Secret

Minggu, 08 Maret 2015

Skizofrenia

Waw, pembahasan kali ini adalah Skizofrenia atau dalam orang awam menyebut sebagai "GILA" dan menurut saya, mengacuh pada suatu hal kata-kata yang umum digunakan juga pada orang yang "waras" dalam candaan atau obrolan. contoh....."gila lu bro", "gila banget tuh anak", dll.

Dalam sejarahnya, banyak menyebut gangguan Skizofrenia itu dengan sebuatan "satan of demon, dimana kerasukan iblis atau disihir oleh penyihir atau mereka adalah penyihir. karena zaman itu, banyak yang belum tahu cara menangani gangguan Skizofrenia ini. Sehingga, banyak yang menggunakan cara kuno dengan menempelkan besi panas agar orang yang terkena gangguan Skizo bisa cepat sadar dan sembuh, atau di tenggelamkan ke air dengan kaki diikat batu atau dibakar hidup-hidup sampai meminta ampun. Dalam bahasa Latin, gangguan ini dinamai, Dementia Praecox (di luar jiwa kemampuan seseorang). Arti dari istilah tersebut adalah, sebuah proses penyakit yang disebabkan oleh patologi yang spesifik, meski tidak diketahui di dalam tubuh itu sendiri. Saya pakai tokoh Eugen Bleuler yaitu seorang Psikiater di Swiss (1957-1939) dimana beliau mengganti istilah tersebut dengan Skizofrenia yang dipakai sekarang. arti dari isitlah tersebut dalam bahasa Yunani yaitu, Schitos yang artinya pecah dan Phren yang artinya otak. Jika didefinisikan berarti, karakteristik utama dari gangguan tersebut yaitu terpisahnya fungsi otak yang mempengaruhi kognisi, respon baik perasaan maupun afektif dan tingkah laku. Dalam hal ini, Skizofrenia masuk dalam Axis 2 dimana masuk dalam Gangguan Disosiatif atau gangguan Kepribadian, jadi jangan asal sebut orang gila adalah sakit jiwa yang parah, siapa tahu kalian yang waras lebih sakit dari mereka, hahahahahahaha......

Empat ciri Simptom atau gejalanya adalah:

1. Asosiasi. Hubungan antara pikiran menjadi terganggu (gangguan pikiran). apa yang dipikirkan dan dibicarakan kayak gak nyambung, kadang terlalu tinggi dari seorang pengkhayal, bahkan menganggap segala hal yang dibicarakannya adalah nyata baginya.

2. Afek. Respon emosional kalau bahasa awam disebut sebagai ekspresi diri. ekspresi yang ditunjukkan datar dan tidak sesuai pada waktu dan tempat. (menangis saat sedang senang, kadang marah saat lagi ada kesenangan di sekitarnya yang tak pasti dan tak jelas muncul tiba2). Terkadang, individu menunjukkan hilangnya respon atas perisitwa yang terjadi, atau menunjukkan ekspresi yang berkebalikan dari perisitiwa yang dialami. misal ada keluarganya yang meninggal, ekspresi yang seharusnya adalah menangis dan berteriak karena kehilangan, nah bagi individu ini, malah tertawa terbahak-bahak dan bahagia karena anggota keluarganya meninggal.

3. Ambivalen. Dalam bahasa awam disebut sebagai labil. dalam individu yang terkena gangguan ini, mereka menimbulkan konflik terhadap orang lain, seperti mencintai dan membenci orang lain di saat yang sama.

4. Autisme. Penarikan diri dama dunia fantasi yang mereka alami dan dibentuk menjadi dalam kenyataan, hingga sulit membedakan nyata dan fantasi, dan tidak terikat pada logika yang ada.


nah itu baru simptomnya lho......berikut ini adlaah ciri utama gangguan Skizofrenia

Dua atau lebih hal berikut harus muncul dalam porsi yang signifikan dalam kurun waktu 1 bulan, apakah sajakah itu?

A. Waham atau Delusi. apaan sih itu? Waham adalah suatu keyakinan seseorang berdasarkan penilaian realitis yang salah, keyakinan yang tidak konsisten dengan tingkat intelektual (kecerdasan) dan latar belakang budaya serta ketidakmampuan merespon stimulus internal dan eksternal melalui proses interaksi/informasi secara akurat. Ada 5 tipe Waham disini dan saya ambil menurut dari pakar KAplan dan Sadock (1997) yaitu:

Tipe Eritomatik. Klien dicintai mati-matian oleh orang lain, biasanya orang yang sangat terkenal, seperti artis, pejabat, atau atasanya. Klien biasanya hidup terisolasi, menarik diri, hidup sendirian dan bekerja dalam pekerjaan yang sederhana.


Tipe Kebesaran (magalomania yaitu keyakinan bahwa seseorang memiliki bakat, kemampuan, wawasan yang luar biasa, tetapi tidak dapat diketahui.


Waham Cemburu. Yaitu misalnya cemburu terhadap pasanganya. Tipe ini jarang ditemukan (0,2%) dari pasien psikiatrik. Onset sering mendadak, dan hilang setelah perpisahan/ kematian pasangan. Tipe ini menyebapkan penyiksaan hebat dan fisik yang bermakna terhadap pasangan, dan kemungkinan dapat membunuh pasangan, oleh karena delusinya.


Waham Kejar. Keyakinan merasa dirinya dikejar-kejar, diikuti oleh orang lain. Tipe ini paling sering ditemukan pada gangguan jiwa. Dapat berbentuk sederhana, ataupun terperinci, dan biasanya berupa tema yang berhubungan difitnah secara kejam, diusik, dihalang-halangi, diracuni, atau dihalangi dalam mengejar tujuan jangka panjang.


Tipe Somatik atau Psikosis Hipokondrial Monosimptomatik. Perbedaan dengan hipokondrial adalah pada derajat keyakinan yang dimiliki klien. Menetapnya waham somatik yang tidak kacau tanpa adanya gejala psikotik lainya menyatakan gangguan delosional/ waham tipe somatik.

mantap bukan? lalu beralih ke bagian selanjutnya


B. Halusinasi. Apakah Halusinasi itu? Halusinasi adalah persepsi yang kuat atas suatu peristiwa atau objek yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi dapat terjadi pada setiap panca indra (yaitu penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman, atau perabaan). Meskipun halusinasi adalah bagian dari banyak penyakit, ada juga saat-saat di mana ia dianggap normal atau umum, misalnya ketika tertidur atau selama pengalaman religius.

Halusinasi dapat terjadi dalam berbagai bentuk yang paralel dengan indra manusia. Halusinasi visual melibatkan indra penglihatan, atau “melihat sesuatu.” Halusinasi pendengaran umumnya melibatkan “pendengaran suara”, jenis paling umum dari halusinasi. Kadang-kadang, halusinasi dapat mencakup pengalaman suara dan visual; profesional kesehatan mental menggambarkannya sebagai “halusinasi auditori-visual.” Mencium adanya bau atau merasakan ada sesuatu di kulit seseorang yang sebenarnya tidak ada adalah bentuk-bentuk halusinasi somatik (berasal dari soma, kata Yunani untuk tubuh). Perbedaan halusinasi dengan DELUSI adalah bahwa delusi merupakan kesalahpahaman atas hal-hal yang secara objektif hadir sementara HALUSINASI adalah kesalahpahaman atas peristiwa atau objek yang sebenarnya tidak ada.
C. Pembicaraan yang tidak koheren atau ditandai asosiasi longgar. bicaranya kadang melantur dan tidak nyambung dengan apa yang ditanyakan. cenderung mengada-ada atau fantasi belaka bagi orang awam.
D. Perilaku tidak terorganisasi atau katatonik. Yaitu dimana ada suatu gerakan tertentu lalu dari gerakan tertentu itulah si individu merasa dirinya menjadi bagian dari individu tersebut.
E. Afek Datar. Tidak ada ekspresi atau cendrung mengekspresikan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
F. Adanya Tanda gangguan yang terjadi terus menerus selama setidaknya 6 bulan atau lebih. masa 6 bulan ini harus mencangkup fase aktif yang berlangsung setidaknya 1 bulan dimana terjadinya simptom atau gejala psikotik.
G. Gangguan karena penggunaan zat tertentu (psikotropika dll).

Ciri utama Skizofrenia yang terlihat
1. gangguan isi pikiran. dimana gangguan ini dalam pemikiran atau keyakinan yang salah yang menetap pada diri seseorang tanpa mempertimbangkan logis atau gaknya keyakinan tersebut.
2. kurangnya pusat perhatian. dimana mudah sekali terganggu dan masuk dalam dunia baru yang dibuatnya, atau mengingat kejadian yang membuatnya menampilkan ekspresi yang tidak pada tempatnya.
3. gangguan gerakan mata. tidak normal, bergerak melintang lapang pandangan. melihat target yang dilihat kemudian berbalik dan mengejar dalam keadaan menyentak.
4. gangguan persepsi. yaitu, mengkondisikan dirinya dalam berbagai hal yang berbeda-beda. secara gampangnya nih, halusinasi dan delusi masuk jadi satu ke dalam persepsinya.
5. gangguan emosi. yaitu espon emosi yang ditampilkan. terkadang responnya datar atau responnya berlebihan atau respon bergantian di waktu bersamaan. seperti menangis dan marah di saat yang sama.

Jenis Skizofrenia:
1. Skizofrenia Disorganized atau tidak terorganisir. yaitu Skizofrenia yang dihubungkan dengan ciri seperti perilaku kacau secara fisik dan mental, pembicaraan yang koheren (ngawur abizzzz), halusinasi yang jelas dan sering terlihat, afek datar dan tidak sesuai, timbulnya waham tidak terorganisir yang sering melibatkan seksual dan religius.
2. Skizofrenia Katatonik. yaitu, ditandai dengan munculnya perilaku motorik dan perlambatan aktivitas yang berkembang menjadi kondisi relatif yang tidak sadar, tidak tahu dan tidak responsif terhadap lingkungannya.
3. Sizofrenia Paranoid. yaitu, perilaku dan pembicaraan seseorang yang mengalami ketakutan yang tidak jelas ciri, tipe dan detailnya.

Penanganannya...........
1. Biologis (medis). dengan memberikan obat yang disebut sebagaiiiiii.......deng deng deng deng..........Farmakoterapi....dimana jenis obat antipsikotik untuk mengatasi berbagai macam gangguan waham. obat ini terkadang rutin diberikan kepada pasien unuk menghilangkan gangguan waham dan mengurangi timbulnya hal yang tidak diinginkan.
2. Psikologis....yaitu dengan cara............eng ing eng....Psikoterapi. menegakkan hubungan saling percaya. Terapi individu lebih efektif dari pada terapi kelompok. Terapis tidak boleh mendukung ataupun menentang waham, dan tidak boleh terus-menerus membicarakan tentang wahamnya. Terapis harus tepat waktu, jujur dan membuat perjanjian seteratur mungkin. Tujuan yang dikembangkan adalah hubungan yang kuat dan saling percaya dengan klien. Kepuasan yang berlebihan dapat meningkatkan kecurigaan dan permusuhan klien, karena disadari bahwa tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi. Terapis perlu menyatakan pada klien bahwa keasyikan dengan wahamnya akan menegangkan diri mereka sendiri dan mengganggu kehidupan konstruktif. Bila klien mulai ragu-ragu dengan wahamnya, terapis dapat meningkatkan tes realitas.


Nah sebagai penutup. ingat yah....mereka juga manusia sama seperti kita, hanya pikirannya saja yang berbeda, bukan berarti kita memperlakukan mereka layaknya bintanag liar yang siap sedia disiksa dan dihabisi. ada penanganan dan caranya kok. tinggal bawa aja susah amat (bagi yang keluarganya ada gangguan ini.) dan satu hal, jangan sebut ini sebagai orang SAKIT artinya kalau sakit itu bukan hal yang menyusahkan tetapi hal yang menjijikan...apa2 disebut sakit.....sebetulnya, dari kita sendiri yang mau bantu apa gak.....kalau gak mau bantu yaudah biarkanlah saja dia dengan dunianya, bukan dengan usik kita menertawakan depan umum dan merendahkannya depan umum, itu malah kita yang sakit. udah tahu orang Skizofrenia kenapa masih ditanggapi? hayoooo, sekian dari Aris, nantikan gangguan berikutnya lagi yah.......

sumber:

Davison, G.C., Neale, John M., & Kring, ANN M. Psikologi Abnormal Edisi Ke-9. 
Nevid, J., Rathus, S., & Greene, B. 2005. Psikologi Abnormal Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Tidak ada komentar: