Hari ini
sebetulnya hari yang sangat melelahkan untukku. Kenapa? Karena sejak Selasa
kemarin memutuskan untuk cuti sebulan tanpa digaji layaknya cuti melahirkan
kupikir bisa Bedrest. Gak tahunya gak bisa. Hmmmmm bingung jadinya. Karena sekarang
harus control terus. Ke rumah sakit yang berbeda-beda. Selasa kemarin sampai
Rabu ini ke Ciptomangunkusumo. Rasanya sangat pedih begitu dokter sana ternayat
kerja sama dengan dokter di Bethsedia Gading Serpong. Kondisinya harus USG dan
Rontgen lagi. Kali ini harus bisa sembuh. Obat sudah tidak berguna lagi. Apa sih
penyebabnya? Dokter curiga kemudian memanggil mentorku dan mengecek ada apa
dengan kondisi mentalku. Lalu kemudian mulai teknik Hipnoterapi. Ternyata,
memang kekuatan pikiran mampu membuat segalanya jadi nyata. Kelenjar Tiroid
sudah menyebar. Leukosit yang mau sembuh, akhirnya kembali bergejolak. Nilai persentasenya
di atas 150…(lagi?) kali ini adikku betul2 Shock dan hanya bisa menangis dan
bertanya masalah apalagi yang menimpa saya. Iya pun segera mengeluarkan
handphonenya dan mute semua aktivitas yang berusaha bertanya soal aku dan
reject semua orang.
Sejujurnya,
orang-orang gak salah kok. Dia hanya curiga berlebihan sampai semua orang di
mute atau di block sementara. Saat aku marah, rasa sakit di kepala terus kumat.
Aku pun marah karena dia gak pernah percaya pada siapapun lagi. Kalau dia
berkata semua orang meninggalkanku, itu salah dek, karena aku yang menjauh dari
semuanya. Semua kehidupan yang kujauhi semuanya hingga aku sulit untuk bisa
kembali percaya. Baru kali ini banyak orang datang berbondong-bondong minta
maaf setelah adikku posting itu dan aku baru sadar. Jadi, saat aku sakit semua
datang kembali padaku? Tetap saja aku tidak pernah membukakakan pintu….bukannya
tidak mau, tapi sulit dan butuh waktu. Aku hanya bisa berusaha untuk menjadi
orang yang lebih baik lagi. Hmmm, setelah aku diberikan karma ini, aku paham
Tuhan memberikanku ujian untuk aku membukakan pintu maaf. Pintu maaf yang
datang dari banyak orang. Hmmmm, aku hanya ingin berusaha kembali pada ingatan
yang lalu.
Kalau diingat
lagi, aku kangen momen itu semua…..dengan dia, dengan si kecil, dengan
sahabatku, dengan adik2ku……kalau boleh jujur, aku kangen sekali. Aku sekarang
hanya bisa tersenyum aja. Sampai akhirnya si kecil ingin beli aku hanya untuk
punya waktu bersama dengannya. Aku hanya ingin pergi dengan senyum……sampai
akhirnya adikku marah saat aku menyimpan sendiri medis diagnosanya…..sayangnya,
dia terlalu jadi adik yang benci akan semuanya. Aku sulit membedakan mana yang
benar dan mana yang provokator. Kenapa yah? Satu hal belain aku tapi benci
dengan sekitarku. Satunya benci aku sampai datang ke telinga orang di
sekitarku. Gak apa deh….dari sini aku belajar banyak hal untuk bisa jadi lebih
baik lagi.
Biar aku
yang pergi, biar aku yang berhenti untuk mengharapkan semuanya. Aku hanya bisa
berjuang sendiri dulu. Senin saat aku seusai interview dan drop, aku bermimpi
dan didatangi oleh alm Kasa dan Brian. Kenapa???? Kenapa kalian datang lagi????
Rupanya mereka bilang kalau aku yang memanggil mereka. Atas izin Tuhan mereka
memintaku untuk mengatakan 1 hal. Yaitu agar aku berhati2 pada orang yang hanya
sesaat tulus padaku dan bukan percaya dan mau menerima kekuranganku. Jika manusia
melakukan 7 Dosa maut atau melakukan di antaranya, ia akan hidup bersama dengan
Razriel, malaikat yang ditakuti karena malaikat maut atau kematian. Jika emang
itu kehendak Tuhan, aku akan terima tugas itu untuk menjadi malaikat maut
dengan tugas yang berat dan menyakitkan.
Waktu yang
kupegang, kutukan yang kuterima dan akhirnya aku harus pergi, aku ikhlas. Saat aku
jalan di taman Ciptomangunkusumo, aku bertemu dengan anak yang rapuh dan hanya
duduk di kursi roda. Ia mengatakan kalau ia sedih melihatku. Sangat sedih saat
dia melihat kehidupanku yang dulu. Aku hidup sebagai seorang penjahat yang
mampu memanipulasi kata. Bermain sihir dan mampu menggunakan akal busuk untuk
menghancurkan orang lain. Saat aku bertanya siapa aku? Aku adalah penjahat kuno
zaman Mataram. Hingga akhirnya ditinggal oleh semua orang yang mengkhianatiku,
lalu mati dibunuh oleh saudara2 angkatnya sendiri.
Kutanggung
karma ini, kutanggung resiko ini, kutanggung semua dosa yang kubunuh. Kutanggung
tugas2 yang tidak jelas ini. Mengantarkan semua arwah untuk kembali ke jalan
yang benar. Aku pernah bertanya dengan seorang resik atau pertapa di Ganjuran
Jogya dengan adatnya yang kental yaitu Kejawennya. Ia menceritakan bahwa jika
aku ditutup semua mata batinnya, aku tidak akan bisa kembali ke Nirwana dan
hidup kekal di Surga. Jika dosaku ini besar, aku harus tahu kalau aku bisa
melakukannya. Tapi jika aku tidak mau melakukannya, aku hanya hidup dalam
kehampaan. Sebagai anak indigo, resikonya adalah dikutuk tidak mempunyai teman
dekat. Teman dekat akan hadir saat kematian datang. Apakah itu resiko yang
ditanggung?
Tapi aku
cukup senang saat si kecil hadir kembali dan hak asuh dan walinya berada di
tanganku. Dia berkata kalau yang selama ini menjaga, merawat dan mengajarkan
banyak hal adalah aku. Aku tahu kalau dia akan memasuki masa pubertas, hingga
aku harus tahu kalau nanti aku juga ditinggal olehnya. Aku udah percayakan
banyak hal pada semuanya. Begitulah menjadi seorang guru, harus bisa menjadi
sosok yang ditinggal oleh muridnya.
Hmm, aku
harus bisa melakukannya apa2 sendiri. Jika nanti usahaku sia2 dan karena
perjuangan dan usaha mereka melakukan apapun masing2 dan bukan karena
bantuanku, gak apa kok. Karena aku harus mampu melakukannya agar mereka lupa
semua. Karena jasa dan pengorbanan gak pakai bilang2…karena perjuangan dan
usaha gak perlu diucapkan itu kata2 yang diucapkan dari dia yang harus
kuterapkan….if you want to make me negative thingking, don’t judge yourself if I
change gonna be cruel. Your tounge, your carma. Your mouth, your sword….beware
about your spoke.
Tapi sekarang,
aku mau mencoba untuk menggali potensiku lebih baik. Dilarang untuk gak boleh
dance lagi sama dokter sumpah itu lumayan menyakitkan. Dilarang juga untuk
kerja yang kasar atau tidur larut malam atau bahkan mengetik di computer. Hancur
sudah harapan sebagai seorang penulis. Masih ada 1 sih yaitu nyanyi dan latihan
teater. Tapi menulis dan dance yang kusuka? Apa Tuhan dan dokter gak punya
hati? Entahlah……
Yang pasti,
sekarang aku harus bisa terbiasa sendiri. Terbiasa untuk bisa mandiri. Walau nanti
suatu saat kembali seperti dulu, itu mustahil. Karena hanya kenangan yang
tersisa dan waktu itu akan selalu berputar ke depan terus. Tiada yang mustahil?
Hanya manusia yang suci yang mampu membuat keadaan sama seperti dulu. Karena kenangan
hanya terjadi sekali. Dan keadaan tidak akan pernah berubah menjadi sama. Setidaknya
manusia yang merana dan depresi atau manusia jahat, didatangi Tuhan atau
malaikat paling sedikit 1 kali. Kenangan akan selalu melekat, tapi keadaan,
takdir dan waktu, akan selalu berubah dan tidak akan pernah sama atau kembali
seperti dulu. Hidup itu realitis dan melihat dari keadaan yang sesungguhnya. Karena
hidup manusia itu terlalu kejam. Terlalu banyak mencari hal negative dan
kesalahan daripada mengumbar diri sendiri.
Ada beberapa
keadaan yang ditegur 3 kali dan kali ini pasti takdir dari Tuhan. 1). Yaitu sebuah
quotes dimana jangan memikirkan kebahagiaan orang lain yang belum tentu kamu
rasakan dan kamu terima balik. Karena kebahagiaan orang lain, belum tentu kamu
terima balik atau kamu dihargai. Karena kamu perlu kebahagiaan untuk diri kamu
sendiri. Quotes itu aku dapatkan dari seorang mentor yang kirim itu ke DM IG
saya. Dan saya pikir itu hanyalah sebuah quotes biasa. 2). Keesokan harinya,
saya mendapati junior saya di kampus sedang ngomel melalui statusnya karena
keadaan sahabatnya yang membuat dia marah. Dia menulis kenapa harus
mengutamakan kebahagiaan untuk orang lain karena lu perlu untuk bahagia buat
diri lu sendiri. Saya pikir itu hanyalah kemarahan tetapi kenapa sama dengan
quotes itu sedangkan quotes itu tidak di post dan tidak ada dimanapun walau
saya cari di google sekalipun. 3). Rupanya ada quotes yang mirip dengan itu
yang berkata bahwa tak perlu memikirkan kebahagiaan orang lain karena kamu
perlu kebahagiaan untuk dirimu sendiri. Hm…kenapa sih banyak sekali yang mirip
sekali yah? Kejadian itu keesokan harinya karena saya sedang bantu si kecil
cari puisi dan kata mutiara. 4) ini yang terakhir, keanehan yang kudapat saat
aku dikontak Kak Eza, kakak ganteng, model, yang sekarang hijrah dan tinggal di
negeri melayu sana. Ia hanya mengatakan padaku suatu hal yang mengejutkan “dek,
cem mana? Awak baikkeh? Abang nak bilang….oh ya, im so sorry about this,
kebiasaan pakai Bahasa di sini. Oh ya, kakak Cuma mau bilang, kamu gak perlu
urus bahagianya orang lain, biarkan orang lain bahagia dan kamu gak ikut campur
urusan mereka. Walau nantinya mereka pikir kebahagiaan datangnya dari usaha
mereka dan bukan bantuanmu, setidaknya biarkan mereka menerima karmanya
sendiri. Jika mereka datang karena masalah yang mereka buat sendiri, jangan
kamu bantu. Karena kamu berhak untuk bahagiakan diri kamu sendiri dan biarkan
mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. Karena hidup gak perlu campur
tangan orang lain dan gak perlu membahagiakan orang lain secara paksa. So,
please, take yourself, im so far away…no hug you any longer, anytime. Im useless
saat kamu sedang sakit dan bermasalah. Kakak merasa bodoh sekarang. Kamu terus
terima uang yang kakak kirim kan? Kakak kaget saat ada anak kecil itu, kakak
pikir kamu udah nikah. Hm, maaf yah kalau kakak kirim via email ke alamat email
yang lama. Kamu bisa kirim kontak kamu ke kakak? Jujur saat lihat IG kamu aja
kakak udah seneng banget. Sayang kakak masih jomblo. Doakan kakak selalu yah. Miss
you so much, desember kita ketemuan di Jogya yah. Mungkin Cuma amat sangat
sebentar tapi yang penting, liat kamu senyum udah seneng. Love you brother”.
Sulitnya
copas ini tulisan beginian karena masih kekirim ke email yang lama dan harus
edit lagi. Sayangnya pengobatan ini membuatku sakit baik fisik maupun batin. Hanya
berusaha bertahan dari situasi yang ada. Belum lagi, masalah lainnya yang buat
kepikiran. Sekarang diterapi luar dalam baik fisik maupun batin. Teknik terapi
aku gak butuh karena pikiranku kuat. Cuma 1 hal yang harus dilakukan dokter dan
dokter jiwa, yaitu hilangkan ingatan sebagai amnesia agar pengobatan bisa
sembuh karena taka da lagi jalan pikiran yang membuat penyakit ini kambuh dan
segera bisa diselesaikan secepatnya. Resikonya memang 1 yaitu kerusakan otak
alias mati rasa karena efek terapi hipnoterapi yang mengorbankan ingatan. Tapi kalau
gak githu, mau sampai kapan sembuh jika batin terus tidak mendapat
kebahagiaan??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar