Secret

Jumat, 15 Mei 2015

MEMBINA HUBUNGAN DALAM KELUARGA

     Pernah terlintas bahwa keluarga adalah hal utama dalam sebuah kepercayaan? Pernahkan terpikir konflik mulai terlibat pertama kali dalam keluarga yang berbeda pendapat? Dalam keluarga timbul adanya berbagai macam pendapat dan kasih di dalamnya. Dalam hal ini kita membahas mengenai keluarga dan bagaimana membina keluarga yang baik dalam suatu keluarga kecil. Terlebih banyaknya kasus keluarga yang depresi menelantarkan anak bahkan sampai membuat anaknya tewas dalam kemarahannya.

     Hal dimulai dari keluarga yang sehat, apa itu keluarga sehat? Keluarga sehat adalah keluarga yang tidak mengutamakan diri sendiri dan cenderung masuk dalam lingkungan kasih sayang yang mengutamakan kepentingan bersama dalam keluarga itu sendiri. Keluarga sehat lebih menerapkan disiplin yang tidak menerapkan sistem hukuman dalam berbuat salah. Sistem dalam berbuat salah akan membuat keluarga tersebut menjadi sosok keras hati dan kepala serta lebih mementingkan egois dan mencari hal yang aman agar masing-masing tidak terlibat masalah satu sama lain.

     Keluarga dalam arti kata umumnya adalah masyarakat dalam lingkungan terkecil. Terdapat 2-5 bahkan lebih orang yang memiliki pendapat dan cara yang berbeda dalam menjalani hidup. Musyawarah di sepakati demi tujuan bersama. Di dalamnya terdapat Ayah, Ibu dan anak. Ada yang tinggal bersama keluarga besarnya seperti Kakek, Nenek, Paman dan Bibinya. Salah satu menjadi kepala keluarga, yang membuat peraturan dalam komunitas keluarga dan mencari nafkah demi anggota keluarganya. Salah satunya berkewajiban melayani dan merawat anggota keluarga dan tempat mereka tinggal. Sedangkan anak, bertugas mempelajari ilmu dan kehidupan sosial masyarakat sekitar demi meneruskan atau membentuk keluarga sendiri.

     Keluarga dibagi menjadi keluarga sehat, netral dan tidak sehat. Mengapa demikian? Adanya keluarga bermacam-macam seperti yang disebutkan memastikan bahwa dalam bentuk kehidupannya apakah mengganggu masyarakat, dibutuhkan masyarakat atau malah menjadi memperburuk masyarakat sekitar. Hal yang sudak mengganggu kehidupan sosial di sekitarnya disebut sebagai keluarga yang tidak sehat. Keluarga sehat adalah keluarga yang memiliki sosialisasi yang tinggi. Akan tetapi jika sosialisasi tersebut digunakan untuk menaikkan diri keluarganya, alhasil sama saja dengan keluarga sakit yang menginginkan sesuatu dengan mengganggu sosial sekitar termasuk 1-3 bagian keluarga lain di sekitarnya. Keluarga sehat adalah keluarga yang mau membantu sekitarnya dan wajib menaati peraturan yang dibuat oleh lingkungan sekitar dan menjalaninya dengan ikhlas sembari membagi pengalaman dalam kehidupan keluarganya dan tidak terpengaruh hal yang merugikan keluarganya sendiri. Keluarga netral adalah keluarga yang tidak mau bersosialisasi tetapi masih ramah dan nyaman diajak sosialisasi, lho kok? Maksudnya? Yah keluarga yang tidak mau mengikuti kegiatan yang ada di sekitarnya tetapi masih menaati peraturan yang ada di lingkungan masyarakat sekitarnya, tetapi cenderung menarik diri dari kegiatan sehingga tertutup dalam pergaulan lingkungan sekitar. Keluarga netral bisa menjadi sehat apabila keluarga tersebut tidak mengikuti jalan yang merugikan dirinya dan keluarganya. Keluarga netral bisa menjadi sakit apabila berubah menjadi tertutup dan mengganggu lingkungan sekitarnya.

     Dalam hal keluarga, pastinya ada keluarga yang tidak sehat yang menerapkan sistem disiplin dan hukuman dalam peraturannya. Itu dibuat agar salah satu anggota keluarga tidak ada yang menjadi pemberontak dan bersikap dalam pengendalian keluarga yang mengepalainya. Hal yang terlintas di pikiran saya sebagai penulis adalah, lebih menjadikan diri sebagai keluarga yang tidak terlalu sehat dan tidak sakit.

     Keluarga yang sakit adalah keluarga yang tidak pernah mementingkan kepentingan anggota keluarganya. Semua dilakukan dalam keputusan bersama dan tidak pernah didiskusikan dengan anggota keluarga yang lain. Keluarga yang sakit tak akan pernah mau diubah cara pemikirannya kepada siapapun. Keluarga yang sakit adalah keluarga yang tidak pernah mau memikirkan lingkungan sekitarnya. Langkah mengetahui keluarga yang sakit adalah sebagai berikut:

  1. Protective, yaitu dimana semua anggota keluarganya tidak boleh bergaul dengan siapapun atau dimanapun. Hal ini membuat anggota keluarga menjadi kuper dan bahkan tidak dari siapapun diantara yang mengenalnya menjadi temannya bahkan malah menjadi musuhnya sendiri.
  2. Curigaan, yaitu dimana anggota keluarga tadi menjadi curiga dan timbul rasa ingin tahu. Setelah tahu, timbul rasa ingin menjatuhkan orang tersebut dan tidak akan pernah memberikan kesalahan kedua. Dalam hal ini. Kesalahan dari lawan atau sesama yang mengenalnya tidak diterima. Semua harus sama dengan diri orang yang curigaan ini.
  3. Egois, yaitu mengutamakan diri sendiri agar tidak berubah sesuai jalan pikiran yang dimaunya. Tidak ada yang dia inginkan selain dari apa yang dia mau. Tidak boleh ada yang mendahuluinya sebelum dirinya terpenuhi keinginannya.
     Memang tidak semua keluarga itu jahat atau jelek. Cara tiap masing-masing dalam membina keluarga adalah hak tiap keluarga itu sendiri. Yang paling penting adalah, tidak membuat keluarga menjadi sosok yang sakit jiwa atau gangguan jiwa. Gangguan dan sakit berbeda lho yah. Membina keluarga yang mengalami gangguan dan sakit mental tidaklah sulit dan tidaklah mudah. Banyak cara yang memang tidak sesuai seperti mengikat dan mengkaitkannya dengan roh halus. Hal ini harus dikonsultasikan ke Psikolog agar pulih dan tidak awam dalam mengenal keluarga yang anggotanya punya gangguan dan sakit mental.

Hal yang bisa kita berikan dalam pertolongan pertama adalah:

Tidak panik, karena panik akan membuat diri sendiri ikut dan larut dalam masalah yang dihadapi anggota keluarganya.

Jangan langsung mengkaitkan dalam dunia mistis....hello walau dunia canggih masih ada yang kayak begini sih wajar, tapi, masa iya anda Cuma numpang agama KTP? Ada Tuhan keles yang siap memberikan bantuan danpercaya padaNya, ujian pasti bisa dilalui

Jangan dipasung atau diikat layaknya orang yang sedang kalap. Memang sulit mengkaitkan jika gangguan muncul tiba-tiba dengan kesurupan. Tetapi kan beda jauh antara gangguan jiwa dengan kesurupan

Berikan pelukan pertama sebagai tanda bahwa kita masih menyayangi dan prihatin karenanya.

Berikan makan dan minum juga agar tidak dehidrasi dan kekurangan gizi. Meski tak bisa, setidaknya usahakan agar ada asupan yang masuk dan tidak dimuntahkan kembali.

Memang akan menjadi suatu yang berbeda, tetapi masalahnya adalah, dengan sifat yang sudah berubah menjadi orang lain, apa iya kita masih harus menjauhinya karena tak sempurna, coba jika itu terjadi pada diri anda sendiri.

Berikan senyuman dan jangan tangisi orang yang gangguan atau sakit tersebut, gejolak lain yang timbul mereka akan merasa takut dan semakin berontak.



Penting bagi kita dalam memberikan suatu yang lebih pada anggota keluarga yang memiliki masalah. Jangan menjauhinya dan jangan pernah membuatnya semakin menjauh dari keluarganya sendiri.

Sekian dari Aris, terima kasih.

Tidak ada komentar: