BEGAL
(Aristo
Pratama)
Kisah dalam hal yang diceritakan memang
tidak akan ada habisnya. Dalam hal ini. Saya akan menceritakan mengenai Begal.
Begal adalah suatu kelompok yang menyerang dengan cara yang ekstrem. Begal
adalah sekelompok orang yang menyerang untuk mendapatkan harta dari seseorang
dengan cara merampas dan mengancam. Begal, menyerang dengan menggunakan senjata
tajam. Terkadang mereka sampai merenggut nyawa orang lain agar tidak
meninggalkan jejak dalam melakukan aksinya. Kabarnya, mereka menggunakan ilmu
tenaga dalam berupa kekebalan agar terhindar dari serangan balik. Tidak hanya
senjata tajam, begal juga menggunakan senjata tumpul untuk menyerang orang
lain. Aksi dari begal tidak menggunakan senjata api, berupa pistol, karena akan
memancing orang lain untuk datang dan melihat asal suara letusan tersebut,
sehingga mudah dilacak oleh orang lain, atau ditangkap orang lain. Jika sudah
sampai merenggut, begal akan membuang mayatnya berjarak 2 meter dari tempat dia
melakukan aksinya (profesional dan berencana) atau meninggalkan mayat korbannya
di tempat itu juga (rampok dadakan). Begal memang kebal terhadap peluru atau
senjata api lainnya, agar tidak tertangkap oknum pihak keamanan atau polisi
yang ingin menangkapnya. Hal itu dilakukan agar bebas dari jerat hukum atas
perbuatan yang dilakukannya. Kabar lainnya adalah, begal sangat lemah dengan
pohon “Kelor” atau “daun Kelor”.
Kepercayaan adat Indonesia, khususnya
penduduk Jawa, baik dalam suku Jawa maupun suku Sunda, daun Kelor dipercaya sebagai penolak bala
atau penolak roh jahat atau ilmu hitam. Asal dari daun Kelor itu sendiri adalah, pohon keramat yang sering dijadikan
pertapaan bari para pertapa baik atau pemujaan orang kepercayaan kuno yaitu
agama Kejawen. Pohon keramat yang dijadikan tempat perlindungan dan diberi
suatu sugesti yang baik terus menerus, menjadikan pohon Kelor sebagai salah
satu dari beragam pohon untuk mengatasi gangguan jahat dalam hal Gaib. Agama
kejawen sendiri adalah agama kuno dari suku Jawa. Agama ini pencampuran dari
Hindu, Animisme (Kepercayaan terhadap roh
atau arwah nenek moyang yang dipakai sebagai Tuhannya. Berbedah dengan Kong Hu
Cu dimana roh nenek moyang hanya didoakan dan dihormati saja), Dinamisme (Kepercayaan terhadap benda
bersakti atau benda milik Leluhur. Berbeda dengan Hindu, benda adalah simbol
utama pemujaan dewa, sedangkan kepercayaan ini, anggap benda keramat sebagai
Tuhan, misal, Keris Ciung Wanara dan Cakra Buana atau Naga Bening. Ada juga
Kujang Kembar Pajajajran atau Batu Merah Delima) dan juga Totenisme (Kepercayaan terhadap patung kuno
yang dipercaya Leluhur sakti mereka yang berubah menjadi hewan atau sebelumnya
adalam pelindung dari hewan yang bersakti. Misalnya patung totem dalam suku
Indian dimana ada Elang, Beruang dan Harimau sebagai lambang pelindung mereka.
Atau legenda burung sakti di daerah Makassar sebagai lambang Tuhan dan
pelindung mereka). Agama ini memuja para leluhur dan orang bersakti tinggi
yang telah meninggal dan rohnya tak bisa ke alam baka karena terus menjalani
hidup baru sebagai pelindung untuk orang yang memujanya. Hingga katanya, kaum
begal akan lemah dan kesakitan jika pukul dengan daun Kelor yang dikipaskan atau dihempaskan padanya, atau ditiup daunya
ke arah mereka. Kabarnya, daun sakti ini, mampu membuat ilmu hitam bergejolak
dalam tubuh yang menguasai ilmu hitam ini dan memberi efek kesakitan yang luar
biasa, entah seperti ditusuk, atau diremas sekujur tubuh, seperti kutukan Crucio di film Harry Potter atau Stigmata pada kepercayaan agama Katolik
atau Kristen Protestan.
Kembali ke topik begal yang jadi topik utama
dalam tulisan ini. Maraknya begal yang muncul, membuat warga semakin rasah atau
menjadi takut untuk pulang malam, atau keluar di saat larut malam. Aksi begal
memang berawal dari suatu daerah di Sumatra yang ternyata lanjut ke daerah Jawa
hingga Sulawesi. Tidak tanggung-tanggung, aksi begal ini sudah merampas hingga
jutaan rupiah dan merenggut nyawa orang lebih dari seratus orang. Begal memang
bukanlah orang yang bisa dilawan sendirian. Biasanya, dalam melakukan aksi
sendirian, pelaku menggunakan ilmunya agar menjadi sosok sakti, sedangkan jika
beramai-ramai, akan menggunakan senjata tajam yang bukan hanya untuk menakuti
saja, tetapi merenggut orang lain, sampai bukti kuat mengenai identitas korban
dibuang atau dibawa agar tidak diidentifikasi pihak kepolisian agar tidak
terlacak.
Polisi memang kerepotan dalam menangani
kasus ini. Setidaknya, lebih dari kelompok begal ini melakukan aksinya di waktu
bersamaan dan pada jam yang sama atau berselang sehari setelahnya di tempat
yang berbeda. Misalnya, kelompok begal melakukan aksinya di waktu bersamaan
yaitu di Kota Depok dan Tangerang pada jam 01.00 dini hari waktu setempat. Atau
contoh kedua yaitu hari Senin, Begal melakukan aksinya di Kota Depok pada jam
01.00 dini hari waktu setempat, keesokan harinya yaitu hari Selasa, begal
melakukan aksinya di Kota Tangerang pada jam 02.00 dini hari waktu setempat.
Dengan waktu yang bersamaan, akan mudah membuat polisi kebingungan dengan
berita yang akan masuk terlebih dahulu, dalam kasus kedua, akan mengecoh polisi
karena penjagaan ketat akan dilakukan di aksi yang pertama, sehingga mudah bagi
begal melakukan aksi di hari lain di kota berbeda karena polisi akan menjaga
ketat di kota sebelumnya.
Ciri
khas dari begal adalah sebagai berikut:
1. Berpakaian
seadanya, kaus oblong, celana panjang atau memakai jaket dan celana panjang.
Tanpa masker penutup identitas
2. Membawa
motor dengan suara yang knalpot sedikit nyaring sehingga mdah terdengar oleh
korbannya
3. Membawa
senjata tajam yang ditunjukkan atau dibunyikan satu meter di belakang korban
Lebih
banyak aksinya di kota yang memiliki akses jalur yang sepi atau gelap (minim
penerangan)
4. Lebih
banyak aksinya dua orang lebih agar mudah dalam menaklukkan korbannya
Senjata
yang digunakan lebih banyak golok, celurit karat dan tongkat besi
5. Jika
diperhatikan seksama, akan mudah terlihat di bawah pohon yang cukup besar agar
memudahkan dalam bersembunyi dan tidak terlihat terlebih dahulu oleh korbannya.
6. Berkendara
seperti orang mabuk dimana motornya akan melambat bergerak di depan korban,
sementara kelompok lainnya bersiap menyerang dari belakang menggunakan senjata
tajam. Kemudian siap menyambit korban dengan mudah.
7. Kebanyakan
pengendara motor yang pulang larut sebagai korbannya
8. Identitas
korban kebanyakan hilang beserta kendaraannya
9. Kendaraan
korban akan dijual di onderdil kendaraan yang ada di kota tempat melakukan
aksinya, misalnya, aksi begal ada di Depok, dan onderdil itu, pasti akan berada
di Kota Depok juga.
10. Kebanyakan
orang anggap sebagai Psikopat, tapi ketahuilah wahai orang yang membaca
ini.......psikopat itu adalah orang yang sungguh termat licik dengan wajah yang
ganteng dan cantik. Aksinya diam-diam dan tak ada rasa bersalah, kalaupun
ketahuan, apa iya nutupi mukanya sambil menahan malu? Hei hei hei, tolong
bedakan yah wahai para pembaca. Dan psikopat, aksinya selalu sendiri, tanpa
ilmu dan senjata tajam yang terangan di lihat orang lain apalagi korbannya.
Lihat aja wajah pelaku begal, ganteng apa cantik? Kayaknya.......terus licik
apa brutal? Lalu iya gak tunjukkan wajahnya di depan publik tanpa merasa
bersalah? Eng ing eng.,....inilah kenapa orang tidak mau membaca dan mendengar,
padahal, beberapa FTV di salah satu stasiun tv sudah banyak menayangkan hal
berbau Psikopat, tapi, masih aja yang sok mencap itu sebagai bukti akurat.
Bacalah, sebelum berbicara faktanya
Beberapa hal yang harus dilakukan jika
memang ingin terhindar dari begal. Mengingat begal sebagai komunitas yang
ketenarannya nomor dua di Indonesia setelah ISIS. Apalagi dengan kemampuannya
yang menyerang tanpa deteksi (kebanyakan nonton film fiksi nih saya). Dengan
tips ini, siapa tahu bisa membantu anda sekalian. Nah, berikut ini adalah tips
agar terhindar dari begal dan yang pasti, tidak memakai balsem untuk
menghindari badan begal-begal (pegal oncommmmm).....
1. Usahakan
gak usah istirahat kepanjangan di waktu kerja, misal, istirahat setengah dua
belas siang, maka balik kantor gak usah lama juga ampe jam duaan yah......itu
akan mengakibatkan kita punya utang banyak dalam kerjaan alias lembur dalam
laporannya. Belum lagi, gak tahu kondii kantor apakah nanti diganggu mahluk
halus penunggu sana atau mahluk nyata yang ngurus sana (O.B. atau satpam yang
nyuruh pulang karena mau pulang dan bobo).
2. Gak
usah pulang dengan penampilan kece yah...terutama pengendara motor, dengan
motor hebring penuh lampu disko (lampu HD, LED penuh dimana-mana sekitar motor,
mau pulang apa mau karnaval om?). itu akan memancing begal untuk menyerang dan
merampas motor anda walau anda berkata sudah dilindungi Tuhan Yang Maha Esa
(karena begal gak memandang religius atau gak korbannya). Lalu gak usah pakai
pakaian kece selangit. Kayak jaket kulit ala korea punya, lalu helm di iklan
yang bagus dan gejreng warnanya, yang ada tanduklah, rambut ekor kudalah,
stiker hello kittylah, dll. Hal itu akan memancing kaum begal untuk menyerang
anda....jelaslah, salah sendiri anda yang memilih untuk jadi unyu-unyu depan
mereka. Apalagi kalau pakai masker dengan tingkat Halloween, ada bentuk mulut
senyum, mulut tengkorak, atau mulut manyun-manyun...please dong, jangan alay di
jalan. Ini nyawa anda dan bukan eksis ceria di pesona malam.
3. Usahakan
jangan pulang jalan pintas yang gelap dan sepi. Bukan Cuma penunggu jalan aja
yang akan menampakkan diri, tapi kaum begal pun akan sama menampakkan diri ke
anda, lengkap dengan mata merah (begadang) dan senjata tajam. Lebih emosi kan
karena kaum begal gak bobo jam segitu, kalau udah ngantuk kan emosi jadinya.
Dan anda siap memasuki kawasan alam baka atau rumah sakit terdekat. Usahakan
pulang lewat jalan raya yang ramai dan lalu lalang kendaraan yang tidak pernah
sepi sedikitpun kecuali lebaran.
4. Usahakan
jangan mengikuti aksi dalam film action karena film action hanyalah stuntman
yang bermain dan bukan bintangnya, apalagi action kungfu yang tanpa stuntman
yang jago ilmunya. Sesakti apapun pertahanan anda, jangan melawan dua orang
lebih dengan senjata tajam, itu hanyalah khayalan semata, dan jangan sia-siakan
nyawa anda yang berharga oleh mereka karena bukan Cuma diri anda yang terluka,
tetapi, nabung lagi kn untuk asuransi jiwa anda? Kan repot uang dari mana
dengan biaya rumah sakit yang melimpah sementara klaim asuransi maunya ngasih
dikit, sales banyak dan suruh nabung mulu, hayo....
5. Pakailah
pakaian ala kadarnya dengan helm yang sesuai SNI tapi gak gejreng, full face
atau half face, masker yang hitam atau tidak bewarna cerah. Jangan lupa bawa
STNK dan SIM C anda guna jika nanti ada pemeriksaan, kenapa? Saat gak bawa dan
disita motornya atau dikira begal sama polisi? Repot dua kali kan?
6. Gunakan
jasa konvoi motor yang sedang ngetren kali ini, hal itu dilakukan agar anda
selamat sampai tujuan, meski menguras uang, tapi nyawa selamat lho.
7. Jika
sudah dibegal, baik harta maupun hati (ya kali mas....) usahakan pasrah dan
menyerah saja, lalu laporkan pada polisi setempat. Meski gak cepat, tapi yang
pasti, akan ada ganti ruginya lho...dan polisi juga gak instant, mereka juga
manusia yang bekerja semampunya, jadi, sabar aja, polisi bukan robot, butuh
nafas juga.
8. Wahai
iklan motor, gak usah mengiklankan motor lebih banyak lagi. Bagi para pembaca,
usahakan tidak tertipu dengan dp murah dan harga motor murah tinggal bawa
pulang. Karena iklan itu hanya menyesatkan anda dan menguntungkan
perusahaannya. Bukannya menjelekkan perusahaan motor, akan tetapi, melihat
kondisi ini, tahu dirilah wahai perusahaan motor, cicilan nunggak, plat belum
jadi, STNK masih proses, asuransi gak ada, udah dibegal, belum nyawa taruhannya.
Jadi, sayangilah nyawa anda dan berfikirlah sebelum membeli.
Oke deh itu dulu dari saya, karena
maraknya begal ini, membuat kita harus waspada dan harus tahu bahwa tak boleh
sembarangan dalam bertindak dan tak boleh gegabah dalam melakukan hal yang
tidak mungkin kita lakukan. Temani malammu dengan keberanian, dekatkan hatimu
dengan keimanan (Ki Prana lewu kali......) kalau saya, berhati dalam
berkendara, dan jangan gegabah dalam bertindak. Harta bisa dicari, tapi nyawa
hanya sekali bernafas di dunia ini. Sekian dari Aris melaporkan.
Sumber:
Polda Metro Jaya
Jasa Konvoi Motor
Masyarakat Tangerang Selatan, Pondok
Aren, Pondok Kacang Prima, Pondok Betung, dan Ceger Raya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar