Namaku adalah R kisahku hari ini dari diriku
yang berbeda. Ya dari mana yang mulainya.....hmmm begini dari 5 tahun yang
lalu. Aku mengidap penyakit yang sungguh membuatku mengalami semua perubahan
yang terjadi, yaitu semua syarafku melemah dan aku tak mampu untuk menggerakkan
badan, tanga, bibir dan semua motorik lainnya. Semua berubah ketika aku
mendapatkan semua yang aku inginkan sampai seorang kekasih yang perhatian dan
seorang anak yang kurawat dengan penuh kasih sayang. Mengingat hal itu, aku
selalu bertanya apakah aku masih bisa untuk sembuh?
Aku bingung dengan kondisi yang sekarang. Mengingat
melemahnya kondisi yang harus aku perbuat dengan kebaikan agar nanti aku pergi
tak ada urusan lagi di dunia ini. Aku sempat bertanya apakah aku bisa sembuh
dengan kondisi yang mulai menggerogotiku? Aku merasa, bahwa hal ini sungguh membuatku
bingung harus berbuat apa dan bagaimana caranya agar orang tak kasihan dengan
diriku meski mereka tahu tentang kejujuran yang aku utarakan pada mereka. Kondisi
yang lebih tidak memungkinkan adalah, aku tertekan dengan dampak kekasihku yang
pergi meninggalkan aku karena urusan jodoh dengan keluarganya. Nyatanya,
buktinya dia mengira aku yang selingkuh, padahal, siapa yang selingkuh di akhir
cerita hubungan kami? Hidupku berurusan dengan ankku saja. Dengan adanya
anakku, aku merasa dia bagai obat dimanapun dia berada. Kebaikan dan semangat
yang aku peroleh dari dirinya, sementara kekasihku hanya mencoba mencari dimana
kondisi aku menyalahkan dirinya atau mencari perhatian padaku saja. Aku berfikir,
dia bisa menerima saat aku bekerja di luar kota, nyatanya, tidak sama sekali
dan hanya berfikir dia malas mempunyai seorang pacar dan menuliskan bahwa
dirinya single di hadapan keluarga intinya.aku hanya berfikir aku salah tetapi
apakah dia melihat perjuangan yang aku berikan padanya? Tidak satupun dia
menghargai apa yang aku rasakan. Tidak pernah mengucapkan rasa terima kasih
padaku walau aku tak mengharapkannya. Awalnya semua berfikir apakah aku
dimanfaatkan? Sampai oknum yang menjadi musuhku, rela memberitahukan kalau
kekasihku hanya mencoba memanfaatku lewat pesan berantai yang akhirnya aku tahu
bahwa oknum musuhku yang memberitahukannya padaku.
Aku tak pernah percaya pada siapapun. Aku hanya
berfikir bahwa aku harus menjadi orang tertutup dan hanya fokus pada anakku
saja. Semua tertarik hanya karena tubuhku. Semua tertarik hanya karena fisik
aku dan bukan melihat kondisi aku. Bergitu kondisi aku sakit, tak ada yang
peduli bahkan tak ada yang mau menemani saat aku sakit. Semua teman yang
kukenal hanya bersifat sementara dan tak pernah melihat kondisiku yang
sebenarnya. Walau mereka butuh aku hanya di saat mereka terpuruk atau sedang
dalam masalah batin. Aku tertutup karena semua yang melihatku ingin berkenalan
dengan cara yang paksa.
Lebih lucu ketika ada seorang paranormal bercerita
dari lahir aku punya aura yang membuat orang tertarik dan ingin berkenalan. Lambat
laun mereka menceritakan smeua masalah dan keluh kesahnya. Seketika berfikir
orang seperti aku bisa dijadikan tumbal untuk penyelesaian masalah mereka alias
pelampiasannya. Merasakan dengan kondisi yang tidak memungkinkan yaitu dengan
kondisi dimana mereka memakai aku sebagai bentuk peluapan emosi walau aku
sedang sibuk dan harus mengatasi mereka semua. Saat mereka semua tahu aku dalam
masalah, mereka sibuk dan tak mau tahu apa yang aku alami. Bahkan mereka
berbalik marah karena tak peduli dengan mereka yang bermasalah dan mencap aku
sebagai sosok yang jahat dan kejam karena cuek pada mereka. Tidakkah mereka
tahu aku juga manusia yang sedang dalam kondisi terpuruk?
Tahun 2010 aku pernah kena baku tembak dengan
genk motor yang sekarang menjadi sebutan begal. Pada waktu itu genk motor
prampok hanya modal helm dan motor rame-rame, sekarang dengan wajah terlihat
dan membawa senjata tajam. Waktu itu aku berjalan untuk beli makanan ringan
untuk anak kecil di rumahku yang kurawat dan kuasuh. Lalu, mereka datang dan
langsung menembak saat aku mencoba berbalik dan alhasil terkena di daerah
punggung bagian atas dan butuh 8 bulan untuk pengobatan itu dan smeua orang
berkata bohong karena belum liat buktinya. Sampai ada beberapa memfoto
punggungku dan bukan foto luka, melainkan foto punggung bagus yang mereka sukai
dan seketika semua menganggap aku hanyalah sebuah alat pemuas hasrat mereka dan
bukan diberikan waktu untuk istirahat.
Yap, sekarangpun tak ada yang mau
memperdulikan kondisi yang aku alami. Saat banyak dari mereka berkata untuk
sayang dan peduli, hanya mau nikmatnya saja, tapi saat aku butuh, mereka sibuk
dan masa bodoh, ada juga mereka tinggalin dan merasa bukan urusan mereka. Ya mau
gimana lagi, namanya juga orang yang hanya dimanfaatkan saja. Setidaknya, aku
sudah berjuang sampai yang aku bis auntuk membantu mereka semua
Kembali ke ceritaku, masalahku dan juga
penyakitku, syaraf yang dimana aku mengalami kelemahan dan kelumpuhan sesaat
dengan kondisi yang aku alami. Sama seperti orang yang terkena lumpuh syaraf
pada bagian wajah, bedanya, ini seperti menjalar ke seluruh tubuh. Mulai dari
bagian wajah tak bisa berbicara tapi masih bisa berfikir, atau kondisi kaki
yang tak bisa digerakkan, smapai tangan yang mulai salah terus dalam bergerak
atau typo dalam menulis. Orang hanya mengira aku mengada saja, tapi, kondisiku
sudah aku jalani selama 5 tahun terakhir ini. Terkadang jika kumat, pertandanya
seperti mimisan dan muntah darah. Setelah itu seolah bibir tak bisa digerakkan
layaknya susah untuk menggerakan motorik ini bahkan sampai ke kaki dan juga
tangan. Sampai kapan aku seperti ini? Memang akan sembuh tetapi tidak dengan
hatiku. Aku merasa aku sudah mulai menjauh dengan orang lain. Percuma jika
mereka malas atau gak peduli tetapi aku masih baik pada mereka. Mereka hanya
tahu sayang di saat aku ceria dan tidak sakit. Walau sakit, mereka pedulikah? Mereka
masih memperhatikankukah? Kurasa terbalik, lebih baik paksakan diri sampai
masalah mereka selesai. Jika aku meninggal nanti, apakah nanti mereka akan
menyesal? Semua sudah terlambat. Menyesal tak akan ada gunanya. Jika tahu apa
itu arti dari sebuah rasa sayang, hendaknya kamu tahu porsinya agar orang
semakin tahu bahwa kamu tulus padanya.
Sekian cerita dari kisah hari ini, sampai
jumpa lagi di tulisan berikutnya, byeeeeeeee
Tidak ada komentar:
Posting Komentar