Pernah terlintas
bahwa keluarga adalah hal utama dalam sebuah kepercayaan? Pernahkan terpikir
konflik mulai terlibat pertama kali dalam keluarga yang berbeda pendapat? Dalam
keluarga timbul adanya berbagai macam pendapat dan kasih di dalamnya. Dalam hal
ini kita membahas mengenai keluarga dan bagaimana membina keluarga yang baik
dalam suatu keluarga kecil. Terlebih banyaknya kasus keluarga yang depresi
menelantarkan anak bahkan sampai membuat anaknya tewas dalam kemarahannya.
Hal dimulai dari
keluarga yang sehat, apa itu keluarga sehat? Keluarga sehat adalah keluarga
yang tidak mengutamakan diri sendiri dan cenderung masuk dalam lingkungan kasih
sayang yang mengutamakan kepentingan bersama dalam keluarga itu sendiri.
Keluarga sehat lebih menerapkan disiplin yang tidak menerapkan sistem hukuman
dalam berbuat salah. Sistem dalam berbuat salah akan membuat keluarga tersebut
menjadi sosok keras hati dan kepala serta lebih mementingkan egois dan mencari
hal yang aman agar masing-masing tidak terlibat masalah satu sama lain.
Keluarga dalam
arti kata umumnya adalah masyarakat dalam lingkungan terkecil. Terdapat 2-5
bahkan lebih orang yang memiliki pendapat dan cara yang berbeda dalam menjalani
hidup. Musyawarah di sepakati demi tujuan bersama. Di dalamnya terdapat Ayah,
Ibu dan anak. Ada yang tinggal bersama keluarga besarnya seperti Kakek, Nenek,
Paman dan Bibinya. Salah satu menjadi kepala keluarga, yang membuat peraturan
dalam komunitas keluarga dan mencari nafkah demi anggota keluarganya. Salah
satunya berkewajiban melayani dan merawat anggota keluarga dan tempat mereka
tinggal. Sedangkan anak, bertugas mempelajari ilmu dan kehidupan sosial
masyarakat sekitar demi meneruskan atau membentuk keluarga sendiri.
Keluarga dibagi menjadi keluarga sehat, netral
dan tidak sehat. Mengapa demikian? Adanya keluarga bermacam-macam seperti yang
disebutkan memastikan bahwa dalam bentuk kehidupannya apakah mengganggu
masyarakat, dibutuhkan masyarakat atau malah menjadi memperburuk masyarakat
sekitar. Hal yang sudak mengganggu kehidupan sosial di sekitarnya disebut
sebagai keluarga yang tidak sehat. Keluarga sehat adalah keluarga yang memiliki
sosialisasi yang tinggi. Akan tetapi jika sosialisasi tersebut digunakan untuk
menaikkan diri keluarganya, alhasil sama saja dengan keluarga sakit yang
menginginkan sesuatu dengan mengganggu sosial sekitar termasuk 1-3 bagian
keluarga lain di sekitarnya. Keluarga sehat adalah keluarga yang mau membantu
sekitarnya dan wajib menaati peraturan yang dibuat oleh lingkungan sekitar dan
menjalaninya dengan ikhlas sembari membagi pengalaman dalam kehidupan
keluarganya dan tidak terpengaruh hal yang merugikan keluarganya sendiri.
Keluarga netral adalah keluarga yang tidak mau bersosialisasi tetapi masih
ramah dan nyaman diajak sosialisasi, lho kok? Maksudnya? Yah keluarga yang
tidak mau mengikuti kegiatan yang ada di sekitarnya tetapi masih menaati
peraturan yang ada di lingkungan masyarakat sekitarnya, tetapi cenderung
menarik diri dari kegiatan sehingga tertutup dalam pergaulan lingkungan
sekitar. Keluarga netral bisa menjadi sehat apabila keluarga tersebut tidak
mengikuti jalan yang merugikan dirinya dan keluarganya. Keluarga netral bisa
menjadi sakit apabila berubah menjadi tertutup dan mengganggu lingkungan
sekitarnya.
Dalam hal
keluarga, pastinya ada keluarga yang tidak sehat yang menerapkan sistem
disiplin dan hukuman dalam peraturannya. Itu dibuat agar salah satu anggota
keluarga tidak ada yang menjadi pemberontak dan bersikap dalam pengendalian
keluarga yang mengepalainya. Hal yang terlintas di pikiran saya sebagai penulis
adalah, lebih menjadikan diri sebagai keluarga yang tidak terlalu sehat dan
tidak sakit.
Keluarga yang
sakit adalah keluarga yang tidak pernah mementingkan kepentingan anggota
keluarganya. Semua dilakukan dalam keputusan bersama dan tidak pernah
didiskusikan dengan anggota keluarga yang lain. Keluarga yang sakit tak akan
pernah mau diubah cara pemikirannya kepada siapapun. Keluarga yang sakit adalah
keluarga yang tidak pernah mau memikirkan lingkungan sekitarnya. Langkah
mengetahui keluarga yang sakit adalah sebagai berikut:
- Protective, yaitu dimana
semua anggota keluarganya tidak boleh bergaul dengan siapapun atau
dimanapun. Hal ini membuat anggota keluarga menjadi kuper dan bahkan tidak
dari siapapun diantara yang mengenalnya menjadi temannya bahkan malah
menjadi musuhnya sendiri.
- Curigaan, yaitu dimana
anggota keluarga tadi menjadi curiga dan timbul rasa ingin tahu. Setelah
tahu, timbul rasa ingin menjatuhkan orang tersebut dan tidak akan pernah
memberikan kesalahan kedua. Dalam hal ini. Kesalahan dari lawan atau
sesama yang mengenalnya tidak diterima. Semua harus sama dengan diri orang
yang curigaan ini.
- Egois, yaitu mengutamakan
diri sendiri agar tidak berubah sesuai jalan pikiran yang dimaunya. Tidak
ada yang dia inginkan selain dari apa yang dia mau. Tidak boleh ada yang
mendahuluinya sebelum dirinya terpenuhi keinginannya.
Memang tidak
semua keluarga itu jahat atau jelek. Cara tiap masing-masing dalam membina
keluarga adalah hak tiap keluarga itu sendiri. Yang paling penting adalah,
tidak membuat keluarga menjadi sosok yang sakit jiwa atau gangguan jiwa.
Gangguan dan sakit berbeda lho yah. Membina keluarga yang mengalami gangguan
dan sakit mental tidaklah sulit dan tidaklah mudah. Banyak cara yang memang
tidak sesuai seperti mengikat dan mengkaitkannya dengan roh halus. Hal ini
harus dikonsultasikan ke Psikolog agar pulih dan tidak awam dalam mengenal
keluarga yang anggotanya punya gangguan dan sakit mental.
Hal yang bisa kita berikan dalam pertolongan pertama adalah:
Tidak panik, karena panik akan membuat diri
sendiri ikut dan larut dalam masalah yang dihadapi anggota keluarganya.
Jangan langsung mengkaitkan dalam dunia
mistis....hello walau dunia canggih masih ada yang kayak begini sih wajar,
tapi, masa iya anda Cuma numpang agama KTP? Ada Tuhan keles yang siap
memberikan bantuan danpercaya padaNya, ujian pasti bisa dilalui
Jangan dipasung atau diikat layaknya orang yang
sedang kalap. Memang sulit mengkaitkan jika gangguan muncul tiba-tiba dengan
kesurupan. Tetapi kan beda jauh antara gangguan jiwa dengan kesurupan
Berikan pelukan pertama sebagai tanda bahwa kita
masih menyayangi dan prihatin karenanya.
Berikan makan dan minum juga agar tidak
dehidrasi dan kekurangan gizi. Meski tak bisa, setidaknya usahakan agar ada
asupan yang masuk dan tidak dimuntahkan kembali.
Memang akan menjadi suatu yang berbeda, tetapi
masalahnya adalah, dengan sifat yang sudah berubah menjadi orang lain, apa iya
kita masih harus menjauhinya karena tak sempurna, coba jika itu terjadi pada
diri anda sendiri.
Berikan senyuman dan jangan tangisi orang yang
gangguan atau sakit tersebut, gejolak lain yang timbul mereka akan merasa takut
dan semakin berontak.
Penting bagi kita dalam memberikan suatu yang lebih pada
anggota keluarga yang memiliki masalah. Jangan menjauhinya dan jangan pernah
membuatnya semakin menjauh dari keluarganya sendiri.
Sekian dari Aris, terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar