Secret

Kamis, 07 September 2017

CURHATAN HARI INI

     Hari ini sebetulnya hari yang sangat melelahkan untukku. Kenapa? Karena sejak Selasa kemarin memutuskan untuk cuti sebulan tanpa digaji layaknya cuti melahirkan kupikir bisa Bedrest. Gak tahunya gak bisa. Hmmmmm bingung jadinya. Karena sekarang harus control terus. Ke rumah sakit yang berbeda-beda. Selasa kemarin sampai Rabu ini ke Ciptomangunkusumo. Rasanya sangat pedih begitu dokter sana ternayat kerja sama dengan dokter di Bethsedia Gading Serpong. Kondisinya harus USG dan Rontgen lagi. Kali ini harus bisa sembuh. Obat sudah tidak berguna lagi. Apa sih penyebabnya? Dokter curiga kemudian memanggil mentorku dan mengecek ada apa dengan kondisi mentalku. Lalu kemudian mulai teknik Hipnoterapi. Ternyata, memang kekuatan pikiran mampu membuat segalanya jadi nyata. Kelenjar Tiroid sudah menyebar. Leukosit yang mau sembuh, akhirnya kembali bergejolak. Nilai persentasenya di atas 150…(lagi?) kali ini adikku betul2 Shock dan hanya bisa menangis dan bertanya masalah apalagi yang menimpa saya. Iya pun segera mengeluarkan handphonenya dan mute semua aktivitas yang berusaha bertanya soal aku dan reject semua orang.

     Sejujurnya, orang-orang gak salah kok. Dia hanya curiga berlebihan sampai semua orang di mute atau di block sementara. Saat aku marah, rasa sakit di kepala terus kumat. Aku pun marah karena dia gak pernah percaya pada siapapun lagi. Kalau dia berkata semua orang meninggalkanku, itu salah dek, karena aku yang menjauh dari semuanya. Semua kehidupan yang kujauhi semuanya hingga aku sulit untuk bisa kembali percaya. Baru kali ini banyak orang datang berbondong-bondong minta maaf setelah adikku posting itu dan aku baru sadar. Jadi, saat aku sakit semua datang kembali padaku? Tetap saja aku tidak pernah membukakakan pintu….bukannya tidak mau, tapi sulit dan butuh waktu. Aku hanya bisa berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Hmmm, setelah aku diberikan karma ini, aku paham Tuhan memberikanku ujian untuk aku membukakan pintu maaf. Pintu maaf yang datang dari banyak orang. Hmmmm, aku hanya ingin berusaha kembali pada ingatan yang lalu.

     Kalau diingat lagi, aku kangen momen itu semua…..dengan dia, dengan si kecil, dengan sahabatku, dengan adik2ku……kalau boleh jujur, aku kangen sekali. Aku sekarang hanya bisa tersenyum aja. Sampai akhirnya si kecil ingin beli aku hanya untuk punya waktu bersama dengannya. Aku hanya ingin pergi dengan senyum……sampai akhirnya adikku marah saat aku menyimpan sendiri medis diagnosanya…..sayangnya, dia terlalu jadi adik yang benci akan semuanya. Aku sulit membedakan mana yang benar dan mana yang provokator. Kenapa yah? Satu hal belain aku tapi benci dengan sekitarku. Satunya benci aku sampai datang ke telinga orang di sekitarku. Gak apa deh….dari sini aku belajar banyak hal untuk bisa jadi lebih baik lagi.

     Biar aku yang pergi, biar aku yang berhenti untuk mengharapkan semuanya. Aku hanya bisa berjuang sendiri dulu. Senin saat aku seusai interview dan drop, aku bermimpi dan didatangi oleh alm Kasa dan Brian. Kenapa???? Kenapa kalian datang lagi???? Rupanya mereka bilang kalau aku yang memanggil mereka. Atas izin Tuhan mereka memintaku untuk mengatakan 1 hal. Yaitu agar aku berhati2 pada orang yang hanya sesaat tulus padaku dan bukan percaya dan mau menerima kekuranganku. Jika manusia melakukan 7 Dosa maut atau melakukan di antaranya, ia akan hidup bersama dengan Razriel, malaikat yang ditakuti karena malaikat maut atau kematian. Jika emang itu kehendak Tuhan, aku akan terima tugas itu untuk menjadi malaikat maut dengan tugas yang berat dan menyakitkan.

     Waktu yang kupegang, kutukan yang kuterima dan akhirnya aku harus pergi, aku ikhlas. Saat aku jalan di taman Ciptomangunkusumo, aku bertemu dengan anak yang rapuh dan hanya duduk di kursi roda. Ia mengatakan kalau ia sedih melihatku. Sangat sedih saat dia melihat kehidupanku yang dulu. Aku hidup sebagai seorang penjahat yang mampu memanipulasi kata. Bermain sihir dan mampu menggunakan akal busuk untuk menghancurkan orang lain. Saat aku bertanya siapa aku? Aku adalah penjahat kuno zaman Mataram. Hingga akhirnya ditinggal oleh semua orang yang mengkhianatiku, lalu mati dibunuh oleh saudara2 angkatnya sendiri.

     Kutanggung karma ini, kutanggung resiko ini, kutanggung semua dosa yang kubunuh. Kutanggung tugas2 yang tidak jelas ini. Mengantarkan semua arwah untuk kembali ke jalan yang benar. Aku pernah bertanya dengan seorang resik atau pertapa di Ganjuran Jogya dengan adatnya yang kental yaitu Kejawennya. Ia menceritakan bahwa jika aku ditutup semua mata batinnya, aku tidak akan bisa kembali ke Nirwana dan hidup kekal di Surga. Jika dosaku ini besar, aku harus tahu kalau aku bisa melakukannya. Tapi jika aku tidak mau melakukannya, aku hanya hidup dalam kehampaan. Sebagai anak indigo, resikonya adalah dikutuk tidak mempunyai teman dekat. Teman dekat akan hadir saat kematian datang. Apakah itu resiko yang ditanggung?

     Tapi aku cukup senang saat si kecil hadir kembali dan hak asuh dan walinya berada di tanganku. Dia berkata kalau yang selama ini menjaga, merawat dan mengajarkan banyak hal adalah aku. Aku tahu kalau dia akan memasuki masa pubertas, hingga aku harus tahu kalau nanti aku juga ditinggal olehnya. Aku udah percayakan banyak hal pada semuanya. Begitulah menjadi seorang guru, harus bisa menjadi sosok yang ditinggal oleh muridnya.

     Hmm, aku harus bisa melakukannya apa2 sendiri. Jika nanti usahaku sia2 dan karena perjuangan dan usaha mereka melakukan apapun masing2 dan bukan karena bantuanku, gak apa kok. Karena aku harus mampu melakukannya agar mereka lupa semua. Karena jasa dan pengorbanan gak pakai bilang2…karena perjuangan dan usaha gak perlu diucapkan itu kata2 yang diucapkan dari dia yang harus kuterapkan….if you want to make me negative thingking, don’t judge yourself if I change gonna be cruel. Your tounge, your carma. Your mouth, your sword….beware about your spoke.

     Tapi sekarang, aku mau mencoba untuk menggali potensiku lebih baik. Dilarang untuk gak boleh dance lagi sama dokter sumpah itu lumayan menyakitkan. Dilarang juga untuk kerja yang kasar atau tidur larut malam atau bahkan mengetik di computer. Hancur sudah harapan sebagai seorang penulis. Masih ada 1 sih yaitu nyanyi dan latihan teater. Tapi menulis dan dance yang kusuka? Apa Tuhan dan dokter gak punya hati? Entahlah……

     Yang pasti, sekarang aku harus bisa terbiasa sendiri. Terbiasa untuk bisa mandiri. Walau nanti suatu saat kembali seperti dulu, itu mustahil. Karena hanya kenangan yang tersisa dan waktu itu akan selalu berputar ke depan terus. Tiada yang mustahil? Hanya manusia yang suci yang mampu membuat keadaan sama seperti dulu. Karena kenangan hanya terjadi sekali. Dan keadaan tidak akan pernah berubah menjadi sama. Setidaknya manusia yang merana dan depresi atau manusia jahat, didatangi Tuhan atau malaikat paling sedikit 1 kali. Kenangan akan selalu melekat, tapi keadaan, takdir dan waktu, akan selalu berubah dan tidak akan pernah sama atau kembali seperti dulu. Hidup itu realitis dan melihat dari keadaan yang sesungguhnya. Karena hidup manusia itu terlalu kejam. Terlalu banyak mencari hal negative dan kesalahan daripada mengumbar diri sendiri.

     Ada beberapa keadaan yang ditegur 3 kali dan kali ini pasti takdir dari Tuhan. 1). Yaitu sebuah quotes dimana jangan memikirkan kebahagiaan orang lain yang belum tentu kamu rasakan dan kamu terima balik. Karena kebahagiaan orang lain, belum tentu kamu terima balik atau kamu dihargai. Karena kamu perlu kebahagiaan untuk diri kamu sendiri. Quotes itu aku dapatkan dari seorang mentor yang kirim itu ke DM IG saya. Dan saya pikir itu hanyalah sebuah quotes biasa. 2). Keesokan harinya, saya mendapati junior saya di kampus sedang ngomel melalui statusnya karena keadaan sahabatnya yang membuat dia marah. Dia menulis kenapa harus mengutamakan kebahagiaan untuk orang lain karena lu perlu untuk bahagia buat diri lu sendiri. Saya pikir itu hanyalah kemarahan tetapi kenapa sama dengan quotes itu sedangkan quotes itu tidak di post dan tidak ada dimanapun walau saya cari di google sekalipun. 3). Rupanya ada quotes yang mirip dengan itu yang berkata bahwa tak perlu memikirkan kebahagiaan orang lain karena kamu perlu kebahagiaan untuk dirimu sendiri. Hm…kenapa sih banyak sekali yang mirip sekali yah? Kejadian itu keesokan harinya karena saya sedang bantu si kecil cari puisi dan kata mutiara. 4) ini yang terakhir, keanehan yang kudapat saat aku dikontak Kak Eza, kakak ganteng, model, yang sekarang hijrah dan tinggal di negeri melayu sana. Ia hanya mengatakan padaku suatu hal yang mengejutkan “dek, cem mana? Awak baikkeh? Abang nak bilang….oh ya, im so sorry about this, kebiasaan pakai Bahasa di sini. Oh ya, kakak Cuma mau bilang, kamu gak perlu urus bahagianya orang lain, biarkan orang lain bahagia dan kamu gak ikut campur urusan mereka. Walau nantinya mereka pikir kebahagiaan datangnya dari usaha mereka dan bukan bantuanmu, setidaknya biarkan mereka menerima karmanya sendiri. Jika mereka datang karena masalah yang mereka buat sendiri, jangan kamu bantu. Karena kamu berhak untuk bahagiakan diri kamu sendiri dan biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri. Karena hidup gak perlu campur tangan orang lain dan gak perlu membahagiakan orang lain secara paksa. So, please, take yourself, im so far away…no hug you any longer, anytime. Im useless saat kamu sedang sakit dan bermasalah. Kakak merasa bodoh sekarang. Kamu terus terima uang yang kakak kirim kan? Kakak kaget saat ada anak kecil itu, kakak pikir kamu udah nikah. Hm, maaf yah kalau kakak kirim via email ke alamat email yang lama. Kamu bisa kirim kontak kamu ke kakak? Jujur saat lihat IG kamu aja kakak udah seneng banget. Sayang kakak masih jomblo. Doakan kakak selalu yah. Miss you so much, desember kita ketemuan di Jogya yah. Mungkin Cuma amat sangat sebentar tapi yang penting, liat kamu senyum udah seneng. Love you brother”.


     Sulitnya copas ini tulisan beginian karena masih kekirim ke email yang lama dan harus edit lagi. Sayangnya pengobatan ini membuatku sakit baik fisik maupun batin. Hanya berusaha bertahan dari situasi yang ada. Belum lagi, masalah lainnya yang buat kepikiran. Sekarang diterapi luar dalam baik fisik maupun batin. Teknik terapi aku gak butuh karena pikiranku kuat. Cuma 1 hal yang harus dilakukan dokter dan dokter jiwa, yaitu hilangkan ingatan sebagai amnesia agar pengobatan bisa sembuh karena taka da lagi jalan pikiran yang membuat penyakit ini kambuh dan segera bisa diselesaikan secepatnya. Resikonya memang 1 yaitu kerusakan otak alias mati rasa karena efek terapi hipnoterapi yang mengorbankan ingatan. Tapi kalau gak githu, mau sampai kapan sembuh jika batin terus tidak mendapat kebahagiaan??

Tidak ada komentar: