Kenapa
harus ada hukum di agama Katolik? Bukankah kita agama yang berdasarkan cinta
kasih dan bebas dari suatu peraturan yang menentang kemanusiaan dan berdasarkan
landasan kasih dan pengampunan? Lalu kenapa harus ada peraturan haram dan najis
juga? Hal ini bukankah membuat kita hidup dalam hal yang tekekang dan terbebas?
Bagaimana penjelasannya?
Teman-teman
ku yang terkasih, dalam hal ini, kita juga bisa melihat bahwa semua ciptaan
Tuhan tidak ada yang baik dan satupun tidak ada yang membuat kita menjadi jatuh
dalam dosa. Tuhan sebagai sosok Pencipta yang sangat baik pada umat manusia,
mempunyai pengalaman kesalahan atas apa yang dilakukan terhadap Ciptaan
pertamaNya yaitu Adam dan Hawa yang telah melanggar memakan Buah Terlarang yang
membuat mereka terbuka matanya untuk melihat sisi malu dan ego dalam diri
masing-masing manusia. Tetapi apakah ini membuat kita malah dijauhi olehNya? Justru
tidak, bahkan Tuhan melihat bahwa bukan Adam dan Hawa yang salah, tetapi karena
mereka terbujuk oleh iblis yang dulu anakNya juga yang sengaja membuat
CiptaanNya jatuh dalam dosa. Akan tetapi, Tuhan tidak kecewa dan meninggalkan
begitu saja. Ia pun juga memberikan suatu larangan bagi manusia dalam memakan
binatang CiptaanNya. Seperti hewan yang tidak bersisik, hewan bercangkang dan
hewan mamalia yang rakus. Apakah Tuhan salah menciptakan mereka? Tidak, ada
maksud tertentu kenapa kita dilarang memakan hewan itu semua dan kenapa hewan itu
yang menjadi hewan yang haram dan najis dikonsumsi manusia?
Teman-temanku,
hal ini dikarenakan dalam analogi manusia, sebagai sosok orang tua, kita pasti
sewaktu SD dilarang untuk jajan sembarangan di pinggir jalan maupun membeli
jajanan yang terbilang kotor dan berada di tempat yang lembab. Pasti akan
melarang karena akan berdampak buruk seperti penyakit dan bahkan sampai ke
kematian karena saking kotornya jajanan tersebut. Hubungannya sama Tuhan? Sama kan.....Tuhan
kaan melarang kita sebagai hal yang najis karena kotornya binatang tersebut dan
lagi Tuhan tidak mau kita sakit dan menuju kematian hanya karena mengkonsumsi
makanan tersebut. Misalkan saja binatang tak bersisik bernama Lele, dimana apa
makanan Lele? Yaitu kotoran sisa pembuangan dari manusia, dan lagi saling
memakan satu sama lain (kanibal) jika dalam keadaan lapar. Masa Tuhan tega
melihat manusia kembali memakan kotorannya dalam binatang yang dimakannya? Begitupun
dengan mamalia Babi, Kucing dan Anjing yang tidak diperbolehkan konsumsi karena
mereka memakan makanan sisa dan menjilati kelaminnya sendiri kemudian kembali
memakan makanan tertentu. Seperti hewan bercangkang Kepiting, udang dan kerang
yang memakan makanan sisa dari laut dan ampas yang berada di terumbu karang
yang beracun dan memliki kadar asam garam yang tinggi.
Ingat
yah, bukan berarti kita menjauhinya dan melarang berhubungan dengan binatang,
itu yang salah. Karena semuanya adalah Ciptaan Tuhan yang harus kita lestarikan
dan sayangi sebagai bentuk kita sayang dengan Tuhan. Tetapi kita dilarang untuk
mengkonsumsi itu. Bukan berarti tak beralasan, tetapi kita dilarang karena
Tuhan sayang sama kita semua dan tidak mau kita mengkonsumsi makanan dari hal
yang kotor dan sisa pembuangan. Kita boleh memelihara mereka? Boleh dan sangat
boleh sebagai teman bermain juga bisa, tetapi untuk mengkonsumsinya? Mungkin tidak
ada larangan tertentu sih, iyalahTuhan kita Allah Bapa, sangat baik dan sudah
memberitahu larangan untuk kita. Toh jika kita yang bandel sendiri, itu sih
salah kalian. Layaknya seorang ayah yang baik, karena tidak ada hukuman yang
setimpal untuk kita yang maish muda. Toh, ada jalan dimana kita sadar bahwa
semua yang diberitahukanNya adalah baik untuk kita semua.
Demikian
tulisan saya hari ini, nantikan tulisan selanjutnya teman semua.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar