Secret

Rabu, 15 April 2015

Cerita mengenai interview

Perhatian ini ditujukan pada Dinas Tenaga Kerja. Suskes hari ini menyamar sebagai salah satu yang melamar pekerjaan dimana mengambil bagian dari HRD Recruitment. Saya pun juga sudah baca prosedur perusahaan dan kerja di bidang apa, tapi harus sesuai prosedur penyamaran sebagai seorang yang bodoh agar tak ketahuan sama sekali, agar proses analisis berjalan dengan baik. Uniknya lagi adalah, diwawancara tanpa seleksi terlebih dahulu. Dan proses interview berjalan semestinya dengan penuh sisi yang tidak baik. Bayangkan saja, pewawancara berasal dari SMK dan hanya lulusan dari SMK yang menjadi profesional HRD? Aduhhh rusaklah dunia ini. Terlebih lagi, saat saya uji dengan sok kepolosan, dia malah meminta perbaiki kalimat dan bukan daftar wawancara dan kerap menyuruh yang melamar bertanya dengan paksaan. Haduh2.....kapan benernya perusahan ini. Belum apa2 sudah diterima tanpa Psikotes sedikitpun. Ahahaaha dengan logat terakhir saya meminta jawab pertanyaan yg saya ajukan tapi dia tak tahu tentang pertanyaan yg saya ajukan. Malah menjawab dengan melibatkan orang lain yg harus menilai. Kriteria macam apa ini. Ternyata tak lebih dari sebuah gangguan psikologis top syndrome yahhh hanya memikirkan dirinya yang penuh wawasan luas dan profesionalitas tapi tak bisa seleksi dan berwawancara yang baik dan benar. Pesan dari Himpunan Psikologi akan cepat mengecek prosedur yang ada di sana. Sekarang balik dulu ke kantor, tinggalkan wajah polos dan lugu dan kembali jadi pemimpin yang mengayomi banyak anak buahnya.

Tidak ada komentar: