orang tua gadis tersebut tidak mengaanggapnya anak lagi walau mereka tinggal serumah. orang tua gadis tersebut menyibukkan dirinya dengan berbisnis besar-besaran, agar mereka tidak punlang ke rumah dan tidak mau melihat anaknya yang buta itu.
gadis tersebut sangat cantik, wajahnya bagaikan bidadari dan dia selalu tersenyum meski dia buta. gadis tersebut buta karena mengalami kecelakaan mobil yang menimpanya di tol Cipularang sewaktu dia berumur 8 tahun. mobil tersebut oleng karena kelalaian supur yang mengantuk dan melihat "sosok" besar yang tiba-tiba muncul di depannya. sang supir tewas tetapi sang anak mengalami buta seumur hidupnya.
karena orang tuanya sangat malu, mereka terpaksa menyembunyikan anaknya di bagian belakang rumah, pavilion kecil agar tidak diketahui orang banyak dan menjawab bahwa mereka tidak punya anak lagi karena menginggal dalam kecelakaan naas bersama tewasnya sang supir.
gadis tersebut hanya bisa belajar melaui sekolah khusus privat dimana mengajarkan huruf-huruf braille dan guru-guru private yang bisa mengenal huruf itu dan profesional tinggi, sehingga walau butapun, anak tersebut kelak menjadi orang yang cerdas.
suatu ketika, dia mendengar percakapan orang tuanya karena orang tuanya mau membuangnya karena merasa tidak ada penerus pewaris yang mereka harapkan, maka dari itu sebelum orang tua gadis datang, gadis tersebut sudah pergi terlebih dahulu.
saat orang tuanya ingin menghampiri kamarnya, ternyata gadis tersebut sudah tak ada, dan orang tua sang gadis tersebut, panik dan mulai mencarinya.
saat sang gadis tersebut di jalan raya dan hampir tertabrak, ada seorang pemuda yang menolongnya, pemuda tersebut menjatuhkan dirinya agar gadis tersebut tidak ikut tertabrak.
sang gadis tersebut marah-marah, tetapi sang pemuda tersebut panik karena dia merasa tidak mencuri, rupanya sang gadis tersebut marah-marah karena pemuda tersebut menghalangi jalannya untuk menuju alam baka atau kematian.
sang gadis merasa heran kenapa pemuda tersebut tidak menjawab, rupanya saat mulai bicara, pemuda tersebut gagu dan seperti sulit dalam berbicara, gadis tersebut heran dan dia merasa dirinya bersalah atas ucapan marah-marah yang dia lontarkan kepada pemuda tersebut.
pemuda tersebut sangat tampan tapi sayang dia gagu dalam berbicara, tetapi
setiap hari......
setiap waktu.......
pemuda iu membuatnya tertawa
gadis tersebut dibawa ke rumahnya di daerah Pondok Indah, dan pemuda tersebut hanya tinggal sendiri bersama dengan harta kekayaannya. pemuda tersebut amat sangat disukai banyak orang sekitar karena kebaikan hati dan ketulusannya. gadis tersebut menangis dan pemuda tersebut dengan tergagu-gagu bertanya kepada sang gadis kenapa menangis?
sang gadispun merasa bahwa inilah yang namanya tertawa dia senang karena ada orang yang membuatnya bahagia dan tertawa selepas ini. setiap harinya sang gadis itu di perhatikan oleh pemuda ini, akan tetapi, pemuda dan gadis ini sepertinya jatuh cinta, tetapi...
sang gadis sama sekali tak bisa menujukkan cintanya karena buta, maka itu sang pemuda mencarikannya sebuah rumah sakit yang mahal dan rela menggerogoti uang yang banyak hanya untuk membuat sang gadis ini bisa melihat lagi. gadis itu merasa dirinya merepotkan orang banyak, tetapi pemuda tersebut meyakinkan agar dia bisa jatuh cinta lagi dan bisa melihat lagi.
setelah operasi........
gadis tersebut terbangun dari kamar rumah sakit dan dia perlahan-lahan membuka matanya dan akhirnya dia bisa melihat lagi dan tidak membutuhkan tongkat lagi.
tapi, dimanakah pemuda yang dia sukai dan yang pernah menolongnya? kemanakah dia? mengapa dia tak ada saat habis operasi?
saat dia mencari keluar rumah sakit, tak sengaja bertemu dengan orang tua kandungnya. orang tuanya sangat kanget saat melihat putrinya bisa melihat lagi walau sang gadis heran karena sudah lama tak melihat wujud orang tuanya, tapi dari suaranya, dia bisa mengenalinya. kemuadian karena merasa menyesal, orang tua sang gadis rela melakukan apapun untuk putri tercintanya, dan sang gadis mulai mencari sang pemuda ayng dia cintai.
orang tuanya rela mengeluarkan puluhan hartanya demi sang gadis untuk mencari orang yang telah menyelamankan hidup anaknya.
ternyata akhirnya sang pemuda tersebut berhasil dia temukan. kembali ke Pondok Indah dan melihat rumah yang begitu besar ini, ternyata, orang tua sang gadis mengenali rumah ini. dulu, rumah ini adalah rumah sahabat kedua orang tua tersebut. kedua orang tua sahabat sang gadis ini meninggal karena kecelakaan pewasat dan menginggalkan anak mereka yang gagu, tetapi anak mereka tumbuh menjadi seorang tampan yang punya tanggung jawab.
orang tua sang gadis sudah lama tak melihatnya karena sibuk dengan bisnis mereka masing-masing. amat sangat terkejutnya saat abdi pelayan rumahnya menunjuk kalau yang ditunjuknya adalah pemuda tampan yang dia cintai. mengapa terkejut gadis tersebut?
pemuda itu ternyata buta juga. ternyata, sang abdi pelayan memberi tahu, kalau pemuda itu rela mencintainya dan mengorbankan kornea matanya untuk gadis yang dia cintai, gadis terbut menangis hingga terjatuh, dia ingin mengambil pisau dan ingin menusukkannya ke jantungnya. akan tetapi, ditahan oleh tangan pemuda itu yang tertusuk dan berlumuran darah.
gadis itu tersadar kalau hidup yang dia alami harus disyukuri, maka dari itu sang gadis merelakan dirinya untuk tinggal dengan pemuda tersebut dan rela hidup bersama saling mencintai, menikah dan hidup sampai ajal menjemput.
kau tak bisa memutuskan kapan hidup seseorang akan berakhir. kau tak bisa menyerah hanya karena kau memiliki kekurangan. belajarlah untuk menerima apa adanya dan berusaha menjadi yang terbaik bagi banyak orang. cintailah orang yang menerima kekuranganmu. cintailah orang yang mencintaimu daripada mencintai orang yang tidak mencintaimu karena hanya mencintai kelebihanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar