Dikisahkan tentang seorang remaja yang bernama Deny. Deny adalah seorang remaja yang brutal, pemarah, beraksi bak preman, tampan dan sombong. Disekolahnya dikenal sebagai sosok populer di kalangan wanita dan selalu bertindak kasar pada siapapun yang tidak ia sukai. Deny sosok yang tidak mengenal takut pada apapun, termasuk Orang tuanya. Orang tua Deny adalah seorang pengusaha kaya di bidang tambang batu berlian dan permata lainnya. Hidup Deny penuh dengan kemewahan dan tak ada hal yang tak bisa ia beli dengan mudah. Hidup Deny penuh dengan wanita seksi dan cantik yang tak akan bisa menolak pesonanya.Deny mempunyai dua orang sahabat, Alex dan Johan, dimana sahabatnya selalu membantu dirinya dalam kesulitan. Suatu ketika hidup dalam dirinya berubah. Berubah dimana Orang tua Deny pergi jauh dari rumah karena masalah internal. Ayah Deny adalah orang yang keras dan tak peduli dengan hal sekitarnya. Sementara Ibu Deny di cap sebagai sosok Baby Blues yang tak menyukai bayi yang ada di sekitarnya dan cenderung emosional. Deny yang dikirimkan surat dari Orang tuanya itu langsung merasa kecewa karena sedari kecil dirinya tidak dirawat oleh Orang tuanya dan tidak mendapat kasih sayang dari seorang Ibu. Orang tua walau kaya hanya meninggalkan sedikit uang di loker meja Deny, Tabungan di ATM dan Kartu KredIt yang terbatas jumlahnya yang bisa digunakan oleh Deny.
Keesokan hari, Deny belanja di sebuah supermaket untuk keperluan dirinya. sembari telepon dengan ayahnya dan mengatakan kapan pulang, ia mengambil barang satu per satu dan menaruhnya di troli belanja. Orang tua Deny tidak tahu kapan mereka akan pulang ke rumah, setelah Deny berbalik ke atah troli yang dia pakai, terkejutlah ia dengan sesosok bayi yang ia tak kenal dan tak tahu siapa pemiliknya. Deny yang susai belanja segera melaporkan ke bagian komplain service dan mengatakan bahwa tidak tahu siapa pemiliknya. Tetapi bagian komplain tersebut tidak mau kalau Deny meninggalkan begitu saja karena tidak tahu siapa kedua Orang tuanya dan dicap sebagau penculik. Bagian komplain menyuruh Deny menuliskan nama dan alamat lengkapnya serta nomor yang bisa dihubungi. Saat Deny menulis, terdapat surat yang dilihat oleh bagian komplain dan terdapat nama Deny dan alamat rumahnya. Beapa kaget dirinya dan bagian komplain saat nama yang alamat yang ditulis sama dengan kertas pada tulisan dalam bayi tersebut.
Hari Deny berubah saat dia tak tahu apa yang harus ia jalani keesokan harinya. Ia tak tahu bagaimana caranya merawat bayi dan mengganti popoknya, hidupnya selalu diganggu oleh bayi tersebut, makan tak bisa, tidur tak nyenyak, bahkan bayi tersebut meronta terus dan terus. Keesokan hari, ia menitipka bayi tersebut pada nenek tua di sebelah rumahnya. Nenek tersebut merawat Bayi itu sementara si Deny sekolah. saat Deny tiba di sekolah dengan jam terlambat. Dengan mengendarai Motor Sport dan helm, ia ngebut di jalan hingga nyaris menabrak banyak orang di sekitarnya. Dengan kecepatan tinggi, hampir saja ia mencelakai orang lain. saat tiba di sekolah ia melihat gadis yang menghalanginya yang nyaris tertabrak olehnya. Gadis itu terpana oleh ketampanan Deny. Alhasil, Deny membuka dan berteriak padanya dengan bahasa kasar. Gadis itu tidak menghiraukan dirinya dan menatapnya dengan penuh ekspresi melamun. Gadis itu menyentuh dada Deny, kemudian menyentuh wajahnya. Deny langsung menangkis semuanya dan mengatakan bahwa gadis itu aneh. Seketika, Deny meninggalkannya dan melompati pagar sekolah dan masuk seenaknya. Gadis itu sangat terpana dan menyukai Deny. Ternyata, gadis itu bernama Mely, dan memutuskan untuk sekolah lagi dan bilang ke Orang tuanya bahwa ia mau sekolah lagi. Orang tua Mely sangat kaget karena selama 2 tahun terakhir, Mely tak pernah mau sekolah.
Saat di kelas Wali kelas Deny yaitu Ibu Nia yang terkenal galak dan tegas, justru menaruh perhatian pada Deny dan tahu bahwa dirinya mengalami gangguan psikis pada keluarganya. Apapun yang terjadi pad aDeny di sekolah atau selama orang tuanya tak ada, Ibu Nia bertanggung jawab pada Deny. Saat mengajar, betapa kaget Deny karena kedatangan murid baru dimana murid itu bernama Mely, orang yang nyaris dia tabrak tadi pagi. Saat menjelaskan nama dan alamat rumahnya, Mely langsung duduk di sebelah Deny yang kebtulan bangkunya kosong dan tidak ada murid yang mau duduk di sebelah Deny. Mely yang sanhat terpana, langsung mengajak Deny bermain di meja belajarnya dengan sgudang mainan. Deny sangat kaget karena yang dibawa Mely adalah mainan dan bukan buku pelajaran. Mengetahui bahwa selama jam pelajaran Mely mampu menjawab semua pertanyaan dari guru yang mengajar, Deny pun memanfaatkan dirinya untuk bisa mengasuh bayi yang sedang berada di rumahnya.
Karena begitu kelelahan dan tak mendengar nasehat Melly, Deny pun tertidur. Melly yang pintar malah mengasuh si Bayi dan merawat si bayi bahkan tinggal serumah dengan Deny. Tetangga yang kebingungan itu langsung kaget karena Deny dan Mely masih mudah untuk mempunyai momongan bahkan menikah. Hari demi hari Deny sangat berubah. Ia tahu bahwa dirinya adalah orang paling bisa seenaknya ternyata tak bisa membayangkan apa yang terjadi untuk dirinya. Ternyata, Mely adalah orang yang cerdas dan memiliki IQ 195. Betapa mudah ia menjawab soal dan mengalahkan teman yang tergolong pintar di kelasnya dan dibenci oleh sekitarnya. Kehidupa Mely diketahui oleh tetangganya yang memberi tahu kepada Deny tentang sosok Mely karena hanya beda blok rumah. Betapa kagetnya ia saat kepintarannya membuatnya dijauhi oleh guru dan teman-temannya. bahkan tak ada yang mau berteman dengannya. Bertemu dengan Deny yang keras dan kasar padanya, membuat Deny berubah total dan lebih menyayangi Mely karena merawat dirinya. Mely sekamin suka saat Deny mengelus kepalanya untuk lebih tegar dan sabar.
Deny semakin hari menyayangi si bayi itu dan memberi nama Teddy. Bayi itu tidak mau minum susu formula. Belakangan diketahui bahwa Teddy mau minum susu dari ASI seorang Ibu. Teddy yang kesana kemari mencari IBu dari sebuah komplek hingga ke rumah susun sampai ke apartement, bahkan mencari mantan-mantannya untuk memberikan ASI. tetapi dirinya ditolak bahkan ditampar karena sebagai pria tindak tanggung jawab yang punya anak di luar nikah karena kebandelannya bermain dengan perempuan lain di masa kenakalannya. Mengetahui bahwa dirinya harus mencari pekerjaan, ia pun mencari pekerjaan dari Jakarta hingga ke Tangerang. Saat ke Mini Market, ia pun sempat mengurangi pembelian kebutuhan dirinya dan alah membeli susu formula untuk si Teddy. Bahkan dirinya tidak sekolah hanya demi mengurus Teddy. Tidurnya menjadi terbiasa ketika Teddy menangis hanya karena lapar atau buang air. Deny yang dulu, kerap kali meninggalkan atau meneriaki si Teddy untuk tidak mengusik atau mengganggunya. Berkali-kali masuk kantor polisi hanya untuk mencuri susu formula demi Teddy. Bahkan Bu Nia kerap dicap sebagai orang tua Deny bahkan heran kenapa Deny memiliki anak di usia muda dan tidak tua sedikitpun. Bu Nia tidak pernah menyerah membantu Deny dan tahu ia berjuang sendirian hanya untuk memenuhi kebutuhan Teddy. Mely berpesan bahwa ia tidak akan meninggalakn Deny apapun yang terjadi dan memberinya semangat agar berjuang bersama. Bahkan Mely siap menjadi Ibu bagi si Teddy. Saat pulang dan tertawa dengan Teddy, orang tua si Deny pulang dan kemudian kaget karena merasa bahwa hal terburuk datang dari apa yang dibawa Deny. Tetapi sangat kaget orang tua Deny karena melihat perilaku Deny berubah total dengan bangun pagi dan memberinya susu. Bahkan saat orang tua Deny tak au bicara atas kesalahan Deny. Bahkan Deny berbohong pada Publik, Orang tua, sekolah dan teman-temannya bahwa Teddy adalah anak hasil hubungan gelap agar Deny bisa melndungi Teddy. Mely yang geram karena omongan banyak yang menjelekkan Deny langsung mengumumkan bahwa ia dan Deny sudah berhubungan dan Teddy adalah anaknya. Deny pun marah dan bertengkar dengan Mely sampai Teddy menangis karena Deny dan Mely saling membentak. Mely pun menangis karena melihat Deny berjuang sendiri dan tak ada yang mau membantunya dan ia ada hanya untuk Deny. Betapa kaget Deny bahwa selama ini Mely mencintai dan menyukai dirinya demi hal yang tidak ia ketahui. Saat orang tua Deny memutuskan untuk merawat Teddy agar Deny bisa kembali sekolah lagi, ia pun terkejut karena Teddy dibawa ke rumah sakit karena panas tinggi. Deny yang panik langsung ke Rumah sakit dan memarahi Ibunya karena tak becus merawat Teddy sama seperti tak pernah mau merawat dirinya. mendengar hal itu ayah Deny langsung menampar dirinya. Ibu Deny meminta maaf karena kesalahan di masa lalunya. Teddy terkena radang paru yang membuatnya kesulitan selama bernafas. Berada di ruang terapipun Deny tak tega meihat Teddy menangis terus dan terus. Saat kembali ke rumah, Deny mengambil baju untuk Ibunya dan kagetlah ia saat menemukan buku kisah mengenai Deny sewaktu kecil di loker Ibunya. Ia pun kaget dan menangis bahwa dirinya sama seperti Teddy dan sakit yang dialaminya. Deny adalah anak yang dititipkan ke ayahnya sewaktu bayi dan mengalami sakit radang paru sama seperti Teddy. Deny meminta maaf pada Ibunya dan Ibunya menjelaskan kenapa ia menjadi sosok yang membenci anak-anak karena ia takut mencelakai anak-anak sama seperti ia salah karena merawat Deny.
Teddy pun sembuh dari penyakit berkat pertolongan yang cepat dari dokter. Karena bukan anak kandung, secepatnya ia harus diadopsi karena tidak ada orang tua yang bertanggung jawab. Belum lagi akte keluarga Deny tidak menerima anak kembali dari orang tua Deny, kecuali Deny sendiri yang mengangkat anak. Tetapi karena keputusan Deny dimana ia bahagia tidak ada Teddy dan kembali normal hidupnya, ia pun memutuskan membuat surat adopsi untuk orang lain. Kekecewaan hadir pada diri orang tua Deny yang bahkan lebih kejam dari Ibu Deny dimana menjualnya pada orang lain, termasuk Mely, Alex dan Johan. Tetapi, Deny tetap nyaman jika Teddy pergi jauh darinya.
Keesokan harinya Deny bangun sendiri karena mendengar tangisan Teddy, tetapi saat bangun, semua hanya ilusi belaka. Seketika ia mendapat pesan singkat dari ponselnya dari Mely yang mengatakan Teddy sudah dapat orang tua angkat dimana yang mengangkatnya seorang Bangsawan Ningrat Yogyakarta Keraton Solo dan akan membawanya ke Luar Negeri yaitu ke Singapura untuk mendapat pengasuhan dan pendidikan yang baik dari keluarga ningrat tersebut. Kegalauan terjadi pada diri Deny, hingga akhirnya ia pergi ke Bandara Soekarno - Hatta untu mengambil kembali Teddy. Pesan terakhir Mely, jika Deny adalah ayah yang baik dan menyayangi dirinya, iapun tak mau jika harus dipisahkan dari ayah yang sudah mengasuhnya.
Saat di bandara, Mely, Alex dan Johan pun segera bertemu dengan yang ingin mengadopsi Teddy. Keluarga Ningrat tersebut bernama Aristo Pratama Sugerstihandoyo. Ia pun segera menyerahkan surat adopsi kepada ketika Teddy diserahkan kepada Aris. Anehnya, Mely dan dua sahabat Deny tahu bahwa nigrat tersebut adalah murid ketiga dari peramal kondang Mama Laurent setelah murid pertama Baby Djenar menggantikan posisinya. Kemampuan dalam menebak isi hati orang lain sangatlah tepat. Aris terlihat aneh dalam menggendong Teddy. Teddy terus menangis dalam gendongannya dan membisikkan di telinga Teddy dan seketika Teddy langsung diam. Aris bertanya kepada Mely, Alex dan Johan, dimana apakah dia pernah dekat dengan seseorang sebagai sosok figur ayahnya? Mely pun menjawab pernah dekat tetapi dia tak mau tahu kalau anaknya bukan urusannya lagi. Kecewapun terungkap dari mulut Aris. Tetapi ia mengatakan kalau Ayahnya akan datang untuknya di saat terlambat. Mendengar hal itu, kegetlah mereka bertiga dan mengenok ke belakang mencari Deny yang tak kunjung tiba di bandara. Aris menginginkan mereka bertiga mengantarnya sampai ke lobby akhir. saat lain dimana Deny mengebut dengan motor sportynya dan nyaris menabrak orang sana sini hanya untuk menemui Teddy.
Saat sampai, ia berlari sambil memanggil nama Teddy. Tetapi saat di lobby akhir, Mely menangis karena mmengatakan kemana saja dan sudah terlambat. Mendengar hal itu Deny berlari masuk dan menerobos antrian demi menemui Teddy. terlaku jauh hingga mau masuk ke dalam pesawat sambil mengantri. Deny yang berusaha melewati pihak keamanan tersebut berusaha menemui Teddy yang nyaris masuk ke dalam ruang pesawat. Disaat akhir yang tidak bisa melihat karena sudah tertangkap lima pihak keamanan, melihat hal itu sontak semua yang mengantri ketakutan dan melihat sosok Deny yang berteriak memanggil Teddy yang digendong Aris.
Deny: Teddy........TEDDY.......PAPA DI SINI NAK, KEMBALIKAN TEDDY, ANAKKU, KEMBALIKAN ANAKKU (menangis).. itu anakku, aku mohon padamu...
(Teddy menangis dan meronta sambil mengadahkan tangan ke Deny)
(Aris melihat Teddy sambil berbisik pada Teddy)
Aris: kau mengenalnya? jadi itu ayahmu yang suka membuatmu menangis dan tertawa? lantas, kenapa kau masih ingin memintanya untuk dikembalikan padanya? bersamaku, kamu akan jadi orang hebat....
(Teddy melihat Aris sambil menangis dan meronta)
Aris: begitu? jadi bahagia dan berusaha untuk memenuhi keinginanmu yah??........CUKUP!! (berteriak pada pihak kemaanan) LEPASKAN DIA.....
Pihak Keamanan: tapi raden...dia......
(datang ke arah Deny)
Aris: kau ayah dari anak ini? lantas, mengapa kau berusaha meninggalkannya? kau juga tidak menginginkan dia bukan?
Deny: aku memang ayah yang buruk, aku bukanlah seorang ayah karena aku masih remaja....aku memang remaja nakal yang suka onar. tapi aku tahu satu hal......berkat Teddy, hidupku berubah.....aku tahu rasanya jadi orang tua saat aku kurang kasih sayang dari orang tua....dan jika memang aku dipisahkan olehnya, izinkanlah aku membuatnya tidur dan menggendongnya, untuk bisa kau bawa.
(Aris menyerahkan Teddy pada Deny dan Deny menangis bersama dengan Teddy sambil memeluk erat)
Deny: maaf yah.....maafkan papa yah.....papa bukan orang baik. papa hanya berharap, kamu bis amenjadi apa yang terbaik buat diri kamu. papa gak mau kamu sakit jika ikut papa...kamu akan mendapat apapun yang kamu mau di sana (menangis)
(Teddy menangis keras sambil memegang erat baju Deny)
(penumpang lain ikut memperhatikan dan ada beberapa yang ikut menangis)
(Aris berdiri dan berbalik)
Aris: well.....kita berangkat sekarang, bye Teddy (senyum)
Deny: tapi...tapi....
(Penumpang lain berteriak senang dan memberi tepuk tangan)
Aris: kau bukan seorang ayah, tapi, anak yang mengerti siapa orang tua, dialah orang tua yang baik untuk dirinya, dan akan bahagia dengan memiliki orang tua seperti kamu.
Deny: bagaimana mungkin kamu bisa tahu hal itu?
Aris: aku melihat semuanya.....ini kartu namaku...seringlah main ke tempatku....bye Teddy....ini surat adopsinya, semuanya aku serahkan padamu....selamat tinggal
Deny: TERIMA KASIH......terima kasih (sambil menangis dan menunduk)
Di akhir kisah ini, Teddy menjadi anak angkat bagi Deny, dan tak tanggung-tanggung, Mely bahkan bersedia menjadi Ibu bagi Teddy...dengan kebahagiaan seperti itu, Orang tua Deny bangga akan anaknya yang mau mencari pekerjaan untuk kehidupan Teddy. Mely mendapat prestasi tertinggi di sekolahnya bahkan dia senang saat Deny datang dan mengelus kepalanya. akhirnya, Teddy dan Deny menjadi sosok ayah dan anak yang hidup senang bahkan tak bisa terpisahkan. kebahagiaan Deny adalah Teddy dan Teddy adalah obat sakit Deny dan Teddy adalah anak beruntung yang mengubah jalan hidup orang banyak
--SELESAI--
Created By: Aristo Pratama
Thanks to: Geun Suk ssi (Baby and Me Movie)
Ricky (The Secret Life Movie)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar