Secret

Selasa, 14 April 2015

Kisah Remaja dan 10 Adik Asuh

     Aku pernah dititipi seorang anak. Jumlahnya 10 orang. Awalnya aku tak mau untuk bisa menjaga atau mengurusi mereka. Bagiku, anak kecil adalah hal yang mengganggu hidup orang lain. Bak raja yang selalu diutamakan. Bahkan anak kecil seorang yang pandai berbicara dan bersilat lidah. Yap, hari demi hari menjalaninya penuh dengan gangguan....semua hal yang menjadi milik kita adalah milik mereka juga. Dengan hanya menangis, mereka bagai memanggil pasukan dimana mampu menyalahi kita atas apa yang membuat mereka menangis. Merepotkan jika harus melihat air liur, menggendongnya dan melempar apapun ke arah kita. Bahkan melihat kotoran dan disuruh menggantinya saja, menjijikan untukku.

     Hal yang menyulitkan bagiku adalah dimana tidak ada orang tua dan kondisi sang anak sakit dan menangis terus. Melihat hal itu sesaat menjadi panik. Hal itulah yang membuat segalanya dalam diriku berubah. Hal ini membuat dunia dalam diriku berubah. Aku mengerti begaimana rasanya dalam memahami kondisi seperti itu. Kondisi dimana dulu aku juga begitu sewaktu kecil. Sekarang, semua tergantug padaku. Belajar bagaimana caranya mengganti popok, mandi bersama, menyuapinya dan memberinya kasih sayang. Saat aku tak kuat menahan sakit batin yang kuderita, mereka ikut menangis karena merasakan apa yang dirasa. Hal itulah yang membuat kuat dan menjadi sosok tegar yang penuh canda pada mereka agar mereka tak perlu mengerti dan memahami kesedihan yang dialami.

     Cukup sudah menjadi sosok manja, berusaha mencari uang demi mereka, walau ada sebagian orang tua yang tidak bertanggung jawab mengambil mereka kembali. Yap, hidup berubah  di saat mencari pekerjaan untuk menghidupi mereka. Kuliah yang keteteran, ditambah mereka tak mau tahu alasan apapun. Yahhh dunia memang kejam, tak kejam maka tak bisa bertahan, tapi aku sudah bersumpah, membahagiakan mereka agar mereka tak dendam pada apa yang dilakukan orang tua mereka. Hal yang kuterima dimana mengatai saya bodoh, meremehkan dan merendahkan saya, bahkan berusaha menindas karena mengira saya bodoh. Akan tetapi saya bertahan dengan apa yang ada. Beberapa dari dosen yang menurut saya pakar juga menurut saya adalah orang yang tidak wibawa. Bagaimana bisa mengatai dan merendahkan mahasiswanya sementara ia seorang pakar ahli dan ada yang S3? Saya pun hanya bisa mendoakan kelak akan terkena musibah atas apa yang dilakukannya. Yap, doa dari orang tertindas memang selalu terkabul, beberapa dari mereka direndahkan oleh orang lain.

     Beberapa dari mereka yang hobi menindas dan meremehkan akhirnya menjadi orang tertinggal dari apa yang mereka lakukan sebelumnya padaku. Dan lagi, beberapa dari dosen yang pernah menghina saya sudah tak terdengar namanya yang begitu populer, tetapi, aku tak dendam, karena memang kesalahanku, aku berusaha mendekati yang menghina saya dan berusaha bersikap baik pada mereka yang sudah menghina saya. Seperti layaknya anak kecil yang dibenci oleh orang dewasa, harus bisa membuat mereka tersenyum dan menyebar keceriaan pada mereka yang sudah melakukan sikap tak baik pada saya. Baik jika mereka menyesal dan meminta maaf, tetapi bagi saya percuma, yang lalu, sudah berlalu. Lembaran baru sudah kubuka saat 10 anak kupahami arti dari sebuah makna kasih sayang. Guruku sendiri adalah 10 bocah kecil yang mengajariku arti sabar dan kasih.

     Yayaya, hal yang menarik saat aku membuat sebuah cerita dimana ceritaku ini diawali hal baru dengan sebuah tulisan yang diterima dalam suatu stasiun tv sebagai karya baru dalam berkarir dan karya dalam tulisan dimana menyangkut hal dalam kehidupan sehari-hari. Meski banyak orang yang iri dan lalu membual dengan mengatakan bahwa dirinya buat buku dan buat karya dalam menulis, tetapi hal lain yaitu aku bisa mengerti dari cara berfikir mereka yang selalu berusaha iri. Tetapi, bukti yang kupunya tak satupun dari karya mereka yang berhasil didapatkan atau diterbitkan. Bagiku, seorang anak kecil dari yang membuat kuliahku ketetran hingga sampai berhasil sidang skripsi, apalagi kalau bukan dengan mereka. Baiknya lagi, mereka mengerti dari apa yang telah aku rasakan dan pahit yang telah aku alami. Walau mereka masih kecil, mereka akan menangis saat aku bersedih walau mereka sudah kenyang dan tenang. Bagiku, aku harus tegar dalam menghadapi situasi apapun. Terima kasih banyak bayi-bayi kecil....aku berterima kasih untuk banyak hal pada kalian.

     Bahkan saat aku lebih memahami mereka dibanding pacarku (sekarang mantan). 2 tahun menjalani hubungan dengan beda suku dan agama, aku menghargai apapun yang akan dilakukannya meski hanya satu pihak. Hubungan yang sudah tidak bisa dijalani lagi karena salah satu pihak memutuskan yaitu aku, aku akan berusaha melindungi nama baiknya walau nama baikku yang akan jelek. Aku belajar, walau sudah tak berhubungan harus tetap berbuat baik. Itulah ajaran dari para bayi yang membuatku berubah. Waktuku dengan teman dan sahabat lainnya baik kampus, tetangga maupun sahabat sendiri serta keluarga angkat dimana aku tak punya waktu untuk mengurusi mereka. Bahkan waktuku sudah kugunakan 90% hanya untuk para bayi. Tamu yang datang atau saudara datang, pasti akan kutititpkan di tempat lain agar teman atau tamu yang datang tidak mengganggu mereka.

     Aku bukan pengasuh, bukan ayah atau pacar yang baik, tapi aku, aku adalah Aris, aku bertanggung jawab terlebih dahulu pada malaikat kecil yang berhasil mengubah hidupku. Meski dalam kondisi sejelek atau aku dimanfaatkan oleh oknum yang tak suka denganku, aku tetap harus memberinya senyuman dan lembaran baru untuk bisa berbuat baik. Orang jahat, umurnya akan panjang, karena mereka tak pernah mau mengakui kalau mereka jahat. Tapi orang baik akan mengatakan dirinya jahat dan tak pantas berbuat baik. Yap, harus bisa membuka lembaran baru apapun itu, aku adalah aku, hidupku, akan kutentukan dari apa yang akan aku jalankan nanti.

     Meski aku dijuluki sebagai sosok yang mampu mempunyai kekuatan supranatural, tak sebagian dari mereka yang mengaku teman memanfaatkan segala hal tentang apa yang kumiliki untuk kepentingan diri mereka. Aku hanya menceritakan apa yang kualami dan apa yang kupunya untuk diri ini. Terima kasih untuk segala hal yang kalian perbuat untuk mengubah jalan hidupku.....legend of ten hero baby for me.

--Selesai--

Tidak ada komentar: