Secret

Sabtu, 03 Maret 2018

PERSONALITY DISORDER

KALI INI SAYA MAU MEMBAHAS MENGENAI GANGGUAN KEPRIBADIAN ATAU PERSONALITY DISODER......


APA SIH ITU?

GANGGUAN KEPRIBADIAN ITU APA?


SELAMAT MEMBACA YAH KALIAN...ITU BAGI KALIAN YANG MASIH PUNYA MATA DAN MAU MEMBACA....



Gangguan Kepribadian adalah suatu kondisi yang lebih stabil di sepanjang perjalanan hidup pasien daripada beberapa gangguan psikologi lainnya. gangguan ini bersifat episodik atau berkelanjutan, mengganggu reliabilitas atau nama lain dari kenyataan yang ada. gangguan ini banyak terjadi dan menyebabkan kerusakan parah dalam dalam kehidupan penderitanya (Livesley & Schhroeder, 1993).

Gangguan Kepribadian dibagi menjadi tiga kelompok menurut DSM-IV-TR & DSM-V:

1. Kelompok A (Paranoid, Skizoid dan Skizotipal) adalah kategori yang aneh dan Eksentrik
2. Kelompok B (Antisosial, Ambang, Histrionik, dan Narsistik) adalah kategori yang dramatis, lebay (berlebihan), emosional atau eratik
3. Kelompok C (Menghindar, Dependen, dan Obsesif Complusif) adalah kategori yang pencemas atau ketakutan



MARI KITA ULAS SATU PER SATU YAH GUYS......



KELOMPOK ANEH/EKSENTRIK

1. GANGGUAN KEPRIBADIAN PRANOID

    adalah mereka yang selalu mencurigai orang lain. orang-orang jenis ini dengan diagnosa merasa dirinya diperlakukan secara salah dan dieksploitasi oleh orang lain sehingga berperilaku misterius dan selalu waspada terhadap tanda-tanda adanya tipu daya atau pelecehan baik fisik maupun mental. mereka sering kali kasar dan bereaksi dengan kemarahan terhadap apa yang mereka anggap sebagai penghinaan. indivisu ini enggan untuk mempercayai orang lain dan cenderung menyalahkan mereka serta menyimpan dendam meskipun bila diri sendiri itu juga salah. mereka sangat curigaan atau bersikap negatif tanpa alasan. orang yang mengalami gangguan ini slealu ragu terhadap kebaikan orang lain apapun itu walau dengan tujuan yang baik sekalipun. penyebabnya bisa mengalami traumatik atau sakit hati yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan dirinya ke orang lain, atau adanya rasa trauma karena sikap penghinaan atau bullying semasa kecilnya.

ciri-ciri ini adalah:

1. kecurigaan yang bersifat pervasif atau sangat tinggi bahkan bisa secara penuh negatif thinking pada orang lain bahwa dirinya mengalami hal traumatik dicelakai, atau dikhianati

2. keraguan yang tidak berdasar atau tanpa alasan dan anggap semua orang tidak bisa dipercaya

3. tidak mau percaya pada orang lain

4. memberi makna atau kesimpulan sendiri, terhadap tindakan orang lain yang tidak mengandung maksud apapun

5. mendendam atas berbagai hal yang dianggapnya sebagai kesalahan

6. reaksi berupa kemarahan akrena anggap menganggap sebagai satu serangan dimana dirinya diserang dan orang lain membela diri sementara dirinya disalahkan atas semua hal

gangguan ini banyak terjadi pada kaum muda baik laki-laki maupun perempuan meski banyak dari laki-laki yang sering mengalaminya (Berstein, 1993; Morey, 1988)


2. GANGGUAN KEPRIBADIAN SKIZOID

    gangguan ini tidak menginginkan atau menikmati hubungan sosial dan biasanya tidka memiliki teman akrab. mereka tampak tumpul, datar, dan menyendiri serta tidak punya perasaan hangat serta tulus pada orang lain. mereka jarang memiliki emosi yang kuat atau inisiatif atau simpati bahkan empati pad aorang lain, tidak tertarik pada hal seks, dan hanya mengalami sedikit aktivitas yang menyenangkan. bersikap masa bodoh terhadap pujian, kritikan dan perasaan orang lain. seseorang yang mengalami gangguan ini adalah seorang yang penyendiri dan menyukai hal yang bersifat kesendirian.

ciri-ciri ini adalah:

1. kurang berminat atau kurang menyukai hubungan dekat

2, hampir menjadikan diri sebagai hal yang eklusif lebih menyukai kesendirian

3. kurangnya minat untuk berhubungan seks

4, sedikit mengalami kesenangan dan kegembiraan atau kebahagiaan

5. kurang memilki teman

6. bersikap bodo amat terhadap pujian atau kritik orang lain

7. afek datar, tanpa ekspresi, tidak ada emosional

kriteria ini mengalami simtom fase prodomal yaitu sebelum terjadinya penyakit dan residual atau setelah terjadinya penyakit (Tongersen, Kringlen & Cramer, 2001)


3. GANGGUAN KEPRIBADIAN SKIZOTIPAL

    gangguan ini disebut sebagai "gila ringan" atau sedikit mengalami Skizofrenia. pasien yang mengalami Skizotipal biasanya memiliki kesulitan dalam hubungan interpersonal yang terjadi dalam kepribadian skizoid dan kecemasan sosial yang berlebihan yang tidak berkurang setelah mereka mengenal orang-orang di sekitarnya. orang ini memiliki kepercayaan atau pemikiran magis, dan tahayul, keyakinan mereka bahwa mereka memilki kemampuan paranormal atau telepati, ilusi berulang, merasakan kehadiran mahluk halus, padahal sesungguhnya sama sekali tidak nyata, bersifat halusinasi dan delusi yang dibuat karena tekanan dan kepercayaan dirinya. 

ciri-ciri:

1. keyakinan yang aneh atau pemikiran magis, percaya persepsi diri sendiri yang hanya bersifat khayalan atau halusinasi

2. persepsi yang tidak biasa, keyakinan yang menyimpang tentang tubuhnya

3. pola bicara yang aneh

4. kecurigaan yang ekstrem, paranoia

5. ekspresi yang tidak sesuai

6. perilaku atau penampilan yang aneh

7. kurang memiliki teman akrab

8. rasa tidak nyaman yang ekstrem dan cemas bila berada di dekat orang lain

ciri khas pada orang yang menderita gangguan ini adalah mereka memiliki Idea Of Reference atau keyakinan bahwa berbagai kejadian memiliki makna khusus dan tidak biasa bagi orang yang bersangkutan. hal ini disebabkan karena adanya kepercayaan yang salah bahwa hal yang bersifat magis memudahkan mereka dlaam menjalani aktivitas yang berbeda dengan yang lainnya.



KELOMPOK DRAMATIK/ERATIK

1. GANGGUAN KEPRIBADIAN AMBANG

    gangguan dengan nama lain Boderline Personality Disorder adalah mereka yang impulsivitas dan ketidakstabilan dalam hubungan dengan orang lain dan mood. sikap dan perasaan terhadap orang lain dapat berubah secara signifikan mirip dengan gangguan mood dalam kurun waktu yang tidak lama. emosinya dapat berubah mendadak terutama sikap idealisasi yang penuh gelora menjadi kemarahan yang merendahkan. pasien yang mengalami gangguan kepribadian ini memiliki argumentatif, mudah tersinggung, sarkastik, cepat menyerang baik fisik maupun mental, dan secara keseluruhan sangat sulit untuk hidup bersama mereka. perilaku mereka tidak dapat diprediksi, bisa dipicu dari mood, hubungan seksual, pacaran, sikap menyebalkan dari orang lain. pasien tersebut memiliki ras ayang tidak jelas dan konsisten dan tidak pernah memiliki kepastian dalam nilai-nilai, loyalitas dan pilihan karakter mereka. mereka tidak tahan dalam kesendirian, memiliki ras atakut diabaikan, dan menuntut perhatian. mudah depresi sering terjadi dan perasaan kronis yang kosong dan sering memiliki keinginan bunuh diri. 

ciri-ciri:

1. berupaya keras untuk mencegah agar tidak diabaikan, terlepas dari benar-benar diabaika atau hanya bayangannya saja.

2. ketidakstabilan dan intensitas ekstrem atau emosi yang meledak-ledak dalam hubungan interpersonal entah dengan pacar, atau pertemanan. emosi meledak yang tidak bisa dikontrol

3. rasa diri yang tidak stabil terutama menahan emosi

4. perilaku seksual yang tidka pantas, entah melakukan masturbasi sekali sebulan atau lebih dari sekali, sosok yang boros dna tidka bisa mengatur keuangan dan waktu dengan baik

5. ada keinginan untuk bunuh diri atau malas menjalani hidup

6. kelabilan emosional yang ekstrem

7. perasaan kosong yang kronis

8. sulit mengendalikan kemarahan

9. pikiran paranoid dan simtom atau gejala disosiatif yang dipicu oleh stres

gangguan ini terjadi di masa remaja atau dewasa awal usia mulai dari 20 tahun. memiliki gangguan Aksis 1 yaitu gangguan mood yang berkembang menjadi gangguan ambang (Sanislow, Grilo & McGlashan, 2000)


2, GANGGUAN KEPRIBADIAN HISTRIONIK

    disebut sebagai gangguan histeria adalah orang yang terlalu sramatis atau mencari perhatian berlebihan entah dengan sikap atau perilakunya ke banyak orang atau ke tempat yang dipenuhi banyak orang, bukan ke satu dua orang. mereka sering kali menggunakan ciri-ciri penampilan fisik yang tidak umum, riasan wajah berlebihan, warna rambut, dan dangkalnya emosional terhadap sekitar entah kepedulian atau sisi empati. berpusat pada diri sendiri mirip dengan narsistik tapi tidak menunjukkan diri sendiri sebagai tumpuan karena Histrionik hanya bersifat mencari perhatian saja. mereka akan tidak nyaman jika tidka menjadi pusat perhatian atau merasa tidak diperhatikan. sosok yang provokatif dan tidak senonoh secara seksual tanpa pedulikan kepantasan dan mudah dipengaruhi orang lain. bicaranya dengan nada bicara yang lebay atau bahasa yang kekinian, tidak tepat asal menjawab dan kurang memiliki detail. sosok semacam ini hanyalah mereka yang menyatakan pendapat tapi tidak jelas maksud dan tujuannya atau bahas ayang menggantung dan hanya berani dari belakang. tidak berani mengutarakan di depan dan kosakata bahasa yang menggantung.

ciri-ciri:

1. kebutuhan untuk menjadi pusat perhatian

2. perilaku tidak senonoh secara seksual yang tidak pantas

3. perubahan emosi ekstrem secara cepat

4. asal berbicara menuduh orang lain dan merasa dirinya benar dan memiliki bukti yang berdasarkan asumsi pribadi

5. memanfaatkan penampilan fisik menarik perhatian orang lain karena merasa dirinya tampan atau cantik sempurna

6. bicaranya tidak tepat, penuh semangat dan mempertahankan pendapat yang menurutnya benar tetapi kurang detail, menggantung dan memiliki bukti yang menurutnya itu adalah nyata (tapi hanya sifat sok tahu)

7. sangat mudah disugesti atau diprovokasi oleh orang lain

8. menyalahartikan hubungan sebagai lebih dari intim yang sebenarnya atau salah persepsi

gangguan kepribadian ini sering dialami kaum muda dari umur 19 tahun sampai 30 tahun di kalangan orang yang mengalami perpisahan atau kegagalan dengan pasangannya yang tidak bisa diselesaikan dengan baik-baik atau keputusan perpisahan sepihak dan dihubungkan dengan fisik yang buruk, bukan dalam arti sakit, tapi perubahan fisik atau bentuk fisik atau jam tidur yang tidak teratur dan disertai oleh depresi (Torgersen, Kringlen & Cramer, 2001)


3. GANGGUAN KEPRIBADIAN NARSISTIK

    gangguan ini memiliki pandanganberlebihan mengenai keunikan dan kemampuan mereka yang terlalu fokus dengan fantasi akan keberhasilan yang mereka buat. mereka mengatakan bahwa mereka berpusat pada diri sendiri dan mereka menyebut diri sendiri sebagai pusat understatement. mereka memuja diri sendiri berlebihan dan hampir tanpa henti dan yakin bahwa mereka hanya dapat dimengerti oleh orang-orang yang istimewa atau memiliki status tinggi. hubungan interpersonal juga terhambat karena kurangnya empati, iri hati dan arogansi dan memanfaatkan orang lain serta perasaan orang lain bahwa mereka berhak mendapatkan sesuatu orang lain harus memperlakukan mereka istimewa tanpa harus membalas budi atau jasa mereka. mereka sensitif terhadap kritik dan takut akan gagal. mereka mudah marah apabila ada yang mengkritik dirinya. berbeda dengan histrionik dimana mencari perhatian, sedangkan narsistik lebih mengarah ke arah yang dirinya adalah beanr dan tak pernah salah akan apapun dan spesial di mata semua orang dan wajib diperlakukan istimewa berbeda dengan lainnya. 

ciri-ciri:

1. pandangan yang dibesar-besarkan mengenai diri sendiri dna pentingnya sikap arogansi

2. terfokus pada keberhasilan, kecerdasan dan kesempurnaan diri

3. kebutuhan ekstrem untuk dipuja atau dikenal baik, tak ingin dirinya dikenal sebagai sosok yang buruk dan harus mengutamakan citra yang baik

4. perasaan kuat bahwa mereka berhak mendapatkan segala sesuatu

5. kecenderungan memanfaatkan orang lain

6. selalu iri pada orang lain. misal orang beli kendaraan baru, lalu dia mengikutinya agar tidak mau kalah

orang seperti ini memiliki kemiskinan dan kekurangan dalam hidupnya baik materi maupun pembentukan mental, mampu bersikap berpura-pura untuk mendapatkan apa yang dimau. jika sudah selesai, mereka akan memandang orang itu sudah tidak berguna dan tidak dianggap ada olehnya. kurangnya empati dan reaksi terhadap kritik. menganggap dirinya lebih hebat dan lebih merana jika ada yang mengutrakan kisah diri sendiri (Ronningstan & Gunderson, 1990)


4. GANGGUAN KEPRIBADIAN ANTISOSIAL DAN PSIKOPATI
    
    Pernah dengan orang psikopat atau sosiopat? hmmm, mereka hobinya bunuh atau nyerang orang lain? ntar yah...coba di baca dulu agar kalian paham...

    karakteristik antisosial ini sangatlah istimewa atau berbahaya mereka memiliki ciri khas tersendiri yaitu terdapat 2 proses hal menurut DSM-IV-TR & DSM-V

1. terdapat gangguan tingkah laku seperti mendapat perlakuan kasar dari orang tua, membolos, lari dari rumah, tidak betah di rumah, berbohong, mencuri, melakukan pembakaran atau bahkan menipu orang lain untuk mendapatkan keuntungan atau memanfaatkan keadaan sebagai sosok pahlawan yang membela orang lain

2. berlanjut ke arah fase dewasa dengan car amemanfaatkan keadaan orang lain hingga berlanjut dan pertahankan pola perilakunya tersebut tanpa dihentikan

pola yang berasal dari fase kanak-kanak, lalu berujung menjadi sosok keras lalu melakukan pemberontakan dan akhirnya melakukan tindak yang merugikan orang lain.

karakteristik berikutnya adalah psikopatis. mereka memiliki kemiskinan emosi, baik positif maupun negatif, mereka sama sekali tidak memiliki rasa malu atau bersalah dalam hal apapun. bagi mereka meminta maaf hanyalah ungkapan untuk mencari perhatian agar bisa mengambil simpati dan hati orang lain. mereka dapat menunjukkan kepura-puraan untuk menjadi sosok yang menawan sesuai dengan penampilannya dan mampu memanipulasioran glain demi keuntungan pribadi mulai dari meminjam uang, kendaraan sampai harta pribadi. kadar kecemasan yang rendah membuat mereka tidak pernah belajar dari kesalahan. rata-rata, memiliki IQ yang tinggi dan bersikap seolah dirinya adlaah bagian dari kesempurnaan. tidak bertanggung jawab dalam hal apapun bahkan menganggap smeua hal yang tidak berguna bukan bagian nyata atau dianggap tidak pernah dikenalnya serta mampu bertindak kejam kepada orang lain.  dengan perilakunya membuat dirinya mendapat kesenangan dan keuntungan baginya khusunya pada bagian finansial. rata-rata psikopatis memiliki kehidupan yang kelam dan berada pada ketidak bahagiaan terutama dalam materi keluarga.

ciri-ciri:

1. biasanya melakukan kesalahan yang sama berulang kali entah menyakiti seseorang atau melanggar hukum

2. menipu dan berbohong serta manipulasi keadaan dirinya yang berbeda dnegan yang sebenarnya

3. impulsivitas

4. mudah tersinggung dan agresif apabila pendapatnya tidak benar menurut orang lain

5. tidak pedulikan keselamatan orang lain maupun keadaan orang lain. baginya, dirinya sudah mampu membuat orang lain jatuh dan tertindas sudah bagus. dan mampu membuat manipulasi agar orang lain tersebut jatuh

6. tidak bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan dan bahkan merasa dirinya tidak melakukan apapun dan mampu membuat pikiran yang seolah menghilang dari pikirannya atau lost short memory. merasa dirinya sangat tidak ingin direpotkan orang lain atau disusahkan orang lain

7. kurang merasa dirinya menyesali atas perbuatannya

8. berusia minimal 18 tahun maksimal 30 tahun

9. terdapat bukti gangguan tingkah laku dan traumatik sewaktu kecil terutama dengan perilaku orang tua atau perilaku dari keluaganya atau perilaku semasa kecilnya. 

10 . perilaku antisosial yang tidak terjadi secara eksklusif atau mampu memainkan peran berpura-pura dengan baik

11. penampilannya yang menawan dan elegan. serta mampu membuat orang lain harus kagum padanya dan mampu menipu orang lain dan tidak mengumbarkan apa yang terjadi pada dirinya karena bis amemicu kelemahan pada lawannya.

perbedaan mendasar untuk antisosial dan psikopatis sangat jelas yaitu, dimana Psikopatis adalah sosok menawan yang dingin dan mampu menipu oran glain dan membuat orang lain jatuh dalam perangkapnya sedangkan anti sosial mampu melenyapkan orang lain dengan perilakunya yang bengis dan tidka mengenal rasa bersalah atas pelenyapan nyawa seseorang. Psikopat lebih ke arah licik sedangkan Anti sosial lebih ke arah brutal dan bengis.


KELOMPOK PENCEMAS/KETAKUTAN

1. GANGGUAN KEPRIBADIAN MENGHINDAR

    Avoidant Personality Disorder adalah orang yang merasakan ketakutan dalam situasi sosial. mirip Phobia yah guys, mereka takut akan timbulnya kritikan, penolakan atau ketidaksetujuan. orang smeacam ini akan merasa cemas jika dirinya ditolak atau merasa jawaban pendapatnya tidak diterima, adanya sikap enggan dalam menjalani hubungan, kecuali jika mereka merasa yakin bahwa mereka akan idsukai. dalam situasi sosial mereka membatasi diri karena sangat takut mengatakan sesuatu yang dianggap bodoh atau malu karena wajah mereka yang memerah atau terlihat tanda kecemasannya. fobia sosial juga memicu untuk adanya gangguan ini berkembang dengan luas.

ciri-ciri:

1. menghindari kontak interpersonal karena takut terhadap kritikan dan penolakan

2. enggan menjalin hubungan dengan orang lain kecuali dirinya pasti akan disukai

3. membatasi diri dlaam hubungan intim karnea takut dipermalukan atau diolok

4. khawatir akan kritikan dna penolakan atau nama buruk untuk dirinya

5. merasa tidak adekuat

6. merasa rendah diri

7. enggan ekstrem untuk mencoba hal baru karena takut dipermalukan

mereka yang terkena gangguan ini terlalu sensitif dan menghindari kontak interpersonal. cenderung merasa gugup dan malu mengenai dampak yang mereka timbulkan pada orang lain atau bagaimana diri mereka di mata orang lain, entah takut dibilang wajahnya jerawatan, bau badan sampai fisik lainnya (Tongersen & Cramer, 2001).


2. GANGGUAN KEPRIBADIAN DEPENDEN

    Dependent Personality Disorder adalah kurangnya kepercayaan diri dan perasaan otonom. merujuk pada mereka yang kurang memiliki kemandirian dna terlalu tergantung pada orang lain. pasien yang mengidap ini memandang diri mereka sendiri sebagai orang yang lemah dan orang lain yang penuh kekuatan. mereka juga memiliki kebutuhan yang kuat untuk diurus oleh orang lain yang sering kali membuat mereka tidka nyaman bila kesendirian. mereka mengabaikan kebutuhan diri sendiri agar hubungan protektif yang dibangunnya tidka hancur, jika hubungan dekat sudah berakhir, segera dan secepat mungkin berupaya menjalin hubungan baru untuk menggantikan hubungan yang sudah berakhir.

ciri-ciri:

1. sulit mengambil keputusan tanpa saran dan dukungan berlebihan dari orang lain

2. membutuhkan orang lain untuk mengambil tanggung jawab atas sebagian besar aspek kehidupan yang utama

3. sulit untuk tidka menyetujui orna glain karena takut kehilangan dukungan orang lain

4. sulit melakukan segala sesuatu sendiri karena kurangnya rasa percaya diri

5. melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan sebagai suatu cara untuk mendapatkan persetujuan dan dukungan orang lain

6. merasa tidak berdaya bila sendirian karena kurangnya rasa percaya terhadap kemampuan untuk menangani segala sesuatu tanpa intervensi orang lain

7. berupaya sesegera mungkin menjalin hubungan baru bila hubungan yang dimilikinya berakhir

8. dipenuhi ketakutan bila harus mengurus diri sendiri

hal ini mengakibatkan sifat sangat memuja dan pasif, namun juga dapat mencangkup pengambilan langkah aktif untuk mempertahankan suatu hubungan. hal ini terjadi karena pengalaman sosialisasi pada masa kanak-kanak yang mungkin ada kecenderungan dimanja atau serba dilayani semasa kanak-kanak (Tongersen & Cramer, 2001).


3. GANGGUAN KEPRIBADIAN OBSESIF KOMPLUSIF

    pernah melihat seseorang cuci tangan lebih dari 3-5 kali? atau mengecek pintu yang dikunci lebih dari 10 kali? atau cuci muka lebih dari 3 kali? atau mengetahui benda yang bergeser 1 derajat sekalipun? yah...inilah sosok yang dikategorikan sebagai perfeksionis yang berlebihan.

    seseorang yang dikategorikan sangat perfeksionis dlaam urusan hal yang kecil sekalipun., terfokus pada hal yang berlebihan mulai dari detail, simetris bentuk, aturan, jadwal dan hal detail lainnya. orang semacam ini sering kali terlalu memperhatikan hal detail sehingga merekatidak pernah menyelesaikan suatu pekerjaan apapun dengan baik. mereka disebut juga sebagai sosok yang memiliki pendekatan perfeksionis terhadap kehidupannya. mereka berorientasi pad apekerjaan dan bukan pada kesenangan yang teramat sulit mengambil keputusan dan mengalokasikan waktu. hubungan interpersonal mereka sering kali buruk karena mereka keras kepala dan menuntut segala sesuatu  dilakukan dengan cara mereka. mereka menjadi gila kendali, tidak mampu membuang objek yang rusak atau tidak terpakai, bahkan tidak memiliki nilai sentimentil dan kemungkinan rakus serta kikir.

ciri-ciri:

1. terfokus secara berlebihan pada aturan dan detail hingga poin utama suatu aktivitas terabaikan

2. perfeksionisme ekstrem hingga ke tingkat yang membuat berbagai proyek jarang terselesaikan

3. pengabdian berlebihan pada pekerjaan hingga mengabaikan kesenangan dan persahabatan

4. tidak fleksibel tentang moral

5. sulit membuang benda yang tidak berarti

6. enggan mendelegasikan kecuali jika orang lain memnuhi standar

7. kikir

8. rigid dan keras kepala

gangguan ini mencangkup obsesi dimana semua prioritas yang pernah disampaikan harus wajib dipenuhi apapun yang terjadi. gangguan ini sulit untuk mengendalikan diri untuk tidak bersikap sempurna dan bahkan bisa sedikit cemas jika tidak ada hal yang tidka diperbaiki atau di cek apa yang bisa dibuat sempurna (Tongersen & Cramer, 2001).





ingat yah guys, bila ada orang yang mengalami gangguan seperti harus diketahui dulu dia masuk dalam kategori apa. misalnya saya bermain peran untuk berpura-pura menjadi smeua kategori di atas hanya untuk menguji orang-orang yang ada di sekitar saya karakter dan gangguan apa yang mereka miliki. meski disebut sebagai kejahatan dalam mencari kelemahan. setidaknya saya tahu apa yang mereka alami dan bagaimana cara menghadapinya.

next nantikan kisah selanjutnya mengenai gangguan-gangguan lainnya yah guys...kalau ada yang kurang ngerti mohon komentar aja di kolom komentar. atau email saya.....




Aristo Pratama
3 Maret 2018

Tidak ada komentar: