Secret

Selasa, 01 Oktober 2013

Laporan Hasil Wawancara


     Dalam hal wawancara, ada hal terpenting yang harus diingat yaitu waktu dan tempat berlangsungnya wawancara dan biodata subyek. untuk biodata subyek, lebih baik menggunakan nama inisial, karena lebih aman, selain rahasianya terjamin (produk iklan kali ris), kalau udah jadi berkas, terus mau digadai atau mau dibuang, kemudian ada orang yang gadai itu melihat dan tahu ada biodata subyek, takutnya menjadi bahan ejekan atau omongan bagi si subyek, kasihan kan, nanti dia menuntut lagi karena rahasianya dibongkar. jadi kalau menggunakan nama inisial, lebih aman dan terjamin.

     Dalam wawancara, hal yang harus dilaporkan adalah, hasil wawancara, observasi dan refleksi pewawancara.  kalau menurut saya, adanya hasil wawancara saja atau observasi saja, tidaklah cukup, bisa saja orang tersebut manipulatif. nah maka dari itu, diperlukan juga bukti otentik yang kuat biar tak manipulatif yaityu foto dengan subyek di lokasi keberadaan subyek (kalau latar belakang gak mendukung sih sama aja bohong), lalu bukti rekaman suara hasil dari wawancara, kalau video? (ada baiknya suara saja, belum tentu subyek mau direkam terus lebih manusiawi, kenapa? emangnya lagi dalam proses interogasi ala kepolisian? kalau di publish? kasihan subyek kali).

Hasil Wawancara
dalam hasil wawancara memuat cerita subyek selama wawancara berlangsung. hal utama yang harus ditulis adalah cerita dari si subyek bukan proses wawancara kita saat menulis hasil (emangnya observasi atau nulis kisah nyata apa). dalam laporan hasil wawancara merupakan rangkuman cerita subyek dengan urutan sistematis (kalau subyek ceritanya gak urut, ya kita urutin dong, jangan kayak naskah sinetron, ada flashbacknya, ntar jadinya ceritanya panjang, bukan hasil wawancara, tapi hasil cerita bersambung 600 episode).

Observasi Subyek
dalam hasil wawancara, observasi adalah sesuatu yang merupakan kesimpulan atau penilaian anda pribadi mengenai subyek. bahasanya kalau bisa gunakan bahasa konkret, baku, spesifik, aktual, faktual, tajam dan terpercaya (berita kaliiiiiii).  karena dalam observasi seperti sebuah cerita dimana siapa yang membaca ikut membaayangkan tempat tersebut seperti apa. dalam proses wawancara, aspek perilaku subyek juga diobservasi karena paling terlihat saat melakukan wawancara. dalam perilaku subyek terlihat seperti penampilannya seperti apa, mood subyek serta alur berfikirnya. oh iya penting nih, kepo boleh tapi usahakan mimik mukanya datas yah, jangan penuh ekspresi seperti sinetron, nanti subyeknya kabur dan minder lihat muka you-you pada yang beradu akting dengannya.

Refleksi sebagai wawancara
dalam wawancara, refleksi itu sangat berguna karena sebagai intropeksi diri dan pengembangan sebagai pewawancara. ada kaitannya juga dengan teori yang dipelajari. serta mengkaitkan dengan pengalaman pribadi. serta mengetahui kelemahan dan kelebihan kita sebagai pewawancara.

oke, sekian dari saya, terima kasih.

Tidak ada komentar: