Secret

Senin, 06 Juli 2015

HUKUM HARAM (MAKANAN) DI AGAMA KATOLIK

     Kenapa harus ada hukum di agama Katolik? Bukankah kita agama yang berdasarkan cinta kasih dan bebas dari suatu peraturan yang menentang kemanusiaan dan berdasarkan landasan kasih dan pengampunan? Lalu kenapa harus ada peraturan haram dan najis juga? Hal ini bukankah membuat kita hidup dalam hal yang tekekang dan terbebas? Bagaimana penjelasannya?

     Teman-teman ku yang terkasih, dalam hal ini, kita juga bisa melihat bahwa semua ciptaan Tuhan tidak ada yang baik dan satupun tidak ada yang membuat kita menjadi jatuh dalam dosa. Tuhan sebagai sosok Pencipta yang sangat baik pada umat manusia, mempunyai pengalaman kesalahan atas apa yang dilakukan terhadap Ciptaan pertamaNya yaitu Adam dan Hawa yang telah melanggar memakan Buah Terlarang yang membuat mereka terbuka matanya untuk melihat sisi malu dan ego dalam diri masing-masing manusia. Tetapi apakah ini membuat kita malah dijauhi olehNya? Justru tidak, bahkan Tuhan melihat bahwa bukan Adam dan Hawa yang salah, tetapi karena mereka terbujuk oleh iblis yang dulu anakNya juga yang sengaja membuat CiptaanNya jatuh dalam dosa. Akan tetapi, Tuhan tidak kecewa dan meninggalkan begitu saja. Ia pun juga memberikan suatu larangan bagi manusia dalam memakan binatang CiptaanNya. Seperti hewan yang tidak bersisik, hewan bercangkang dan hewan mamalia yang rakus. Apakah Tuhan salah menciptakan mereka? Tidak, ada maksud tertentu kenapa kita dilarang memakan hewan itu semua dan kenapa hewan itu yang menjadi hewan yang haram dan najis dikonsumsi manusia?

     Teman-temanku, hal ini dikarenakan dalam analogi manusia, sebagai sosok orang tua, kita pasti sewaktu SD dilarang untuk jajan sembarangan di pinggir jalan maupun membeli jajanan yang terbilang kotor dan berada di tempat yang lembab. Pasti akan melarang karena akan berdampak buruk seperti penyakit dan bahkan sampai ke kematian karena saking kotornya jajanan tersebut. Hubungannya sama Tuhan? Sama kan.....Tuhan kaan melarang kita sebagai hal yang najis karena kotornya binatang tersebut dan lagi Tuhan tidak mau kita sakit dan menuju kematian hanya karena mengkonsumsi makanan tersebut. Misalkan saja binatang tak bersisik bernama Lele, dimana apa makanan Lele? Yaitu kotoran sisa pembuangan dari manusia, dan lagi saling memakan satu sama lain (kanibal) jika dalam keadaan lapar. Masa Tuhan tega melihat manusia kembali memakan kotorannya dalam binatang yang dimakannya? Begitupun dengan mamalia Babi, Kucing dan Anjing yang tidak diperbolehkan konsumsi karena mereka memakan makanan sisa dan menjilati kelaminnya sendiri kemudian kembali memakan makanan tertentu. Seperti hewan bercangkang Kepiting, udang dan kerang yang memakan makanan sisa dari laut dan ampas yang berada di terumbu karang yang beracun dan memliki kadar asam garam yang tinggi.

     Ingat yah, bukan berarti kita menjauhinya dan melarang berhubungan dengan binatang, itu yang salah. Karena semuanya adalah Ciptaan Tuhan yang harus kita lestarikan dan sayangi sebagai bentuk kita sayang dengan Tuhan. Tetapi kita dilarang untuk mengkonsumsi itu. Bukan berarti tak beralasan, tetapi kita dilarang karena Tuhan sayang sama kita semua dan tidak mau kita mengkonsumsi makanan dari hal yang kotor dan sisa pembuangan. Kita boleh memelihara mereka? Boleh dan sangat boleh sebagai teman bermain juga bisa, tetapi untuk mengkonsumsinya? Mungkin tidak ada larangan tertentu sih, iyalahTuhan kita Allah Bapa, sangat baik dan sudah memberitahu larangan untuk kita. Toh jika kita yang bandel sendiri, itu sih salah kalian. Layaknya seorang ayah yang baik, karena tidak ada hukuman yang setimpal untuk kita yang maish muda. Toh, ada jalan dimana kita sadar bahwa semua yang diberitahukanNya adalah baik untuk kita semua.


Demikian tulisan saya hari ini, nantikan tulisan selanjutnya teman semua.......

Tidak ada komentar: