
dia mau mengungkapkan apa yang dia rasakan dan masalah yang dihadapinya.
Contoh:
halo...mungkin kamu merasa terganggu yah, tapi, aku mau mencoba tahu kamu
siapa, dimana kamu tinggal dan bakat atau hobi yang kamu muliki? Jika gak boleh
yaudah gak apa, maaf ganggu yah
Contoh
2:
A:
haii
B:
ngapain?
A:
boleh tahu gak dari wilayah mana?
B:
kepo banget sih
A:
kan aku mau tahu aja
B:
buat?
A:
ya sekedar silahturahmi aja, ingin mencoba mendekat dengan yang lain
B:
penting?
A:
banget sih hehehehehe
B:
wilayah Lucianus Emeratuz
A:
oh...yang deket perumahan cluster itu yah
B:
puas? Apalagi?
A:
maaf yah ganggu
B:
oh
A:
saya Cuma mau tahu dan mendata aja, kalau memang kamu nanti tidak ingin
diganggu, gak apa kok. Sekali lagi, saya minta maaf yah, tapi, kalau emang kamu
mau ikut kegiatan kami, atau butuh temen curhat kasih tahu aja yah...
Teknik konseling dalam membangun
komunikasi dengan yang lain
* Biasakan senyum dan bertanya apa kabar
sebagai basa basi meskipun basi beneran
Usahakan bertanya dengan konsep ingin
tahu dan berurutan mulai dari “ada apa”, “kenapa” “mengapa begitu” dan “bagaimana”.
Harus seperti itu tanyanya? Iya, itu adalah komunikasi langsung dimana kita
berusaha mendapat jawaban walau dalam kondisi yang emosional sekalipun.
*Relakan dirimu untuk mengalah dengan
bertanya duluan dan bukan utarakan gengsi. Males kalau kalian memang berhadapan
dengan orang yang buat sakit hati, tapi intinya, legowo lebih nyaman dan ikhlas
dibanding memendam.
*Baper......hei hei yang hobinya baper,
mohon untuk tidak menyerap dalam ke dalam hati. Seperti pepatah mengatakan “masuk
kuping kiri keluar kuping kanan” terlalu sentimen membuat kalian mudah terbawa
perasaan dan sulit bertanya kepada teman karena kamu terlalu merasakan
dalam-dalam.
*Gunakan bahasa yang sederhana dan enak
untuk dimengerti orang lain dan tidak menggunakan bahasa gantung diri sendiri “githu
deh” “seperti itu” hmmm ya bisa diusahakan” kalau ke teman yang dikenal dan
sesama bekerja dengan baik tak masalah, tapi dengan yang lebih tua? Diharapkan untuk
bersiap mendapatkan mantra cacian.
*Jangan berbalik bertanya kecuali dalam
sesi kamu sedang dicurhati orang lain. Berbalik tanya yang dimaksud adalah,
saat sedang dalam pembicaraan logika dan serius mengenai bidang tertentu malah
bertanya balik seolah menjadi debat, ini yang menjadi awal perpecahan karena
saling debat pertahankan pendapat satu sama lain.
*Jangan merasa paling berjasa dalam hal
apapun “saya selama 2 tahun berjuang sendiri lho, teman-teman tahu hal itu” “saya
orang yang bekerja sendiri dan sibuk banget lho, gak ada waktu” . saya sih menyarankan agar
anda untuk pergi dari muka bumi ini. Eksis dan narsis boleh, tapi, jangan
sekali menunjukkan kalau kalian mau dapat penghargaan. Melayani kaum sesamamu
lebih beharga dibanding kamu harus mendapatkan penghargaan. Ikut casting aja.
Usahakan mencari tahu masalah pribadi,
kalau memang dia percaya sama kamu aja, oke, jaga rahasia tersebut dan cukup
kamu yang tahu.
*Masalah sama mantan atau orang yang
pernah disuka dalam organisasi tersebut? Owhhhh kenapa mesti harus mundur? Maju
ke depan aja, yang lalu biar berlalu kan? Jadikan musuh atau yang masa lalu
menjadi teman dalam hal berbagi untuk bisa saling memaafkan kesalahan yang
diperbuat di masa lalu.
*Saya dan aku adalah bahasa sopan dalam
bertanya ke seseorang yang lebih berpengalaman
Kita adalah kamu, dan 2 orang temanmu
atau sekedar kelompok kecil. Kami adalah kelompok besar yang
dipakai dalam rapat atau diskusi. Ingat, jangan sekali kali menggunakan kata
saya dalam diskusi, kecuali pengalaman pribadi yang di sharing. Kalau dalam
presentasi laporan, kata saya menjadi fatal, mengapa? Akan ada pertanyaan balik
“yang lainnya kerja?”
*No english
epribadehhhhhh......usahakan bicara ke temanmu menggunakan bahsa yang Indo
ajalah. Sampean kan asli Indo toh? Meski bisa bahasa inggris, bukan berarti harus
dicampurkan? Itu menjadi tolak ukur dalam kebingungan bertanya yang baik ke
orang lain.
KENDALA
Apa saja kendala yang dialami oleh
kaum muda dalam komunikasi?
1). Baper.....bahasa yang mengandung unsur
merendahkan, menjadi sasaran empuk terutama kalian yang muda dalam menjalani
kegiatan. Apalagi perasaan kalian mudah terluka kan saat dikatai seperti itu? Hal
ini menjadi pembelajaran bersama agar kita bisa menghadapi orang yang aneh dan
hobi merendahkan kita suatu saat nanti dan bagaimana kita mengatasinya.
2). Cara ngomong.....gimana tuh yah cara
ngomong ke dia.....caranya? baca kembali cara komunikasi dan mengenal ia masuk
dalam golongan yang mana. Mudah bagi kalian dalam memasuki topik apa yang enak
dibicarain sama dia?
3). Kepo dan stalker...ingat, gak semua orang
itu sempurna. Ada yang hobinya baik aja di dunia nyata, tapi di dunia maya
selalu terlihat alay dan emosional, begitu sebaliknya, seperti berbeda jauh. Usahakan
agar kalian tidak mencampurkan antara dunia maya dan nyata. Lebih bagusnya
lagi, kalian mengenal dia secara LIVE atau langsung depan mata.
4). Generasi berbeda....tua dan yang muda,
lalu ada genk khusus dimana 1 gak datang, semuanya gak datang. Ebih baik
kumpulkan semuanya untuk bisa saling berbagi satu sama lain dan tidak ribut
sendiri2. Karena ada yang masih ngobrol sendiri, atau bareng sama genknya,
hingga yang asing dan baru dikenalnya malah tidak dianggap, entah belum kenal
atau merasa tua dan muda. Kalau memang yang muda gak ngerti, gunakan bahasa
yang lebih sederhana. Kalau butuh yang tua buat sharing, jangan diidentikkan
dengan umur.
“Memulai
bersama-sama dan menjadi sukses bersama dan diakhiri bersama-sama. Menjadi pemimpin
beda dengan bos. Karena pemimpin tidak mau maju depan dan menyuruh anak buahnya
ke depan, dan menjadi bos adalah hal utama dia di depan sendiri dan menyuruh
apapun yang ada di belakangnya untuk berjuang sendiri dan sebagai suatu
kesalahan. Pastinya setiap bagian akan mempunyai bagian atau tugas yang
nantinya akan berbeda dengan bidangnya, iyapppp itu tandanya kalian dilatih
untuk jadi profesional....sekarang masih dibawah standar, sekarang pemula, dan
besok....kalian yang gantian berada di atas orang yang merendahkan kalian.”
Sampai di sini dulu untuk
tulisan yang saya muat, saya pamit dulu, dahhh
Created by:
Kristoforus Aristo
08999324163
aristo_potter (Line ID)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar